Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Peluang Usung Ahok-Jarot Besar, Sandiaga Yakin Cuma Satu Lawan Pejawat

Mike Wibisono

Terbit

|

CALON gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung oleh partai bermoncong putih PDIP akan ditentukan selasa (20/9) pekan ini.

“Besok (Selasa) akan dibicarakan tentang penetapan kandidat sekaligus pendaftaran ke KPU,” kata Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, di Balai Kota DKI, Senin, 19 September 2016, dilansir Tempo.

Djarot, yang juga wakil gubernur Jakarta, tidak menyebutkan siapa yang akan diusung PDIP, apakah petahana Ahok-Djarot atau calon lain.

Namun, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengakui peluang pasangan Ahok-Djarot untuk diusung lebih besar.

“Ada dua kriteria pokok yang dicari masyarakat Jakarta untuk dijadikan pemimpin. Pertama sosok yang lugas, tegas, dan tidak abu-abu, kedua harus memiliki riwayat kepemimpinan yang jelas,” kata Eriko Sotarduga dalam diskusi “Sinema Politik Pilkada DKI” yang berlangsung di Jakarta, Sabtu, 17 September 2016.

Eriko menilai, poin kedua, yakni memiliki rekam jejak yang jelas, merujuk pada ketertarikan masyarakat kepada petahana dibandingkan tokoh baru.

Sementara itu, Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berharap pimpinan partai politik (parpol) bisa menyingkirkan egonya dalam kontestasi Pilkada DKI. Semua parpol di luar partai pengusung pejawat diminta mengusung hanya satu pasangan calon.

BACA JUGA :  Wah, Jam Dari Wajah!

“Mudah-mudahan elite partai menyingkirkan ego partainya, serap aspirasi rakyat dan hadirkan kebersamaan dalam keberagaman, dan kita punya kesepakatan untuk menunjuk satu pasangan calon,” kata Sandiaga dilansir Republika, Senin (19/9).

Menurutnya, masyarakat menginginkan pemilu yang singkat, efisien, dan tak bertele-tele. Sebab, kata dia, rakyat Jakarta lebih menginginkan gubernur yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi yang sampai saat ini belum tuntas.

Banyak persoalan di Jakarta yang menanti untuk segera dibenahi. Sandiaga pun ikhlas jika mayoritas partai nonpendukung pejawat tak memilihnya. Ia merelakan calon gubernur DKI ke orang lain yang lebih baik bila memang parpol tak memilihnya. “Siapa pun yang akan dipilih koalisi kekeluargaan nantinya akan saya terima,” ujar dia.

Sandi mengungkapkan, konsolidasi antarpartai di koalisi kekeluargaan terus berlangsung untuk mengusung satu pasangan calon melawan pejawat. Dikatakan dia, dalam beberapa hari ke depan, sebelum pendaftaran bakal calon gubernur ditutup, akan tercapai kesepakatan. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook