Hubungi kami di

Kota Kita

Polda Kepri Tangkap Penampung Calon TKI Ilegal di Serang Banten

Terbit

|

Seorang tersangka berinisial BK alias Pak Wa salah satu sindikat pengiriman TKI secara Ilegal berhasil diamankan Polairud Polda Kepri. F. Dok. Humas Polda Kepri

JAJARAN Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) menangkap satu orang penampung enam calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang menjadi korban kecelakaan kapal di perairan Kabil, Kota Batam, Senin (14/11).

Wakil Direktur Polairud Polda Kepri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Cakhyo Dipo Alam, menyebutkan pelaku berinisial BK ditangkap di Serang, Banten, Senin (21/11) kemarin. BK merupakan penampung dan pengurus dari calon pekerja migran yang kapalnya mengalami kecelakaan di perairan Batam beberapa waktu lalu.

“Pelaku merupakan warga Aceh yang menetap di Batam. Dia kabur ke Banten sampai akhirnya ditangkap, sesaat setelah mendapatkan kabar bahwa kapal pengangkut calon pekerja migran yang diurusnya itu mengalami kecelakaan dan memakan korban jiwa,” kata Cakhyo di Batam, Rabu (23/11/2022).

BACA JUGA :  Pengukuhan KAHMI Kota Batam | Rudi Ajak KAHMI Wujudkan Batam Bandar Dunia Madani

Cakhyo menyebutkan, BK ini diketahui sudah sering melakukan aksinya dan termasuk dalam sindikat pengiriman pekerja migran ilegal ke Malaysia.

“Dalam kasus ini, pelaku juga mendapatkan pesanan dari salah seorang pelaku di Malaysia. Dia disuruh menjemput korban untuk dibawa ke Malaysia dan mendapatkan keuntungan Rp 5 juta dari pelaku yang berada di Malaysia,” kata Cakhyo.

Ia menjelaskan dari kecelakaan kapal di perairan Batam tersebut, Ditpolairud bersama Basarnas Tanjungpinang berhasil menemukan tujuh orang korban, dengan satu orang selamat dan enam orang lainnya meninggal dunia.

“Sedangkan satu orang korban kecelakaan yang belum ditemukan adalah seorang laki-laki yang menurut informasi adalah tekong atau nakhoda kapal kayu tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA :  Sea-Doo Safari Menambah Daftar Wisata Bahari Baru di Batam

Atas perbuatannya, tersangka BK dikenakan pasal 81 Jo pasal 69 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman maksimal 10 Tahun Penjara

Kepala Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Amingga M. Primastito, menambahkan banyaknya permintaan tenaga kerja di luar negeri menjadikan calon pekerja migran terus berdatangan di wilayah Kota Batam yang merupakan tempat transit menuju ke negara tetangga.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan jalur tidak resmi untuk menjadi pekerja migran di luar negeri.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid