Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Cegah Pencurian Ikan di Lautan Kepri, KKP Bangun Kapal Pengawas Baru
    17 jam lalu
    Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
    24 jam lalu
    Dua Remaja Tersesat di Gunung Jantan Berhasil Dievakuasi
    24 jam lalu
    Pengendara Mobil Tabrak Lapak dan Kendaraan di Pasar Tos 3000
    1 hari lalu
    Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Kompak Naik per 12 Juli
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
    19 jam lalu
    Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
    21 jam lalu
    Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
    23 jam lalu
    Kalahkan Belgia, Matador Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
    2 hari lalu
    Tundukan Singa Atlas, Ayam Jantan Eropa Melangkah ke Semifinal Piala Dunia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    1 minggu lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Sambo Malu karena Kehilangan Kewibawaan

Editor Admin 4 tahun lalu 715 disimak

POPULARITAS nama Sambo sedang tinggi belakangan ini. Datangnya dari Ferdy Sambo, mantan kepala Divisi Propam Polri yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Popularitas Sambo-Sambo yang lain pun terkubur oleh Sambo yang satu itu.

Padahal, sejatinya nama Sambo tersua di banyak tempat. Dalam mitologi Jawa, ada Bathara Sambo. Ia merupakan anak pertama dari Bathara Guru dan Dewi Umayi. Menurut Ensiklopedi Wayang Purwa, Sambo berarti ambu atau bahu. Ensiklopedi tersebut juga menerangkan lebih jauh tentang Sambo.

“Sang Hyang Sambo mempunyai hak dipuja oleh para penganut agama Sambo (Hindu) dengan peraturan-peraturan tertentu,” kata ensiklopedi tersebut.

Bathara Sambo muncul pada lakon yang menceritakan dewa-dewa. Menurut dalang wayang kulit Ki Purbo Asmoro dalam laman YouTube-nya, Bathara Sambo berkuasa di khayangan Swilagringging atau Argamilah.

“Menurut Paramayoga (serat/karya Sastra Jawa, red.) istrinya ada dua, yaitu Dewi Susti, anak dari Sang Hyang Guruweda; dan yang kedua Dewi Suwayono, putri Sang Hyang Pancadewa,” kata Ki Purbo.

Pernikahan Bathara Sambo dengan Dewi Susti menghasilkan empat anak: Sambosa, Sambawa, Sambujana, dan Sambodana. Anak terakhir, Sambodana, menurunkan raja-raja Lokapala.

Karier Bathara Sambo saat turun ke bumi cukup baik. Ia ahli dalam peperangan. Ia juga pernah menjadi raja di negara Medangprawa dengan gelar Sri Maharaja Maldewa.

“Di dunia pewayangan gagrak Surakarta, Bathara Sambo menjadi tetunggul senapati para dewa dalam peperangan,” sambung Ki Purbo Asmoro.

Sambo dalam Naskah Pustakaraja

Dalam serat Pustakaraja Purwa karya Ki Padmasusastra tahun 1912, diceritakan keadaan ketika Sumatra, Jawa, Bali, dan Madura belum dihuni manusia. Saat itu, Sang Hyang Jagadnata (Bathara Guru) bersama Dewi Umayi yang memiliki lima putra mengutus kelima putranya turun ke bumi untuk membangun kerajaan. Sang Hyang Sambo (Bathara Sambo) termasuk yang diutus.

Sang Hyang Sambo, dengan gelar Sri Maharaja Maldewa, turun di Gunung Rajabasa di Sumatra dan mendirikan Kerajaan Medang Prawa. Bertahun-tahun kemudian, Medang Prawa mendapat kunjungan dari Resi Atrakelasa (Resi Acrakelasa). Sang Resi kemudian diangkat menjadi patih oleh Bathara Sambo.

Medang Prawa kemudian diserang Prabu Hiranyakasipu dan Prabu Hiranyawreka. Bathara Sambo melarikan diri ke Kerajaan Medang Gili. Kerajaan tersebut merupakan tempat kekuasaan Sri Maharaja Sunda Bathara Brahma, saudara kandung Bathara Sambo.

Bathara Brahma kemudian memanggil tiga saudara lainnya: Bathara Wisnu, Bathara Indra, dan Bathara Bayu. Kelima bersaudara itu sepakat bekerjasama menghadapi Prabu Hiranyakasipu dan Prabu Hiranyawreka. Mereka berhasil mengalahkan Hiranyakasipu-Hiranyawreka.

Kelima bersaudara tersebut lalu kembali ke kerajaan masing-masing. Mereka hidup rukun berdampingan hingga terjadi perselisihan yang dimulai dari perselisihan antara Kerajaan Medangpura, tempat Bathara Indra berkuasa, dan Kerajaan Medang Gili. Perselisihan tersebut mempengaruhi Kerajaan Medang Prawa, Medang Gana, dan Medang Gora. Akibatnya Agama Dewa yang diajarkan Bathara Guru terpecah menjadi lima: Agama Sambu, Agama Brahma, Agama Indra, Agama Bayu, dan Agama Wisnu.

Perselisihan tersebut dapat didamaikan oleh para brahmana anak dari Bathara Ismaya. Kekuasaan mereka lalu dibagi-bagi berdasarkan jenis “rakyat”: Kerajaan Medang Prawa hanya diperbolehkan memimpin binatang terbang, gelar pemimpinnya yakni Sri Maharaja Kagapati; Kerajaan Medang Pura hanya boleh memimpin binatang air, gelar pemimpinnya yakni Sri Maharaja Matsyapati; Kerajaan Medang Gora hanya boleh memimpin binatang darat, gelar pemimpinnya Sri Maharaja Mregapati; Kerajaan Medang Gili hanya boleh memimpin manusia dan raksasa, gelar pemimpinnya Maharaja Prajapati; dan Kerajaan Medang Gana hanya boleh memimpin para resi (orang suci) dan jawata (dewa), gelar pemimpinnya Maharaja Surapati.

Setelah mereka akur kembali, para brahmana kembali ke khayangan. Hanya satu brahmana yang tinggal, yaitu Brahmana Balika. Ia memiliki murid dan pengikut yang bertambah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, Brahmana Balika mengangkat dirinya sebagai raja bergelar Sri Maharaja Balya.

Seiring bergulirnya waktu, para rakyat di Medang Prawa, Medang Pura, Medang Gora, dan Medang Gili lebih memilih menjadi pengikut Sri Maharaja Balya. Mereka menganggap Sri Maharaja Balya lebih bijak daripada panutan mereka.

Sri Maharaja Matsyapati mempeloporinya dengan kembali ke Tanah Hindustan dan kembali menjadi Bathara Wisnu. Langkah tersebut diikuti oleh Sri Maharaja Kagapati, Sri Maharaja Prajapati, dan Sri Maharaja Mregapati. Mereka kembali menjadi Bathara Sambo, Bathara Brahma, dan Bathara Bayu. Sementara, Bathara Indra tetap di bumi karena rakyat Kerajaan Medang Gana adalah kaum resi dan jawata yang sudah tidak tertarik keinginan duniawi.

Langkah Sri Maharaja Matsyapati kembali menjadi Bathara Wisnu disebabkan oleh rakyatnya yang banyak menaati Sri Maharaja Balya. Demikian pula dengan Bathara Sambo, Bathara Brahma, dan Bathara Bayu merasa kehilangan kewibawaan. Mereka malu sehingga memutuskan kembali ke Tanah Hindustan.

“Sang Hyang Wishnu bertahta di bumi selama 27 tahun, Medang Pura dihancurkan, tidak ada lagi raja di sana. Sang Hyang Sambo, Sang Hyang Brahma, dan sang Hyang Bayu juga bertahta selama 29 tahun, Medang Prawa, Medang Gili, Medang Gora dihancurkan, tidak ada raja yang berkuasa lagi,” kata Pustakaraja Purwa.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Dewa, Ferdy Sambo, Pewayangan, Sambo
Admin 27 Agustus 2022 27 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ngobrol Bersama Osman Hasyim, Antara Bisnis Kemaritiman dan Perceraian di Batam
Artikel Selanjutnya Atasi Krisis Solar untuk Nelayan, DKP Kepri Minta Tambah Kuota

APA YANG BARU?

Cegah Pencurian Ikan di Lautan Kepri, KKP Bangun Kapal Pengawas Baru
Artikel 17 jam lalu 59 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 19 jam lalu 193 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 21 jam lalu 190 disimak
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
Catatan Netizen 23 jam lalu 182 disimak
Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
Artikel 24 jam lalu 174 disimak

POPULER PEKAN INI

Tekan Kemiskinan di Pesisir, Batam Jadi Kota Pertama Peluncuran SiTaskin Pesisir
Artikel 6 hari lalu 376 disimak
8 Tim ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Peta Kekuatan, Kejutan, dan Duel Klasik
Sports 5 hari lalu 338 disimak
Curi Uang Didalam Dashboard Mobil, Seorang Pemuda di Karimun Diamankan Polisi
Artikel 5 hari lalu 308 disimak
Tertibkan Parkir Liar, BP Batam Gelar Patroli Gabungan di Jembatan 1 Barelang
Artikel 5 hari lalu 304 disimak
Dua Anggota DPRD Batam Diduga Intimidasi Anggota PMII Batam Usai Buat Laporan ke BK
Artikel 4 hari lalu 293 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?