TIM Basket 3×3 Putri Belanda keluar sebagai juara FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026. Di partai final yang digelar di Arena Basket Alun-Alun Engku Putri, Jumat (24/07/2026) malam, tim Negeri Kincir Angin ini menghajar China dengan skor telak 22-9.
Kemenangan ini kian manis karena bintang Belanda, Evelien LutjSchipholt, dinobatkan sebagai MVP. Penampilannya yang dominan sepanjang turnamen membuatnya layak menyandang predikat pemain terbaik.
Podium dan Apresiasi untuk Tuan Rumah
Penyerahan trofi dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum Zona Sumatera DPP Perbasi Ronni Yenes bersama Ketua Umum Perbasi Kota Batam Junico.
Keduanya menyerahkan cheque board dan mengalungkan selendang kehormatan kepada tim Belanda.
Sementara itu, Ketua Umum DPD Perbasi Kepri Suhadi menyerahkan plakat penghargaan kepada Evelien LutjSchipholt sebagai MVP.
Dalam sambutannya, Ronni menyampaikan apresiasi kepada panitia dan warga Batam.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kelancaran 3×3 Women’s Series ini. Batam luar biasa,” ujar Ronni.
Sementara itu Suhadi menambahkan, suksesnya event ini membuktikan Batam layak jadi tuan rumah event basket kelas dunia.
“Kesuksesan ini menunjukkan Batam siap dan terhormat jadi tuan rumah. Ada venue mumpuni, layanan profesional, dan antusiasme tinggi dari tamu VIP serta penonton,” kata Suhadi.
Pesta Basket 3×3 di Batam belum selesai. Giliran kategori putra yang akan bertarung di 3×3 Challenger Batam 2026, 25-26 Juli di venue yang sama.
Babak kualifikasi dan grup digelar Sabtu mulai pukul 12.00 – 21.00 WIB. Semi final dan final berlangsung Minggu mulai pukul 15.00 – 21.00 WIB.
Turnamen putra dipastikan lebih sengit. Timnas Putra Indonesia akan turun, ditambah tim elite dunia Ub Ulaanbaatar, salah satu raja 3×3 dunia saat ini.
Catatan untuk Srikandi Indonesia
Di sisi putri, Tim Nasional 3×3 Indonesia harus pulang lebih cepat. Srikandi Merah Putih takluk dari Ulaanbaatar MMC Amazons 12-21 dan dari Thailand 10-19.
Meski belum bisa melangkah jauh, Perbasi menilai perjuangan tim putri tetap penting. Mampu menjaga selisih skor tetap kompetitif melawan tim-tim top dunia jadi bahan evaluasi untuk membangun tim nasional ke depan.
(*)


