GOLDMAN Straat di Tanjungpinang pada masa lalu, mengacu pada ruas jalan yang membentang dari kantor residen Riau hingga ke kawasan Pecinan. Di masa kini, ruas jalan itu lebih dikenal sebagai jalan Merdeka.
Oleh: Bintoro Suryo
Pada bulan Agustus 1928, kegiatan mendokumentasi wilayah ibukota karesidenan Tanjungpinang ini dilakukan. Sudut-sudut jalan, bangunan kantor, rumah tinggal hingga infrastruktur seperti tiang listrik, terlihat sudah tertata dengan rapi di ibukota residensi Riau masa lalu ini.
Dalam arsip yang tersimpan di wereld museum, Belanda, banyak wilayah Tanjungpinang yang terdokumentasi masa itu, masih bisa dikenali hingga sekarang. Seperti misalnya aktifitas warga di sekitar Goldman Straat (jalan Merdeka saat ini) pada ruas di sekitar persimpangan jalan Pos dan jalan Bintan.
Infrastruktur pendidikan untuk kaum pribumi, Hollandsch-Inlandsche School (HIS) sudah terbangun di jalan Ketapang. Sementara area di sekitar jalan Teuku Umar saat ini, lebih dominan diisi oleh bangunan orang eropa.
Berikut dokumentasi kota Tanjungpinang pada bulan Agustus 1928 dan juga tahun 1938, berdasar arsip dari wereld museum, Belanda.

Suasana di ruas Goldman Straat Tanjungpinang di masa lalu. Ruas jalan ini sekarang dikenal sebagai jalan Merdeka, Tanjungpinang. Lokasi pengambilan gambar berada di sekitar jalan Merdeka, dekat persimpangan jalan Bintan dan jalan Pos.

Suasana di ujung Goldman Straat, Tanjungpinang, Agustus 1928. Lokasi ini sekarang berada di sekitar ujung jalan Merdeka – Jalan SM. Amin. Pengambilan gambar di perkirakan dari ruas jalan menuju lokasi pelabuhan (Rede) Riau.

Aktifitas seorang nelayan dengan sampannya di sekitar rede (Pelabuhan) Riau di Tanjungpinang, tahun 1938. Lokasi saat ini berada di sekitar teluk Riau (Tanjungpinang), di seberang pelantar pelabuhan Sri Bintan Pura.

Aktifitas kapal nelayan di sekitar perairan Tanjungpinang, dengan latar jauh pelantar menuju rede (pelabuhan) Riau di Tanjungpinang, tahun 1938. Lokasi pengambilan gambar dari sekitar pelantar Tanjungpinang saat ini.

Rumah-rumah panggung warga Tionghoa di sekitar Sungai Carang, tahun 1938. Tampak di kejauhan, deretan rumah-rumah panggung warga Tionghoa di Senggarang. Lokasi pengambilan gambar dari pelantar Tanjungpinang.

Suasana sebuah teluk dengan sebuah rumah bergaya eropa di salah satu wilayah di Tanjungpinang, tahun 1938. Lokasi diperkirakan di sekitar Sungai Carang, Riau Lama.

Sebuah kapal layar khas Tionghoa sedang berlayar di sekitar perairan Riau dekat Tanjungpinang, tahun 1938. Lokasi diperkirakan berada di sekitar sungai Carang, Tanjungpinang.

Salah satu panorama pantai di sekitar Tanjungpinang pada tahun 1938, dengan sebuah bangunan pondok. Lokasi diperkirakan di sekitar Teluk Keriting, Tanjungpinang.

Rumah-rumah panggung Melayu dengan atap dari daun Rumbia di pesisir wilayah Tanjungpinang, tahun 1938. Merupakan perkampungan kecil masyarakat pada masa itu.

Rumah-rumah panggung Melayu dengan atap dari daun Rumbia di pesisir wilayah Tanjungpinang, tahun 1938. Merupakan perkampungan kecil masyarakat pada masa itu.

Deretan rumah-rumah panggung di sekitar perairan Riau dekat Tanjungpinang, tahun 1938. Lokasi diperkirakan berada di sekitar sungai Carang yang membelah Tanjungpinang dan Senggarang.

Deretan rumah-rumah panggung warga Tionghoa di sekitar pelantar Tanjungpinang, tahun 1938.

Suasana di kawasan pecinan, Goldman Straat, Tanjungpinang pada Agustus 1928. Sekarang, kawasan ini lebih dikenal sebagai komplek pertokoan jalan Merdeka.

Suasana di kawasan pecinan, Goldman Straat, Tanjungpinang pada Agustus 1928. Sekarang, kawasan ini lebih dikenal sebagai komplek pertokoan jalan Merdeka.

Suasana di kawasan pecinan, Goldman Straat, Tanjungpinang pada Agustus 1928. Sekarang, kawasan ini lebih dikenal sebagai komplek pertokoan jalan Merdeka. Lokasi pengambilan gambar saat itu mengarah ke persimpangan jalan Bintan – jalan Pos saat ini.

Suasana kelenteng bahtera Sasana di Goldman Straat pada Agustus 1928. Lokasi sekarang berada di jalan Merdeka Tanjungpinang.

Salah satu sudut di Goldman Straat Tanjungpinang pada Agustus 1928. Lokasi saat ini berada di jalan Merdeka. Jalur lurus merupakan jalan Pasar Baru saat ini. Sementara di sisi sebelah kanan merupakan jalan Gambir.

Suasana ruas jalan di depan sekolah Holland Indische School (HIS) di Tanjungpinang pada Agustus 1928. Lokasinya saat ini berada di jalan Ketapang Tanjungpinang. Gedung yang sempat jadi sekolah pribumi Hindia Belanda masa itu, saat ini berfungsi sebagai museum Sulaiman Badrul Alamsyah.
(*)
Bersambung
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 3)
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini diterbitkan sebelumnya di: bintorosuryo.com




















