Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
    11 menit lalu
    Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
    20 menit lalu
    Desak DPR Segera Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Buruh Batam Soroti Outsourcing Nakal dan Minta Upah Naik 10 Persen
    17 jam lalu
    Presiden Prabowo Kembali Lakukan Perombakan Kabinet, Ini yang Ketujuh Kalinya
    20 jam lalu
    Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    14 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    21 jam lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    24 jam lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    1 hari lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    2 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    3 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    3 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Hoegeng dan Beking Judi

Editor Admin 4 tahun lalu 613 disimak

KONSORSIUM 303 disebut-sebut sebagai kelompok Irjen Polisi Ferdy Sambo di internal kepolisian yang menjadi beking perjudian. Sambo sendiri berstatus tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Para pelaku perjudian memerlukan beking agar bisnis judinya bisa beroperasi dengan lancar. Tentu saja ada harga yang harus dibayar untuk pengamanan itu.

Penjudi dibeking oknum aparat kepolisian itu biasa, yang luar biasa penjudi menggunakan nama Kapolri. Tak tanggung-tanggung, nama yang digunakan adalah Hoegeng. Kasus lucu ini diceritakan dalam biografi mantan Kapolri ketujuh (1974–1978) Jenderal Polisi (Purn.) Widodo Budidarmo, Semua Karena Kuasa & Kasihnya karya Imran Hasibuan, dkk.

Kasus itu terjadi ketika Widodo Budidarmo menjabat Kapolda Sumatra Utara. Pada suatu hari, ketika Widodo sedang mengikuti upacara HUT kemerdekaan 17 Agustus bersama gubernur dan anggota Muspida Sumatra Utara, seorang perwira jaga Polda dengan tergesa-gesa mendatanginya. Dia menyampaikan bahwa “Pak Hoegeng ingin bicara melalui SSB (short side band) dengan Bapak, sangat penting.” Saat itu, Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso menjabat Kapolri kelima (1968–1971).

Widodo tersentak. Jika Kapolri menelepon pasti ada sesuatu yang penting. Setelah minta izin kepada gubernur dan anggota Muspida, Widodo meninggalkan upacara 17 Agustus yang belum selesai. Dia dengan tergesa-gesa meluncur ke kantor Polda Sumatra Utara.

Di depan pesawat SSB, Widodo bertanya, “Ada perintah apa Pak Hoegeng?”

“Begini Mas Widodo, di Medan ada bandar judi yang memakai nama saya untuk beking,” kata Hoegeng memerintahkan. “Tolong dicari siapa orang itu dan laporkan kepada saya tidak lebih dari jam 12 siang ini.”

“Siap Pak akan saya kerjakan,” kata Widodo. Saat itu sekitar pukul 09.30.

Menurut Imran Hasibuan, dkk., Widodo mafhum Hoegeng paling keras dan tidak kenal kompromi dengan perjudian. Siapa pun tahu Hoegeng bersih dan tidak pandang bulu menangkap siapa pun yang melakukan perjudian.

“Kok sekarang namanya dipakai sebagai beking judi di Medan. Widodo paham bagaimana geramnya Hoegeng,” tulis Imran.

Widodo segera memanggil Asisten Intel Kolonel Polisi Bismo Soejitno untuk mengusut bandar judi itu. “Cari siapa yang memakai nama Pak Hoegeng,” perintah Widodo.

Bismo bergerak cepat. Kurang dari satu setengah jam, Bismo sudah mendapatkan nama bandar judi itu kemudian melaporkannya kepada Widodo.

“Ada Pak, orang Cina namanya Yasper Hoegeng. Nama aslinya Yap Hao Ging. Tapi nama itu diubah menjadi Yasper Hoegeng lewat keputusan pengadilan,” kata Bismo. Bismo juga mengatakan bahwa Yasper Hoegeng bukan bandar judi tapi penjual lotere.

Widodo segera melaporkan hasil temuannya kepada Hoegeng. Dia menyampaikan bahwa orang yang menggunakan nama Hoegeng adalah Yasper Hoegeng, perubahan nama dari Yap Hao Ging yang diputuskan melalui prosedur hukum.

Hoegeng tak terima perubahan nama itu karena bisa disalahgunakan. Bisa jadi memang tujuan Yap Hao Ging mengubah namanya untuk melancarkan bisnisnya menjual lotere; orang mengira Yasper punya bekingan Hoegeng.

“Mas Widodo, saya tidak peduli apakah perubahan namanya diputuskan pengadilan atau tidak, suruh dia ubah namanya,” kata Hoegeng.

Widodo mendapat tugas yang tidak mudah. Dia kemudian memerintahkan Bismo untuk mendatangi Yasper dan memintanya tidak menggunakan nama “Hoegeng” lagi. Tidak sampai satu jam, Bismo kembali berhasil menjalankan tugasnya.

“Berhasil Pak, dia mau mengubah namanya. Sekarang tidak ada lagi kata Hoegeng di namanya,” kata Bismo.

Widodo segera melaporkan kepada Hoegeng yang kemudian lega mendengar hasil kerja Widodo. Selesailah sudah urusan “Hoegeng” sebagai beking judi itu.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Beking, Hoegeng Iman Santoso, judi, Konsorsium 303, polisi, Widodo Budidarmo
Admin 8 Oktober 2022 8 Oktober 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Bapenda Kepri: Realisasi PAD hingga September Capai Rp 1,046 Triliun
Artikel Selanjutnya Jaksa Agung Perintahkan Kejaksaan Beri Tuntutan Maksimal Kasus Narkoba-TPPO di Kepri

APA YANG BARU?

Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
Artikel 11 menit lalu 25 disimak
Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
Artikel 20 menit lalu 40 disimak
FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
Sports 14 jam lalu 63 disimak
Desak DPR Segera Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Buruh Batam Soroti Outsourcing Nakal dan Minta Upah Naik 10 Persen
Artikel 17 jam lalu 90 disimak
Presiden Prabowo Kembali Lakukan Perombakan Kabinet, Ini yang Ketujuh Kalinya
Artikel 20 jam lalu 87 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 7 hari lalu 660 disimak
Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 2 hari lalu 659 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 7 hari lalu 601 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 4 hari lalu 554 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 4 hari lalu 494 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?