Hubungi kami di

Tanjung Pinang

Sekda Tanjungpinang Optimistis Bisa Cegah Dampak Resesi

Terbit

|

Aktivitas di pasar Kota Tanjungpinang. F. Dok. Bursakota.co.id

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengaku optimistis  Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, mampu mencegah dampak resesi yang potensial terjadi pada tahun 2023.

Ia mengatakan, upaya untuk mencegah dampak resesi telah dilakukan Pemko Tanjungpinang sejak beberapa bulan lalu dengan membangkitkan sektor perekonomian.

Bahkan, Zulhidayat memastikan uang yang bersumber dari anggaran daerah dalam berbagai program kegiatan pemerintahan berputar di Tanjungpinang.

“Sektor riil dibangkitkan. Akses pasar dibuka seluas-luasnya untuk meningkatkan daya beli, sekaligus mencegah inflasi,” ujarnya, Minggu (4/12/2022).

Ia menambahkan bahwa Pemko Tanjungpinang berkolaborasi dengan Pemprov Kepri juga berupaya meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah. Berbagai program dilakukan agar sektor usaha mikro kecil dan menengah bangkit.

“Kami juga pastikan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat berjalan lancar masuk ke Tanjungpinang,” ucap pria yang akrab disapa Dayat tersebut.

BACA JUGA :  Bangun Jalan, Ansar Jamin Tak Rusak Estetika Vihara Dharma Sasana

Sampai sekarang, menurut dia, Tanjungpinang belum merasakan dampak resesi, karena sektor riil bergerak normal, daya beli masyarakat cukup baik, dan distribusi barang kebutuhan masyarakat berjalan optimal.

Meski demikian, pemerintah daerah dan masyarakat tidak boleh euforia dengan kondisi perekonomian sekarang ini.

Ancaman resesi bukan isapan jempol belaka bila pemerintah daerah dan masyarakat lengah. Sinergi yang terbangun harus terus terjaga untuk memastikan seluruh sektor perekonomian bergerak normal.

“Kekuatan ekonomi masyarakat itu di sektor usaha mikro kecil dan menengah. Ini berjalan cukup baik,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Momon Faulanda Adinata. Kata dia, DPRD Tanjungpinang melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kepri untuk mendapatkan informasi soal ancaman resesi.

BACA JUGA :  Luhut Binsar Apresiasi Langkah Pemprov Kepri Tangani PMI

Informasi dan data dari Bank Indonesia belum lama ini sebagai bahan dalam pembahasan anggaran daerah 2023. Anggaran daerah merupakan salah satu kekuatan perekonomian Tanjungpinang sehingga kebijakan yang diambil salah satunya harus berorientasi pada upaya pencegahan dampak resesi masuk ke Tanjungpinang.

“BI menyatakan Tanjungpinang aman dari dampak resesi, karena daya beli masyarakat tinggi,” ujarnya.

Ia mengemukakan APBD Tanjungpinang 2023 yang baru-baru ini disetujui fraksi sebesar Rp1,052 triliun. Target pendapatan asli daerah tahun 2023 sebesar Rp 180 miliar. “APBD Tanjungpinang kebanyakan bersumber dari anggaran pusat,” katanya.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid