Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
    5 jam lalu
    Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
    5 jam lalu
    Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
    10 jam lalu
    Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
    13 jam lalu
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    16 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    4 jam lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    4 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    4 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Halo Pentil Kecakot

Editor Admin 3 tahun lalu 670 disimak

PERKEMBANGAN teknologi yang begitu pesat berdampak pada kehadiran ponsel pintar yang semakin memudahkan berkomunikasi tanpa terbatas jarak dan waktu. Selama ada kuota internet atau wifi, komunikasi melalui telepon dan chat dapat dilakukan kapan saja. Tentu saja ini jauh berbeda dengan zaman dulu pada awal telepon hadir di Indonesia.

Berkomunikasi melalui telepon tak sesederhana memasukkan nomor lalu mengobrol dengan lawan bicara. Kala itu, ada seorang operator yang bertugas menghubungkan sambungan telepon antara pembicara dengan lawan bicaranya yang berada di tempat lain.

“Operator telepon tersebut dipanggil Pentil Kecakot yang memiliki arti Penjaga Tilpun Kecamatan Kota,” tulis Dukut Imam Widodo dalam Malang Tempo Doeloe. Keberadaan Pentil Kecakot pun berperan penting dalam menghubungkan dua orang yang akan berkomunikasi jarak jauh.

Sesungguhnya, pada masa itu telepon bukan satu-satunya alat komunikasi. Banyak orang yang masih berkomunikasi dengan surat menyurat melalui pos dan telegraf. Namun, sejak hubungan telepon lokal digunakan pertama kali di Hindia Belanda pada 16 Oktober 1882, berkomunikasi melalui telepon mulai menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, khususnya orang-orang Belanda dan Eropa.

Ramadhan K.H, Sugiarta Sriwibawa, dan Abrar Yusra dalam Dari Monopoli Menuju Kompetisi menyebut hubungan telepon lokal pertama itu diselenggarakan oleh perusahaan swasta. Telepon tersebut membentang antara Gambir dan Tanjung Priok di Batavia, disusul dua tahun kemudian hubungan telepon di Semarang dan Surabaya.

Perusahaan swasta itu mendapatkan izin konsesi selama 25 tahun. Oleh karena itu, perusahaan alat komunikasi tersebut berkembang pesat di Hindia Belanda. Hingga tahun 1905 jumlah perusahaan telepon di Hindia Belanda mencapai 38. Sementara itu, khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan Telefoon Maatschappij mendapat konsesi selama 25 tahun untuk hubungan Batavia–Semarang yang kemudian dilanjutkan dengan Batavia–Surabaya, Batavia–Bogor, dan Bandung–Sukabumi.

Sejumlah infrastruktur penunjang dibangun, salah satunya kantor telepon. Di kantor telepon itulah para operator bertugas menyambungkan telepon pelanggan. Menurut Ramadhan K.H, dkk. prioritas pemakaian jasa telepon kala itu diberikan kepada pejabat-pejabat pemerintah dan pengusaha. Ada pun pesawat telepon yang digunakan adalah jenis telepon baterai lokal yang mana jarak jangkauannya terbatas.

Para Pentil Kecakot mendapatkan pelatihan selama beberapa waktu. Mengutip surat kabar De Locomotief: Samarangsch Handels-en Advertentie-blad, 21 September 1949, pelatihan operator telepon ini memakan waktu sekitar satu bulan. Biasanya para operator ini akan dilatih berbahasa Belanda dan diajarkan cara menyambungkan telepon dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya.

Prosesnya sebagai berikut: saat anda menelepon seseorang, panggilan akan lebih dahulu terhubung ke operator telepon yang menyebabkan sebuah lampu menyala. Operator telepon itu kemudian memasang sumbat di lubang yang menjadi milik nomor dan laporan anda. Selanjutnya anda memasukan nomor yang ingin anda ajak bicara di mana operator memasukkan steker di ujung kabel yang lain ke dalam lubang yang sesuai dengan nomor telepon pelanggan yang ingin anda ajak bicara.

Karena proses tersebut, setiap operator memiliki lebih dari 2000 bukaan di ujung lain yang ada sambungan telepon. Setelah operator mencolokkan stekernya, lampu lain akan menyala di sisi operator. Hal itu menyebabkan bel berdering di pihak yang dipanggil. Bila lampu kedua padam, ini menjadi tanda bagi operator telepon bahwa pihak yang dipanggil telah melepas kaitannya. Setelah beberapa saat lampu akan kembali menyala dan ini menjadi tanda bahwa panggilan telah berakhir. Biasanya operator telepon akan menarik colokan keluar dari bukaan setelah panggilan telepon selesai.

Proses itu tampaknya tak rumit, namun di waktu-waktu sibuk operator telepon dapat menetapkan 400 sambungan per jam yang berarti ia memiliki sepuluh hingga lima belas detik untuk setiap koneksi. Kondisi itu membuat para operator telepon harus teliti dalam menyambungkan panggilan. Pasalnya, proses yang manual tak jarang menyebabkan telepon salah sambung.

Menurut Dukut, para operator telepon ini biasanya bertugas untuk Sambungan Langsung Dalam Kota, sementara untuk melakukan telepon jarak jauh hingga ke luar kota, prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hingga berjam-jam.

“Mengapa harus menunggu waktu lama? Jawabannya, karena sistem SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) ketika itu belum diketemukan! Jadi, kalau mau interlokal memang harus melalui kota-kota tertentu yang ada kantor tilpunnya. Lantas kantor tilpun itulah yang secara berantai menghubung-hubungkan dengan kota tempat tujuan si penilpun tadi,” tulis Dukut.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan ponsel pintar, teknologi, Telepon
Admin 17 Oktober 2022 17 Oktober 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ansar Ahmad Terpilih Jadi Ketua Asprov PSSI Kepri
Artikel Selanjutnya Sekdaprov Kepri: OPD Jangan Hanya Fokus Belanja Saja, Cari Sumber PAD Baru

APA YANG BARU?

Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
Budaya 4 jam lalu 80 disimak
Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
Artikel 5 jam lalu 66 disimak
Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
Artikel 5 jam lalu 70 disimak
Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
Artikel 10 jam lalu 61 disimak
Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
Artikel 13 jam lalu 67 disimak

POPULER PEKAN INI

Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 7 hari lalu 268 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 4 hari lalu 268 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 4 hari lalu 253 disimak
Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 1 hari lalu 253 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 4 hari lalu 243 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?