Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Tetapkan Ayah Kandung Penganiaya Anak Jadi Tersangka
    4 jam lalu
    Walikota Batam Enggan Jawab Saat Ditanya Ada Orasi Politik di Pawai MBG Siswa
    17 jam lalu
    8.800 Dus Pasokan Baru Minyakita Mulai Didistribusikan
    19 jam lalu
    DPR Desak Kemendikdasmen Usut Dugaan Pengerahan Siswa dalam Pawai MBG di Batam
    20 jam lalu
    8 Awak Kapal Diselamatkan Dari KM Batam Indah 9 Yang Tenggelam di Selat Malaka
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala Dunia 2026, Brace Vinicius Jr Pastikan Tim Samba Brasil Lolos Babak 32 Besar
    5 jam lalu
    Aplikasi Si-Pintar untuk Pendaftaran Sekolah Tahun 2026 di Bintan
    19 jam lalu
    KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
    2 hari lalu
    Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
    2 hari lalu
    Piala Dunia 2026: Enam Tim Lolos 32 Besar, Empat Lain Terhenti Lebih Awal
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    1 hari lalu
    Pohon Bakau Api Api
    3 hari lalu
    Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
    3 hari lalu
    Pulau Benan, Lingga
    1 minggu lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Pendapatan Tergerus Pandemi Corona, Matahari Tutup Tujuh Gerai

Editor Admin 6 tahun lalu 889 disimak

IMBAS pandemi corona menggerus pendapatan dan mempercepat penutupan gerai retail PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) sepanjang sembilan bulan pertama 2020. 

Perusahaan membukukan penjualan kotor sebesar Rp 5,9 triliun, turun 57,6% dibandingkan Januari-September 2019 senilai Rp 13,8 triliun.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Jakarta serta pembatasan operasional di wilayah lain juga membuat Matahari menutup gerai yang berkinerja minim. Hal ini bagian dari restrukturisasi perusahaan.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari, Terry O’Connor di laman katadata mengatakan, sepanjang 2020, diperkirakan ada tujuh gerai format besar dan gerai khusus yang ditutup. Sedangkan tiga gerai format besar lain akan dibuka.

Per 30 September 2020, perusahaan mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Sedangkan hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan mengoperasikan 150 gerai format besar dengan multi-brand. 

Untuk mengurangi dampak pandemi, perseroan juga memperketat biaya operasional. Caranya, dengan bernegosiasi ulang untuk memperoleh keringanan biaya sewa. Perusahaan juga memangkas gaji karyawan, yang dijadwalkan pulih kuartal IV. 

Strategi ini efektif mengurangi beban operasional sebesar 26,2% pada kuartal ketiga dan 29,3% pada periode Januari sampai dengan September.

Meski demikian, Matahari masih membukukan rugi bersih Rp 617 miliar sepanjang Januari-September 2020, turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan perolehan laba bersih Rp 1,18 triliun. 

“Semua strategi pemulihan kami berjalan sesuai rencana, namun peningkatan kunjungan ke gerai tertahan oleh PSBB pada September 2020,” kata Terry dalam keterangannya, Jumat (23/10). 

Turunnya tingkat transaksi pengunjung gerai selama PSBB juga tercermin dari pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko atau same store sales growth (SSSG) sebesar -57,7% pada hingga kuartal III 2020. 

Padahal, perusahaan mengklaim sudah menyiapkan gerai dengan berbagai protokol kesehatan yang ketat untuk meyakini pelanggan tetap aman dan nyaman berbelanja. 

Untuk menjaga struktur keuangan tetap kuat, perusahaan akan mengontrol ketat terhadap seluruh pengeluaran, termasuk menahan belanja modal (capex) untuk membuka toko pada kuartal III ini. 

Bisnis Ramayana Juga Tertekan 

PERETAIL busana pesaing Matahari, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga menghadapi tekanan serupa selama pandemi. Akibat PSBB dan pelemahan daya beli masyarakat, perusahaan menutup permanen 1 gerai di Surabaya.

Perusahaan juga menutup 94 gerainya dari akhir Maret seiring PSBB. Namun, 

perusahaan kembali membuka beberapa gerainya secara bertahap pada pertengahan April, khususnya di daerah yang melonggarkan PSBB.

Hingga 30 Juni 2020, Ramayana telah mengoperasikan kembali 105 gerai dari total 118 gerai dengan mengikuti protokol kesehatan.

Pendapatan perseroan anjlok 58% menjadi Rp 2,19 triliun di semester I 2020. “Pembatasan operasional dan pelemahan daya beli berdampak besar terhadap Ramayana. Terutama di kuartal II 2020, yang mana Lebaran biasanya menyumbang terbesar terhadap penjualan,” tulis manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk menindaklanjuti penurunan penjualan dan laba kotor, perseroan mengontrol ketat pengeluaran dan efisiensi biaya operasional secara menyeluruh. Perusahaan juga  juga mengajukan keringanan biaya sewa dari pihak developer.

Alhasil, total biaya operasional perseroan di kuartal kedua turun 52,9% menjadi Rp256 miliar, dibandingkanRp543 miliar di kuartal kedua tahun lalu.

Namun,  laba bersih yang diperoleh perseroan pada semester I 2020 turun tajam 99,1% menjadi Rp 5 miliar dari Rp590 miliar di periode yang sama tahun lalu. Ini dikarenakan masih tinggi beban yang ditanggung perusahaan, salah satunya beban keuangan. 

Untuk memaksimalkan celah pendapatan, perseroan mulai memaksimalkan penjualan online dan bisnis supermarket. Hingga semster I 2020, bisnis supermarket dan produk segar berkontribusi sekitar 18% terhadap total pendapatan.

Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) memperkirakan, sektor tersebut sepanjang tahun ini akan tertekan menjadi di kisaran 1,5-2%, atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 8-8,5%.

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan, proyeksi pertumbuhan tersebut sejalan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini sebesar 0% versi Bank Dunia.

“Kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia minus, maka pertumbuhan industri retail juga akan minus,” kata Roy seperti dikutip dari Katadata, Kamis (13/8) kemarin.

Menurutnya, pertumbuhan industri retail sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga. Alhasil, jika konsumsi atau daya beli masyarakat menurun, pasti akan berimbas pada kinerja sektor tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan II tercatat minus 5,51% secara tahunan. Pada periode yang sama, pertumbuhan industri retail pada triwulan II pun terkontraksi menjadi minus 4,5%.

Roy berharap, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III pun akan membaik dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring pembukaan kembali aktivitas perekonomian. “Namun ini bukan pemulihan, hanya membaik dari triwulan sebelumnya,” ujar dia.

(*)

Sumber : Katadata

Kaitan Gerai, Retail, tutup
Admin 23 Oktober 2020 23 Oktober 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tanjungpinang Raih Penghargaan Program Kampung Iklim
Artikel Selanjutnya Biden Serang Trump Soal Covid-19 | Debat Calon Presiden AS

APA YANG BARU?

Polisi Tetapkan Ayah Kandung Penganiaya Anak Jadi Tersangka
Artikel 4 jam lalu 62 disimak
Piala Dunia 2026, Brace Vinicius Jr Pastikan Tim Samba Brasil Lolos Babak 32 Besar
Sports 5 jam lalu 66 disimak
Walikota Batam Enggan Jawab Saat Ditanya Ada Orasi Politik di Pawai MBG Siswa
Artikel 17 jam lalu 192 disimak
8.800 Dus Pasokan Baru Minyakita Mulai Didistribusikan
Artikel 19 jam lalu 182 disimak
Aplikasi Si-Pintar untuk Pendaftaran Sekolah Tahun 2026 di Bintan
Pendidikan 19 jam lalu 173 disimak

POPULER PEKAN INI

SAR Gabungan Sisir Perairan Tanjung Budus Cari Nelayan Hilang
Artikel 6 hari lalu 535 disimak
Jalan Lingkar Selatan Batam Dibangun, Tahap Awal Rp15 Miliar
Artikel 6 hari lalu 451 disimak
Pohon Bakau Api Api
Rupa 3 hari lalu 429 disimak
Lonjakan Malaria di Tanjungpinang, Senggarang dan Kampung Bugis Fokus Ditangani
Artikel 6 hari lalu 411 disimak
Kronologi Demo Mahasiswa Batam Yang Ricuh
Artikel 6 hari lalu 406 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?