Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
    20 jam lalu
    Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Dievakuasi
    20 jam lalu
    Pengendara Mobil Tabrak Lapak dan Kendaraan di Pasar Tos 3000
    20 jam lalu
    Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Kompak Naik per 12 Juli
    21 jam lalu
    RDPU Terkait Lahan KASIBA Mangsang, DPRD Batam Dorong Adanya Kepastian Hukum
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    15 jam lalu
    Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
    17 jam lalu
    Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
    19 jam lalu
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    2 hari lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

‘Jagal Babi’ di Batam, Penipuan Romansa yang Sedang Marak

Editor Admin 3 tahun lalu 1k disimak
Ilustrasi, disediakan oleh GoWest.ID

AKSI penipuan online yang melibatkan 88 orang Warga Negara Tiongkok, menyeruak di Batam pekan kemarin. Ada yang menyebut aksi yang dilakukan tersebut sebagai ‘love scamming‘, yang lain menyebut sebagai “jagal babi“.

Daftar Isi
Para Korban Sindikat ‘Jagal Babi’Jagal Babi, Penipuan yang Marak Terjadi

Aksi menjerat calon korban secara online itu, biasanya diawali dengan pesan ramah dari orang asing di jagat maya, biasanya wanita cantik. Namun, sosok memikat tersebut adalah penipu yang sebenarnya juga korban perdagangan manusia.

Dengan modus itu, para pelakunya berharap muncul ketertarikan dari calon korban saat melakukan aktifitas video call.

“Kelima perempuan itu dieksploitasi untuk melakukan sex-tortion. Kemudian laki-laki yang 83 lainnya berperan untuk membuat suatu narasi-narasi yang nantinya akan menjebak korban”, ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat rilis kasus beberapa hari kemarin.

“Kemudian nanti ada kelompok lain lagi yang melakukan pemerasan kepada korban. Mereka berkelompok dan mengejar target,” lanjutnya.

Hasil rekaman video call tersebut, kemudian digunakan oleh sindikat untuk memeras para korbannya. Para pelaku mulai mengancam untuk menyebarluaskan rekaman tersebut ke media sosial jika para korban tidak mengirimkan uang.

Polisi menyebut, kelompok itu mengambil untung dari penipuan hingga mencapai 10 juta yuan atau setara dengan Rp20,9 miliar rupiah.

“Saya dapat informasi yang kena itu juga bukan hanya masyarakat atau semua kalangan random, sampai pejabat juga kena. Makanya bisa mengeruk keuntungan bisa segitu banyak,” kata Pandra.

Para Korban Sindikat ‘Jagal Babi’

PRAKTEK kejahatan Love Scamming itu, dioperasikan dari kawasan komplek Cammo Industrial Park, Simpang Kara, Batam.

Usai penggerebekan pekan kemarin, polisi juga memeriksa dua lokasi lain yang diduga jadi tempat aksi para pelaku, yakni di pertokoan Komplek Tanjung Trisakti Jalan Laksamana Bintan dan Komplek Ruko Sakura Permai, Jalan Yos Sudarso, Batuampar, Batam.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara polisi, sebagian besar dari korban mereka adalah warga negara China. Belum ditemui warga negara Indonesia yang ikut jadi korbannya.

Bagaimana bisa? Padahal dioperasikan dari Batam, Indonesia? Ternyata para pelakunya tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia.

“Sudah fix [dideportasi], dan kemarin sudah diserah terima berkas perkara dari Kepolisian Negara Indonesia sebagai jurisdiksi Indonesia kepada pihak RRC melalui kepolisian,” tutur Pandra kepada sejumlah awak media.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Nasriadi, mengatakan, Polda Kepri telah menyerahkan atau melimpahkan perkara kasus ‘Jagal Babi‘ ini, karena menganggap tidak cukup alat bukti untuk menyidik perkara ini di Indonesia. Dalam perkara pidana love scamming ini, tidak ditemukan korban warga Indonesia.

“Sehingga diserahkan penanganan kepada Kepolisian China. Penyerahan pelimpahan kasus kemudian penyerahan tersangka dan barang bukti,” ujarnya, Senin (4/9/2023) kemarin.

Secara dokumen telah dilakukan dengan formil Police to Police. Setelah itu prosesnya tetap di-back up Polda Kepri untuk proses pengembangan perkara selanjutnya.

Jagal Babi, Penipuan yang Marak Terjadi

Aksi penipuan ‘Love Scamming‘ atau ‘Jagal Babi‘, biasanya dilakukan dengan memanipulasi dan memanfaatkan perasaan calon korbannya.

Para pelaku akan melakukan rayu-rayuan dengan tujuan untuk mendapatkan sejumlah uang dengan berbagai alasan.

Biasanya, para pelaku tidak akan menjerat korbannya secara langsung. Tetapi melalui aplikasi kencan online atau berbagai platform lainnya.

Para penipu akan membuat akun profil palsu dan mulai menjalin hubungan dengan banyak korban. 

Mereka akan memulai dengan hubungan yang baik, atau bahkan menggunakan kata-kata yang indah untuk didengar. Pelaku dan korban akan menjalin hubungan di media sosial secara intens.

Korban yang sudah terjebak dalam hubungan romantis palsu, menjadi mudah tergoda dan terbuai. Pada saat itulah para pelaku akan mulai menguras harta korban.

GoWest.ID melansir dari Fortune Indonesia, modus penipuan seperti ini, bahkan pernah mencatatkan rekor penipuan mencapai US$547 juta atau Rp8,3 triliun pada tahun 2021 lalu.

“Ini adalah konsep penipuan romansa. Ini adalah bentuk rekayasa sosial, di mana penipu menargetkan individu yang mencari persahabatan atau romansa yang kemudian mereka manipulasi. Tujuannya untuk mendapatkan uang atau layanan lain,” terang Supervisory Special Agent Unit Kejahatan Ekonomi FBI David Harding dikutip dari podcast berjudul For The Love of Money yang diunggah di laman www.fbi.gov.

Di situs itu, Agent Harding mengatakan, pada 2021, ia mendapatkan data kerugian akibat penipuan melalui internet mencapai USD 7 miliar atau kurang lebih Rp106 triliun (dengan kurs USD 1 sama dengan Rp15.200, pen) di seluruh dunia.

Sedangkan kerugian akibat penipuan terkait romantika mencapai USD 956 juta atau kurang lebih Rp14 triliun (dengan kurs USD 1 sama dengan Rp15.200 pen).

Artinya, kerugian akibat penipuan terkait romantika di seluruh dunia mencapai 13 persen dari jumlah total kerugian di internet.

(ham/dha)

Kaitan batam, china, Love Scamming, online, Penipuan
Admin 22 September 2023 22 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah1
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Zapin Penyengat
Artikel Selanjutnya Miris! 2 Ton Sampah Kotori Sungai di Bengkong

APA YANG BARU?

“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 15 jam lalu 173 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 17 jam lalu 170 disimak
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
Catatan Netizen 19 jam lalu 163 disimak
Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
Artikel 20 jam lalu 162 disimak
Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Dievakuasi
Artikel 20 jam lalu 165 disimak

POPULER PEKAN INI

Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 6 hari lalu 365 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 5 hari lalu 331 disimak
Tertibkan Parkir Liar, BP Batam Gelar Patroli Gabungan di Jembatan 1 Barelang
Artikel 5 hari lalu 298 disimak
Curi Uang Didalam Dashboard Mobil, Seorang Pemuda di Karimun Diamankan Polisi
Artikel 5 hari lalu 297 disimak
Dua Anggota DPRD Batam Diduga Intimidasi Anggota PMII Batam Usai Buat Laporan ke BK
Artikel 4 hari lalu 287 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?