Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru, Kepri Resmi Punya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah
    36 menit lalu
    Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
    2 jam lalu
    Bantuan Darurat Sembilan Tangki Air untuk Warga Sambau Paska Aksi di NDP
    2 jam lalu
    Ratusan Calon PMI Nonprosedural Batal Berangkat dari Batam
    3 jam lalu
    Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
    15 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    1 hari lalu
    Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
    1 hari lalu
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    2 hari lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    2 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    6 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    7 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    7 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Mengenang Jakob Oetama”

Editor Admin 6 tahun lalu 1.1k disimak

PENDIRI Kompas Gramedia, Jakob Oetama, tutup usia pada usia 88 tahun. Jakob meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, setelah sempat menjalani perawatan sejak 22 Agustus.

Jurnalis senior yang lahir di Desa Jowahan, Magelang, Jawa Tengah pada 27 September 1931 ini memiliki nama asli Jakobus Oetama.

Jakob adalah putra pertama dari 13 bersaudara pasangan Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo dan Margaretha Kartonah.

Sebelum terjun ke dunia jurnalistik, Jakob mengawali karirnya sebagai seorang guru, meneruskan jejak ayahnya.

Lulus seminari menengah, sekolah calon pastor setingkat SMA, Jakob melanjutkan ke seminari tinggi. Namun, pendidikan itu hanya ia tempuh selama tiga bulan, karena ingin mengikuti jejak ayahnya menjadi guru.

Brotosoesiswo kemudian meminta Jakob pergi ke Jakarta untuk menemui kerabatnya bernama Yohanes Yosep Supatmo, pendiri Yayasan Pendidikan Budaya.

Oleh Supatmo, Jakob kemudian mendapatkan pekerjaan di SMP Mardiyuwana, Cipanas, Jawa Barat. Ia mengajar di sana pada tahun 1952 hingga 1953.

Setelah itu, Jakob pindah ke Sekolah Guru Bagian B (SGB) di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan tahun 1953-1954, sebelum pindah lagi ke SMP Van Lith di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, tahun 1954-1956.

Sembari mengajar di SMP, Jakob mengikuti kursus B-1 Ilmu Sejarah. Ia kemudian melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada hingga tahun 1961.

Setelah berhenti mengajar di SMP Van Lith, Jakob mendapatkan pekerjaan baru sebagai sekretaris redaksi mingguan Penabur. Tugas hariannya di mingguan itu adalah sebagai pemimpin redaksi.

Sebenarnya, setelah merampungkan kursus B-1 Ilmu Sejarah, Jakob sempat mendapatkan rekomendasi untuk memperoleh beasiswa di University of Columbia, Amerika Serikat oleh salah seorang guru sejarahnya yang juga seorang pastor, Van den Berg, SJ.

Namun, tawaran itu membuatnya bimbang.

Di sisi lain, Jakob juga mendapat tawaran untuk menjadi dosen di Universitas Parahyangan, Bandung. Bahkan, Unpar juga telah menyiapkan rekomendasi agar Jakob dapat melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar PhD di Universitas Leuven, Belgia.

Di tengah kebimbangannya, Jakob bertemu dengan Pastor JW Oudejans OFM, pemimpin umum di mingguan Penabur. Oudejans pun menasehatinya, “Jakob, guru sudah banyak, wartawan tidak.”

Pertemuannya dengan Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong) pada 1958 dalam sebuah kegiatan jurnalistik, mendoronya untuk mendirikan majalah Intisari. Ojong sendiri sebelumnya juga sudah aktif di dunia jurnalistik, sebagai pimpinan harian Keng Po dan mingguan Star Weekly.

Namun, pada 1958, Keng Po diberangus pemerintah. Nasib yang sama dialami oleh Star Weekly pada 1961. Keduanya tak disukai pemerintah karena sikap kritisnya.

Pada tahun 1963, majalah Intisari resmi berdiri dengan misi mendobrak kekangan politik isolasi yang dilakukan pemerintah.

Beberapa nama hebat pada zaman itu direkrut sebagai wartawan, di antaranya Nugroho Notosusanto yang kelak menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Orde Baru; Soe Hok Djin yang berganti nama menjadi Arief Budiman; Soe Hok Gie adik dari Soe Hok Djin yang dikenang sebagai aktivis mahasiswa 1966; dan Kapten Ben Mboi yang kelak menjadi Gubernur NTT.

Namun, setelah Intisari berdiri, Menteri Perkebunan Frans Seda dari Partai Katolik, meminta keduanya untuk mendirikan surat kabar Partai Katolik.

Permintaan itu berasal dari permintaan Menteri/Panglima TNI AD Letjen Ahmad Yani, yang melihat hampir semua partai kala itu memiliki corong partai.

Perlu diketahui, saat itu ada tiga kekuatan politik besar. Pertama, Bung Karno sebagai Pemimpin Besar Revolusi dan Kepala Pemerintahan yang mengonsolidasikan kekuatan dan kekuasaan politiknya melalui pengembangan demokrasi terpimpin.

Kedua, ABRI yang berusaha meredam kekuatan politik PKI melalui kerja sama dengan organisasi-organisasi masyarakat dan politik non atau anti-komunis. Ketiga, Partai Komunis Indonesia yang merapat ke Bung Karno.

Gagasan Ahmad Yani, Partai Katolik perlu memiliki media untuk mengimbangi kekuatan PKI.

Keduanya lantas menyetujui gagasan pendirian sebuah koran itu dengan catatan bukan menjadi corong partai. Koran itu harus berdiri di atas semua golongan, bersifat umum, dan didasarkan pada kenyataan kemajemukan Indonesia. Serta, harus menjadi cermin realitas Indonesia, mengatasi suku, agama, ras dan latar belakang lainnya.

“Dia harus mencerminkan miniaturnya Indonesia,” kata Jakob.

Awalnya, nama yang dipilih adalah ‘Bentara Rakyat’. Namun, saat Frans Seda bertemu Bung Karno, ia tidak setuju dengan nama tersebut dan mengusulkan nama baru, “Aku akan memberi nama yang lebih bagus…’Kompas’! Tahu toh, apa itu kompas? Pemberi arah dan jalan dalam mengarungi lautan dan hutan rimba!”.

Nama pemberian Bung Karno itu kemudian digunakan menjadi nama koran hingga sekarang.

(*)

Sumber : Kompas TV

Kaitan Jacob Oetama, Kompas, top
Admin 9 September 2020 9 September 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Suryani Buat Klaster Emak-Emak
Artikel Selanjutnya Dikendalikan Dari Lapas, Polisi Tangkap Wanita Pengedar Narkoba

APA YANG BARU?

Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru, Kepri Resmi Punya Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah
Artikel 36 menit lalu 59 disimak
Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
Artikel 2 jam lalu 213 disimak
Bantuan Darurat Sembilan Tangki Air untuk Warga Sambau Paska Aksi di NDP
Artikel 2 jam lalu 171 disimak
Ratusan Calon PMI Nonprosedural Batal Berangkat dari Batam
Artikel 3 jam lalu 200 disimak
Warga Sempat Blokir Akses ke NDP, BP Batam: Krisis Air Akibat Elnino
Artikel 15 jam lalu 213 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 6 hari lalu 766 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 6 hari lalu 627 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 6 hari lalu 585 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 5 hari lalu 513 disimak
Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
Pendidikan 7 hari lalu 501 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?