PENERAPAN teknologi pertanian modern mulai menunjukkan hasil positif di Kepulauan Riau (Kepri). Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepri bersama kelompok tani lokal sukses menggelar panen padi percontohan (demplot) berbasis Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lahan persawahan Poyotomo, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (15/9/2026) kemarin.
Sistem budidaya terintegrasi ini dirancang untuk mendongkrak produktivitas hingga melampaui 10 ton per hektare melalui efisiensi lahan, perlakuan benih, pengaturan pola tanam rapat, dan mekanisasi.
Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa program yang dimulai sejak 3 Juni 2026 ini menunjukkan fase masak dan perkembangan bulir padi yang sangat baik. Hasil panen ini akan dievaluasi dan dibandingkan dengan pola tanam konvensional guna mengukur efisiensi serta adaptabilitas teknologi PM-AAS di tanah Kepri.
“Hasil produksi, pertumbuhan tanaman, hingga efisiensi budidaya akan dievaluasi. Kami ingin teknologi ini tidak berhenti di lahan percontohan Poyotomo Makmur saja, tetapi bisa didiseminasikan lebih luas untuk meningkatkan produksi di lahan eksisting,” ujar Rudi.
Keberhasilan inovasi ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan sebagai fondasi penguatan ketahanan pangan mandiri. Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, menilai demplot ini menjadi bukti nyata potensi besar sektor pertanian Bintan jika dikelola secara berkelanjutan.
“Panen ini diharapkan menjadi contoh dan bahan pembelajaran bagi petani agar bisa menerapkan metode yang sesuai kondisi lahan. Keberhasilan ini harus jadi motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Ronny.
Ronny menambahkan, Pemkab Bintan berkomitmen terus mendukung petani melalui penyaluran bantuan alat dan sarana penunjang, serta memperkuat sinergi lintas sektor demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
(nes)


