Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
    4 jam lalu
    Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
    4 jam lalu
    Napak Tilas Sejarah dan Budaya Melayu di Pulau Penyengat
    11 jam lalu
    Pemko Tanjungpinang Pangkas Jumlah RT/RW; Kini Bersisa 58 RT/14 RW
    11 jam lalu
    Intip Aktivitas Ilegal Lewat Langit: 27 Jurnalis Batam Ditempa Investigasi Berbasis Satelit
    12 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    12 jam lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    1 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    2 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    3 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    4 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Pembuat Lingkaran-Lingkaran Misterius di Gurun Namibia

Editor Admin 9 tahun lalu 1.8k disimak
Foto lingkaran-lingkaran misterius di gurun di Namibia ini. Foto: Danita Delimont Creative/Alamy Stock via Princeton University

RIBUAN lingkaran misterius tersebar di kawasan gurun Namibia. Namun, apa atau siapa pembuat pola polka-dot di area yang begitu luas tersebut, membuat para ilmuwan bertanya tanya.

Manusia telah lama mencari jawaban atas hal-hal aneh yang terjadi di bumi, baik yang geologis, lingkungan hidup, maupun cuaca. Keterbatasan ilmu pengetahuan di masa lalu, membuat manusia seringkali percaya pada kisah-kisah mistis.

Masyarakat lokal percaya, lingkaran-lingkaran tersebut adalah jejak atau tapak kaki para dewa, yang berhenti sebentar di tanah itu di masa lalu. Ada juga legenda yang menyatakan lingkaran tersebut merupakan bekas luka bakar yang disebabkan oleh napas naga api.

Selama puluhan tahun, para ilmuwan belum mencapai kata sepakat tentang apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana terbentuknya lingkaran-lingkaran misterius di gurun Namibia itu. Lingkaran-lingkaran tersebut ‘menempel’ di tanah kosong yang dikeliling tumbuhan-tumbuhan kecil. Jumlahnya ribuan.

Para ilmuwan telah banyak mengemukakan teori, dari yang menyatakan bahwa lingkaran tersebut dibentuk oleh burung unta yang berputar di tanah, hingga kontaminasi bahan radioaktif.

Kini, setidaknya ada dua penjelasan utama mengenai fenomena tersebut sebagaimana dilansir dari allAfrica.com. Satu hipotesis meyatakan bahwa bentuk-bentuk melingkar tersebut disebabkan oleh rayap bawah tanah yang membersihkan vegetasi di daerah sekitar sarang mereka.

Hipotesa yang lain menyatakan bahwa tanaman-tanaman bersaing untuk mendapatkan air, dan menyebabkan terbentuknya pola lingkaran. Kedua hipotesa itu sama-sama didukung dan dipertahankan oleh para pendukungnya.

Foto: Jen Guyton, Department of Ecology and Evolutionary Biology, Princeton University

Awal tahun ini, sebuah tim ilmuwan menerbitkan temuan tersebut di Jurnal Nature, 19 January 2017, yang menyatakan bahwa kedua hipotesis itu benar. Munculnya lingkaran “tidak bisa dijelaskan dengan mekanisme terpisah.” Model komputer tim peneliti menemukan bahwa pola tersebut dapat dijelaskan sebagai interaksi antara rayap dan tanaman sebagaimana dijelaskan di tulisan berjudul “A theoretical foundation for multi-scale regular vegetation patterns.”

Awal tahun ini, beberapa ahli ekologi dari Universitas Princeton, Amerika, menyimpulkan jika lingkaran-lingkaran yang berdiameter, dari beberapa sentimeter hingga 25 meter, ini adalah hasil dari konflik permanen yang terjadi pada rayap yang hidup di bagian bawah gurun Namibia.

Rayap-rayap ini bersaing antara satu koloni dengan yang lain untuk  menjamin kelangsungan hidup koloninya. Karena kelangkaan sumber makanan, mereka menemukan tempat-tempat yang dianggap aman menyimpan nutrisi dan bersembunyi di bawahnya.

“Rayap-rayap bersaing mempertahankan wilayahnya terus menerus. Jika mereka menemukan koloni lain yang lemah, mereka mencoba membunuhnya dan memperluas wilayah mereka,” kata Corina E. Tarnita, seorang peneliti. “Tapi jika koloni-koloni itu adalah lawan yang seimbang, mereka tidak akan melakukan perlawanan dan berakhir dengan membagi batas wilayah masing-masing,” lanjutnya.

Seorang peneliti, Michael Byrne, membenarkan alasan tersebut. Kondisi lingkaran-lingaran itu memungkinkan mengumpulkan air hujan sebanyak-banyaknya. Sebab, air bisa memasok nutrisi lebih banyak jika terkena sinar matahari. “Ini jelas menguntungkan rayap,” ungkap Michael.

Meski begitu, tidak semua orang setuju dengan penemuan ini. Dr Stephan Getzin dari Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz di Jerman, mengatakan bahwa ada juga lingkarang-lingkaran tersebut di tempat-tempat lain. Masalahnya, penelitian tersebut tidak membahas adanya lingkaran semacam itu di daerah lain yang tidak memiliki populasi rayap.

(*/dha)

 

 

Kaitan dunia, Gurun namibia, lingkaran, misterius, pembuat, top
Admin 5 November 2017 5 November 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Dijajah Roaming di Tapal Batas”
Artikel Selanjutnya Rudi dan Lukita Satu Podium di Sumpah Pemuda

APA YANG BARU?

Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 4 jam lalu 182 disimak
Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 4 jam lalu 302 disimak
Napak Tilas Sejarah dan Budaya Melayu di Pulau Penyengat
Artikel 11 jam lalu 131 disimak
Pemko Tanjungpinang Pangkas Jumlah RT/RW; Kini Bersisa 58 RT/14 RW
Artikel 11 jam lalu 104 disimak
Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
Sports 12 jam lalu 126 disimak

POPULER PEKAN INI

Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 4 hari lalu 455 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 6 hari lalu 424 disimak
Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 5 hari lalu 358 disimak
BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
Artikel 5 hari lalu 325 disimak
Kabut Asap di Batam Bisa Bertahan Hingga Oktober 2026
Lingkungan 6 hari lalu 322 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?