Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    4 Penerbangan RHF Tanjungpinang Batal dan 469 Penumpang Terdampak
    7 jam lalu
    Respon Aduan Warga, Polda Kepri Amankan 108 Pengguna Narkoba di Batam
    8 jam lalu
    Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
    8 jam lalu
    Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
    8 jam lalu
    Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
    9 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    4 hari lalu
    Pembaca Lansia
    4 hari lalu
    Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
    6 hari lalu
    Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
    6 hari lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    7 jam lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    2 hari lalu
    Gedung Beringin, Batam
    2 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya

Keracunan MBG, & Tips Aman Memilih Makanan Jalanan

Editor Admin 51 menit lalu 137 disimak
Ilustrasi foto: bahan mentah seperti daging sapi ini, apalagi yang dijual di pasar secara terbuka, sangat rawan/mudah terkontaminasi bakteri beracun. Foto saya ambil di Kluang, Malaysia, Januari 2015. © F. Sultan Yohana Disediakan oleh GoWest.ID

SAYA pemegang sertifikat Food Safety Course (FSC) yang dikeluarkan Singapore Food Agency. Sertifikat ini, wajib saya miliki, sebagai syarat bekerja di resto cepat saji McDonald’s, 2019 silam. Semua orang di Singapura yang bekerja di sektor olah-olah makanan, harus punya sertifikat ini. Wajib, tidak bisa ditawar!

Oleh: Sultan Yohana


UNTUK memperolehnya, saya harus melewati serangkaian kursus dan test yang ketat. Begitu lulus dan bekerja, di tempat kerjaan, manajer selalu mengingatkan anakbuahnya untuk selalu mematuhi aturan FSC. Tidak ada jalan pintas, sekalipun untuk mempraktikkan itu semua, biaya yang dibutuhkan besar.

Contoh sederhana aturan FSC itu, misalnya, saya harus memakai kaus tangan warna biru sekali pakai untuk semua bahan makanan yang belum dimasak. Misalnya, memasukkan nugget mentah ke penggorengan. Sementara untuk nugget matang, saya wajib memakai tong/penjepit makanan. Kalau meracik burger, kaus tangan sekali pakai warna putih yang kudu dipakai. Salah pakai, manajer pasti teriak marah. Semua makanan tidak tersentuh kulit tangan langsung.

Itu baru soal tangan yang menjamah makanan.

Soal waktu penyajian lain lagi tingkat kerumitannya. Setiap bahan makanan matang, punya batas waktu tertentu hingga disajikan/laku. Sekali lagi, nugget misalnya, hanya punya waktu 20 menit setelah digoreng, untuk laku/disajikan. Lepas itu, jika tidak terjual, harus dibuang. Padahal, setelah digoreng, nugget disimpan di rak tertutup khusus dan dilengkapi pemanas. Di sinilah kemampuan berhitung dan memperkirakan seorang manajer sangat dibutuhkan.

Manajer harus cermat berhitung, berapa nugget, patty, atau kentang, yang harus dimasak di momen-momen tertentu. Agar tidak terbuang percuma. Kita tidak boleh seenak udel, masak sebanyak-banyaknya di sekali waktu, untuk nyetok. Semua ada aturan ketatnya.

Itu kenapa, jika Sampeyan-sampeyan andok McDonald’s di Singapore, kualitas makanannya, terasa istimewa, dan tentu saja Anda ndak sakit perut. Jauh lebih sip dibandingkan dengan makanan serupa di Malaysia, Taiwan, Thailand, bahkan McDonald’s Jepang. Di empat negeri itu, setidaknya saya pernah merasakan makan di Mcdonald’s.

Yang paling mengesankan, dan vital di antara dapur McDonald’s Singapura adalah lemari pendingin. Setiap McDonald’s Singapura, punya dua lemari pendingin utama. Satu, dan terbesar (bisa seukuran setengah lapangan voli), suhunya diatur minus 20 derajat. Di sinilah segala stok bahan makanan seperti daging, ayam, roti, dll, disimpan.

Lemari pendingin kedua, yang lebih kecil, yang suhunya dibuat seperti lemari pendingin rumahan, dipakai untuk menyimpan susu, sayuran, dan sejenisnya. Setiap bahan makanan atau minuman dilabeli tanggal datang dan kadaluwarsa. Di gerai tempat saya kerja, dulu, saya selalu merasa ingin “menangis sedih” manakala harus membuang bahan-bahan makanan yang sudah kadaluwarsa. Padahal sepengamatan mata, kondisinya masih sangat baik.

Kebersihan adalah nomor satu! Personal hygiene itu penting, misalnya pegawai dilarang berkuku panjang. Tiap hari, alat-alat dapur, setiap sudut gerai, terutama toilet, harus dibersihkan dengan seksama. Lap untuk meja dengan lap untuk nampan berbeda warna, dan semuanya harus disterilkan sebelum dipakai.

Kalau ada hewan masuk seperti kecoa, manajer segera memanggil pets control, untuk dicari bagaimana si kecoa bisa datang. Saat gerai tutup, tidak boleh ada satupun tempat sampah yang ada isinya. Karena sampah selalu mengundang hewan-hewan berbahaya untuk datang.

Secara berkala dan tiba-tiba pegawai Singapore Food Agency akan menggelar inspeksi mendadak. Mengecek apa pun kondisi gerai. Jika ada yang dirasa berbahaya, segera gerai itu ditutup, untuk memberi waktu perbaikan. Tidak ada budaya kongkalikong antara petugas dan pemilik/pegawai gerai. Tidak ada budaya sogok-menyogok. Mereka tahu, taruhannya nyawa.


Keracunan

SEBEGITU rumit, mahal, dan disiplinnya sebuah gerai Mcdonalds mempersiapkan dagangan mereka agar tetap higienis. Itu menujukkan bahwa makanan yang tidak disajikan secara betul, bisa sangat berbahaya. Bisa mematikan. Ini juga menjelaskan, betapa mudah dan cepatnya bakteri-bakteri jahat pada makanan, menempel dan menyebar ke makanan.

Bakteri jahat bisa menyebar dari bahan mentah ke bahan makanan matang. Bakteri jahat juga bisa datang dari tempat/dapur kotor. Bakteri mematikan bisa ditularkan dari hewan yang masuk ke dapur, atau pegawai yang tidak mengerti bagaimana menghigieniskan diri. Bakteri jahat bisa datang dari bahak makanan busuk atau tidak disimpan secara benar. Bakteri beracun bisa datang dari mana-mana.

Bayangkan, misalnya, jika di satu pagi ada seorang pegawai SPPG untuk MBG sakit perut. Lalu beol dan mencret. Ia lupa mencuci tangan, dan segera bekerja menyajikan makanan-makanan untuk makan siang gratis tanpa prosedur yang benar. Bakteri dari beolnya segera menyebar ke makanan.

Lalu, Ketika semua makanan MBG sudah siap pada pukul 9 pagi, murid-murid baru akan menyantapnya pada pukul 12 atau 1 siang. Di rentang waktu yang panjang itu, bakteri-bakteri yang berasal dari beol pegawai yang mencret, bisa mengontaminasi begitu banyak makanan yang disiapkan. Jika ini terjadi, berapa banyak anak-anak yang bakal keracunan?!?!

Hal terbaik yang paling mungkin dilakukan untuk menghindari (meminimalisir) keracunan MBG, adalah memasaknya di sekolah, dan segera menyajikannya secepat mungkin. Tentu saja dengan tetap mempertahankan prosedur-prosedur kebersihan pengolahan makanan.

Ini seperti praktik pemberian makan siang gratis ketika saya masih TK pada era 80an. Ketika itu, setiap murid TK di sekolah saya, diberi makan siang berupa bubur yang masih panas (karena baru dimasak), dengan sayur dan lauk sehat sederhana namun terasa nikmat rasanya.

Dalam kehidupan sehari-hari pula, ada tips aman ketika Anda andok atau makan di warung, terutama warung pinggir jalanan. Sebaiknya memilih makanan yang baru saja dimasak, dan masih panas. Untuk meminimalkan resiko terkontaminasinya makanan oleh bakteri mematikan. Siapa tahu, saat mempersiapkan bahan mentahnya, si penjual garuk-garuk pantatnya dulu. Hehe.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 

Kaitan batam, Makam cepat saji, MBG, MC Donald, singapura
Admin 7 September 2026 7 September 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026

APA YANG BARU?

Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
Statistik 7 jam lalu 88 disimak
4 Penerbangan RHF Tanjungpinang Batal dan 469 Penumpang Terdampak
Artikel 7 jam lalu 124 disimak
Respon Aduan Warga, Polda Kepri Amankan 108 Pengguna Narkoba di Batam
Artikel 8 jam lalu 116 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 8 jam lalu 157 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 8 jam lalu 139 disimak

POPULER PEKAN INI

Diduga Dampak Karhutla, Langit Batam Mulai Diselimuti Kabut Asap
Artikel 6 hari lalu 431 disimak
BMKG Batam: “Cuaca Kota Batam Awal Bulan September Cerah Berawan”
Artikel 5 hari lalu 332 disimak
Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
Lingkungan 6 hari lalu 307 disimak
Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
Budaya 6 hari lalu 293 disimak
Krisis Air di Batam, Warga Konsumsi Air dari Pipa Pinggir Jalan
Artikel 6 hari lalu 289 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?