Hubungi kami di

Dunia

Rusia Tuding AS Bangun Lab Biologis Ilegal di Indonesia

Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia, dan Biologi Rusia, Igor Kirilov, menyatakan AS membuat lab eksperimen biologis ilegal di Indonesia.

Terbit

|

Ilustrasi: Pemeriksaan di laboratorium. F. Dok. Jubi.co.id/Pexels.com

SEBUAH kabar mengejutkan di tengah ketegangan antara Rusia dengan Ukraina yang kini tengah saling serang terjadi hingga menyangkut Indonesia.

Dalam sebuah laporan Rusia mengungkapkan bahwa Indonesia terindikasi jadi lahan penelitian Amerika Serikat (AS). Lebih mengejutkan lagi, penelitian yang dilakukan oleh AS di Indonesia itu disebut-sebut berkaitan mengenai senjata biologis.

Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia, dan Biologi Rusia, Igor Kirilov, menyatakan AS membuat lab eksperimen biologis ilegal di Indonesia.

Ia mencurigai angkatan laut Negara Paman Sam melakukan penelitian biologis yang mencurigakan di Indonesia berdasarkan persetujuan pemerintah AS yang berpusat di Washington DC.

Kirilov menyatakan percobaan ilegal itu telah dihentikan pemerintah Indonesia pada 2010 silam.

“Pendekatan yang tak bisa diterima seperti itu, dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah AS, adalah norma bagi perusahaan farmasi besar. Karena banyak pelanggaran, pemerintah Indonesia pada 2010 menghentikan kegiatan penelitian di US Navy Medical Center di Jakarta,” kata Kirillov seperti dikutip RIA Novosti pada 24 Maret lalu.

Dalam pernyataan tersebut, Kirilov menilai AS melakukan pekerjaan di fasilitas laboratorium di Jakarta di luar kerangka program penelitian yang disepakati dua negara.

Ahli bedah Angkatan Laut AS disebut melakukan operasi pada 23 pasien lokal di kapal rumah sakit. Tindakan itu dilakukan tanpa berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Indonesia.

BACA JUGA :  Kasus Corona Di AS Sudah Capai 86 Ribu, Jadi Yang Tertinggi di Dunia

Dikatakannya, awak kapal rumah sakit disinyalir diam-diam mengekspor sampel darah yang diambil dari puluhan pasien Indonesia dan mengangkut tiga anjing gila dari Sumatra Barat tanpa izin.

“[Anehnya] bahan-bahan yang mereka terima digunakan untuk kepentingan perusahaan farmasi Gilead, yang berafiliasi dengan Pentagon, yang sedang menguji obat-obatan, termasuk di wilayah Ukraina dan Georgia,” ujar Kirillov.

Gilead Science adalah perusahaan farmasi di Foster City, California. Perusahaan ini memang tercatat beberapa kali menjalin kerja sama dengan Kemehan AS, di antaranya produksi massal obat flu burung H5N1 dan Covid-19.

Saat dikonfirmasi ke Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, bagian media perwakilan Negara Beruang Merah itu enggan menanggapi lebih lanjut.

Bagian Media Kedutaan Rusia di Jakarta, Denise Tetyushin menganjurkan agar menanyakan langsung ke media massa yang memuat awal pernyataan Kirilov tersebut.

“Mereka yang mempersiapkan journalist investigation itu,” kata Denise saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (30/5/2022).

Dia pun membagi tautan liputan investigasi Sputnik yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. “Kami tidak ada tanggapan tambahan,” kata Denise.

Selain itu, CNNIndonesia.com pun mencoba mengonfirmasi ke Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Teuku Faizasyah, perihal tudingan Kirilov tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis yang bersangkutan belum merespons.

BACA JUGA :  Amerikan Kerahkan Pasukan Anjing Setan ke Batam

Di satu sisi, mengutip dari artikel Detik X yang dimuat 11 April 2022, Faiza menduga tudingan itu terkait proyek NAMRU-2.

“Ini terkait kerja sama NAMRU-2 [(Unit Penelitian Medis Angkatan Laut AS],” kata Faizasyah seperti dimuat kala itu.

Pihaknya menduga tudingan Rusia dialamatkan kepada laboratorium Angkatan Laut Amerika Serikat yang ditutup pemerintah pada Oktober 2009. Kerja sama itu terjalin sejak 1970 antara Angkatan Laut Amerika Serikat dan Kementerian Kesehatan.

Ia menjawab hal tersebut merespons pernyataan Kirilov pada Maret lalu.

Merespons pernyataan Kirilov juga, Juru bicara Duta Besar AS di Indonesia, Michael Quinlan, membantah tudingan Rusia yang berujung pada spekulasi keberadaan Namru-2.

Menurut Quinlan, tuduhan itu merupakan propaganda yang sengaja disebar Kremlin–pusat pemerintahan Rusia– untuk membingungkan publik atas tindakan yang dilakukan mereka di Ukraina, Georgia, dan beberapa tempat lainnya di Eropa.

Sebagai informasi, NAMRU-2 merupakan sebuah laboratorium biologi Angkatan Laut AS yang ada d Jakarta dari 1970 hingga 2009. Namun pada 2009, Kemenkes melarang laboratorium tersebut beroperasi karena dianggap mengancam kedaulatan Indonesia.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid