PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam menyebut, masalah kekurangan tenaga guru yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kurangnya kuota pengganti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pensiun menjadi pemicu utama timbulnya celah kebutuhan pendidik di wilayah tersebut.
Keluhan terkait krisis pengajar telah diterima langsung dari para kepala sekolah. Sebagai langkah penanganan, Pemko Batam saat ini tengah berfokus memvalidasi seluruh data kepegawaian, persebaran guru, hingga jadwal pensiun.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjelaskan bahwa pemutakhiran data bertujuan memetakan kondisi riil di lapangan. Berdasarkan data sementara per Jumat (7/8/2026), Pemko Batam mencatat ada 4.877 guru dan tenaga kependidikan berstatus ASN.
Dari total tersebut, sebanyak 1.778 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)—terdiri atas 1.755 guru dan 23 tenaga kependidikan. Sementara itu, 3.099 orang lainnya berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang mencakup 2.767 guru dan 332 tenaga kependidikan.
Amsakar menegaskan bahwa rincian data ini akan dijadikan pijakan utama dalam menyusun strategi dan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sektor pendidikan di Kota Batam ke depan.
(dha)


