Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Ringkus 3 Tersangka Jambret di Wilayah Nongsa
    6 jam lalu
    PMII Minta Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD Batam
    6 jam lalu
    PN dan Disdukcapil Tanjungpinang Uji Coba Sidang Adminduk di MPP
    9 jam lalu
    Bobol Rumah di Bintan, Dua Tersangka Pelaku Diamankan
    10 jam lalu
    Terlibat Trading Bodong, 92 Warga Tiongkok Dideportasi dan Dicekal Seumur Hidup
    10 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Workshop Literasi untuk Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
    6 jam lalu
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    2 hari lalu
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    3 hari lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    4 hari lalu
    SD-SMP Negeri di Batam Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    8 jam lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

Indonesia Gabung Bank Pembangunan BRICS, Picu Kekhawatiran Soal Utang

Editor Admin 1 tahun lalu 6.5k disimak
Logo New Development Bank (NDB) di kantor pusatnya di Shanghai, China, 10 Juli 2023. © F. Aly Song/ReutersDisediakan GoWest.ID

INDONESIA mengumumkan keputusannya untuk bergabung dengan New Development Bank (NDB), lembaga keuangan yang didirikan oleh negara-negara BRICS—Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan—sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi aliansi ekonominya.


PRESIDEN Prabowo Subianto, yang baru menjabat awal tahun ini, menyebut keputusan tersebut sebagai langkah penting untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia. Namun, keputusan ini juga memicu kekhawatiran di kalangan analis mengenai potensi meningkatnya pengaruh China di kawasan serta risiko penambahan beban utang bagi Indonesia.

“Saya telah memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank dan mengikuti prosedur dan permintaan yang telah diberikan kepada kami,” kata Prabowo setelah bertemu dengan Presiden NDB Dilma Rousseff di Istana Merdeka, Selasa. Ia menyebut keanggotaan ini sebagai “booster” bagi agenda ekonomi Indonesia.

Indonesia resmi bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025 dalam upaya memperluas peran ekonominya di tingkat global dan mengurangi ketergantungan pada lembaga keuangan Barat seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, analis memperingatkan bahwa keanggotaan Indonesia di NDB—bank yang berbasis di Shanghai dan memiliki hubungan kuat dengan China—dapat membuat Indonesia semakin rentan terhadap pengaruh ekonomi Beijing.

Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia telah lama berupaya meningkatkan perannya dalam pengambilan keputusan ekonomi global. Ekonominya berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh perdagangan komoditas seperti kelapa sawit, batu bara, dan nikel. Namun, Indonesia juga menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur dan transisi energi.

New Development Bank didirikan pada 2015 oleh negara-negara BRICS sebagai penyeimbang terhadap lembaga keuangan Barat, dengan tujuan menyediakan sumber pendanaan alternatif bagi negara berkembang. Bank ini telah memperluas keanggotaannya dengan menerima negara-negara seperti Bangladesh, Mesir, Uni Emirat Arab, dan kini Indonesia.

Beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, dan Vietnam, juga telah menyatakan minatnya untuk bergabung, mencerminkan perubahan lanskap ekonomi global seiring dengan meningkatnya ketergantungan negara berkembang pada sumber pendanaan non-Barat.

Meskipun menjanjikan akses ke pendanaan alternatif, NDB pada dasarnya berfungsi sebagai lembaga pemberi pinjaman, yang menimbulkan kekhawatiran terkait bertambahnya beban utang Indonesia. Saat ini, hampir “45 persen APBN digunakan membayar bunga utang dan utang jatuh tempo,” kata Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

“Bunga pinjamannya itu fixed atau ikut market rate. Kalau ikut bunga pasar, Indonesia akan lebih banyak rugi jika ada fluktuasi. Kita akan bayar bunga lagi dan ini jadi jebakan utang baru,” ujar Bhima kepada BenarNews.

Menteri Luar Negeri Sugiono tiba di konferensi tingkat tinggi BRICS di Kazan, Rusia, pada 24 Oktober 2024. [Kirill Zykov/BRICS-RUSSIA2024.RU Host Photo Agency via Reuters]

Beberapa analis melihat NDB sebagai sarana lain bagi China untuk memperluas pengaruh finansialnya di kawasan, seperti yang telah dilakukan melalui Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan Belt and Road Initiative (BRI).

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang didanai oleh China di bawah BRI, telah dikritik karena biaya yang membengkak dan keterlambatan dalam pengembalian investasi. Proyek ini juga membebani keuangan perusahaan-perusahaan BUMN yang terlibat dalam pendanaannya.

“Hal ini membuat BUMN yang mengerjakan proyek mengalami tekanan. Jangan sampai NDB ini jadi perpanjangan tangannya China untuk minta konsesi lebih banyak di Indonesia,” kata Bhima.

NDB memiliki modal awal sebesar US$100 miliar yang berasal dari iuran anggotanya dan berupaya menjadi alternatif bagi lembaga seperti Bank Dunia. Bank ini fokus membiayai proyek-proyek di sektor energi bersih, infrastruktur transportasi, manajemen air, dan digitalisasi.

Bagi Indonesia, akses ke pendanaan NDB bisa membantu mendukung rencana transisi energi yang ambisius, termasuk pengembangan energi terbarukan dan pengurangan ketergantungan pada batu bara. Namun, ekonom mengingatkan bahwa pemanfaatan dana NDB harus benar-benar menguntungkan agar tidak membebani keuangan negara.

“Sebagai sebuah bentuk pendanaan utang yang pada akhirnya harus dikembalikan, maka tentu juga ada risikonya jika proyek gagal,” kata Eko Sulistyo, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), kepada BenarNews.

Ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki pengalaman buruk dengan proyek infrastruktur yang tidak produktif, seperti bandara dan pelabuhan yang minim aktivitas ekonomi.

Kalau ingin memanfaatkan dana NDB, Indonesia harus memastikan “return of investment-nya tinggi dan tidak meninggalkan warisan utang dan beban APBN ke depan,” kata Eko.

Kaitan bank, batam, Brics, china, indonesia, kepri, utang
Admin 29 Maret 2025 29 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rute Pawai Takbir Keliling di Tanjungpinang, Polisi Siapkan Rekayasa Lalulintas
Artikel Selanjutnya Teror Terhadap Jurnalis Tempo Picu Kekhawatiran Akan Melemahnya Kebebasan Pers

APA YANG BARU?

Workshop Literasi untuk Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
Pendidikan 6 jam lalu 92 disimak
Polisi Ringkus 3 Tersangka Jambret di Wilayah Nongsa
Artikel 6 jam lalu 89 disimak
PMII Minta Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD Batam
Artikel 6 jam lalu 111 disimak
Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
Tokoh 8 jam lalu 102 disimak
PN dan Disdukcapil Tanjungpinang Uji Coba Sidang Adminduk di MPP
Artikel 9 jam lalu 107 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 3 hari lalu 363 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 5 hari lalu 343 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 5 hari lalu 317 disimak
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
Catatan Netizen 5 hari lalu 304 disimak
RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
Artikel 7 hari lalu 294 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?