Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Proyek Jalan Lingkar Batam: Pengaspalan Bertahap Dimulai Tahun Ini hingga 2029
    3 jam lalu
    Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
    4 jam lalu
    Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
    13 jam lalu
    Akses Jalan Tengku Sulung Kembali Buka
    14 jam lalu
    Investasi Digital Batam Terganjal Pasokan Energi Listrik
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    35 menit lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    4 jam lalu
    Adat, Etnografi, dan Ekonomi Masyarakat Kepulauan Riau, 1922
    14 jam lalu
    Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya
    1 hari lalu
    Ratusan Pelari Meramaikan Tropical Night Run 2026 di Bintan Industrial Estate
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Satwa Dilindungi Terancam di Batam Karena Area Hutan Menyempit

Editor Admin 4 tahun lalu 1.7k disimak

ADA sekitar 40 jenis satwa dilindungi, seperti lutung, elang, dugong dan lain-lain. Satwa-satwa ini sudah jarang ditemui. Rempang dan Galang,  jadi rumah terakhir mereka.

Melansir situs Mongabay Indonesia, Decky Hendra Prasetya,  Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam Balai Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Batam mengatakan, perubahan tutupan hutan di Kota Batam membuat lutung, misal,  susah mencari tempat tinggal.

“Kalau tidak ada pohon lagi, tidak bisa hidup,” katanya 23 Februari lalu.

Kota Batam,  dulu pulau dengan hutan bertutupan. Sejak 1960,  kota yang terdiri dari pulau-pulau besar seperti Pulau Batam, Rempang, dan Galang mulai ada pembangunan. Pulau Batam, pun sekarang jadi pusat perkotaan.  Secara beriringan, tutupan hutan pun tergerus ganggu kehidupan satwa.

Beberapa kali BKSDA menemukan rombongan lutung berada di Hutan Sekupang Batam. Hewan satu ini hidup bergerombolan, ketika dijumpai mereka bisa 10 sampai 20 ekor.

“Satwa-satwa ini berada di hutan-hutan yang masih terjaga, kalau ke arah daerah (permukiman)  Bengkong sudah tidak ada lagi ditemukan satwa-satwa itu,” katanya.

Begitu juga elang di Kota Batam. Saat ini,  elang paling banyak dijumpai adalah elang bondol, elang dada putih sudah sangat jarang.

“Elang dada putih terakhir dilihat ketika dilepas liarkan oleh Bapak Joko Widodo dalam acara penanaman mangrove di Setokok Batam, beberapa kali elang ini juga ditemui di hutan Duriangkang dan Muka Kuning,” kata Rozi,  Pengendali Ekosistem Hutan BBKSDA Riau, di Batam.

Selain elang dada putih, di Batam juga terdapat jenis elang brontok. Saat ini,  elang itu juga sudah jarang dijumpai. “Saya hanya satu kali jumpai elang brontok di Bandara Hang Nadim Batam,” katanya.

Di Batam juga ada kancil, hewan ini masih banyak di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning dan Pulau Rempang.

Kancil sangat sensitif dan pemalu hingga susah terlihat.

Dari situs BatamBuzz.com, BKSDA juga mencatat dugong mulai terancam di Kota Batam. Beberapa tahun belakangan dugong hampir tidak pernah ditemukan. Hanya saja, pada 2021,  warga menemukan dugong di perairan Punggur Batam sudah mati. Dugong mengapung dengan luka robek badan.

BKSDA Batam menyatakan, kemungkinan luka itu karena tabrakan dengan kapal. Dugong langka di Batam, juga karena minim padang lamun di pesisir. Dugong, katanya,  sangat bergantung padang lamun karena sebagai makanan utama mereka.

BKSDA, katanya,  belum tahu populasi pasti setiap jenis satwa di Batam. Keberadaan satwa-satwa itu baru dalam pengamatan lapangan maupun berdasarkan informasi masyarakat.

Decky mengatakan, satwa di Batam cukup beragam mulai dari elang laut, buaya, penyu, dugong, kancil atau pelanduk, kuda laut, belangkas dan masih banyak lagi.

Monyet ekor panjang dengan habitat hidupnya yang makin sempit di Batam. F. Ist via BatamBuzz.

Satwa-satwa di Batam, serupa yang terdapat di Sumatera. “Kalau yang berukuran besar seperti gajah, harimau, tapir itu tidak ada di Batam,” kata Rozi.

Dia bilang, tanggung jawab BKSDA di Batam di Taman Wisata di Pulau Batam seluas 900 hektar, dan hutan taman buru di Pulau Rempang 2.000 hektar.

(ham)

Artikel dan informasi lain dari BatamBuzz, bisa disimak di : www.batambuzz.com 

Kaitan batam, hutan, khas, Satwa dilindungi
Admin 10 Maret 2023 10 Maret 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pernah Bertugas di Kepri, Harta Pejabat BC Andhi Pramono Tersebar di Batam & Karimun
Artikel Selanjutnya Gejala Penyakit Ginjal Kronis Sering Tidak Terasa, Tiba-tiba Stadium 5

APA YANG BARU?

FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
Sports 35 menit lalu 52 disimak
Proyek Jalan Lingkar Batam: Pengaspalan Bertahap Dimulai Tahun Ini hingga 2029
Artikel 3 jam lalu 84 disimak
Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
Lingkungan 4 jam lalu 197 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 4 jam lalu 245 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 13 jam lalu 360 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 6 hari lalu 711 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 4 hari lalu 587 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 3 hari lalu 584 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 3 hari lalu 513 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 4 hari lalu 498 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?