GERAH maksimal. Sepekan terakhir Batam dipanggang suhu 33°C. Hujan yang turun cuma sekilas, bikin udara pengap dan tanah mulai retak-retak kering.
Kondisi ini bukan cuma soal tidak nyaman. BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan, cuaca panas + minim hujan = lahan rawan terbakar.
“33°C dan Kering, Bibit Karhutla”
Dalam keteranganya, Kepala BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Ramelan, menyebut cuaca Batam belakangan memang dominan panas dan gerah.
“Sepekan ini suhu maksimum kita catat 33 derajat celsius. Dengan curah hujan terbatas, vegetasi dan lahan jadi cepat kering,” ujar Ramelan, Selasa (11/08/2026).
Nah, lahan kering + semak + satu percikan api = bahaya. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak harus dari kebakaran besar. Hal kecil saja bisa jadi pemicu.
“Jangan anggap sepele. Membakar sampah, bakar semak, atau buang puntung rokok sembarangan di musim begini bisa memicu karhutla,” tegas Ramelan.
4 Larangan BMKG Saat Musim Kering
Untuk mencegah kebakaran, BMKG minta warga menahan diri:
- Jangan bakar sampah sembarangan
- Jangan bakar semak/lahan untuk berkebun
- Jangan buang puntung rokok sembarangan
- Jangan buang sampah sembarangan
“Masyarakat juga kami minta ikut awasi lingkungan. Kalau lihat titik api, segera laporkan dan bantu padamkan sesuai kemampuan, tapi utamakan keselamatan,” kata Ramelan.
Hujan Ada, Tapi Tidak Merata
BMKG belum menutup kemungkinan hujan. Tapi jangan berharap banyak.
“Hujan yang turun sifatnya lokal dan tidak merata. Hari ini hujan di satu wilayah, wilayah lain masih panas. Jadi kondisi kering bisa balik lagi cepat,” jelas Ramelan.
Untuk potensi kekeringan di Kepri, BMKG menyebut risikonya ada, namun belum masuk kategori signifikan.Cuaca Bukan Sekadar Soal TerikIntinya, panas 33°C ini bukan cuma bikin keringatan. Ini sinyal alam.
“Dalam kondisi kering begini, satu sumber api kecil bisa langsung menjalar cepat. Jadi cuaca sekarang bukan sekadar soal terik matahari, tapi soal kewaspadaan kita bersama,” tutup Ramelan.
Warga Batam diimbau banyak minum, kurangi aktivitas di luar ruangan saat siang, dan sama-sama jaga lingkungan biar Batam tidak berasap karena karhutla.
(*)


