ERUPSI Gunung Anak Krakatau memicu efek domino pada industri penerbangan nasional. Penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, pada Minggu (6/9/2026) pagi menyebabkan kelumpuhan pada akses penerbangan rute Jakarta–Batam, hingga berdampak pada lebih dari 2.000 calon penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Penghentian operasional Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 05.30 WIB hingga 09.30 WIB membuat armada pesawat dari Jakarta tidak dapat terbang menuju Batam, begitu pula sebaliknya. Imbasnya, sebanyak 17 penerbangan ketibaan dan keberangkatan rute Jakarta di Bandara Hang Nadim terpaksa dibatalkan.
Beberapa penerbangan yang tercatat batal beroperasi akibat gangguan konektivitas ini antara lain:
- Rute Jakarta (CGK) – Batam (BTH): Super Air Jet (IU-850) dan Citilink Indonesia (QG-940).
- Rute Batam (BTH) – Jakarta (CGK): Batik Air (ID-6863), Super Air Jet (IU-851), dan Citilink Indonesia (QG-941).
- Penyesuaian Jadwal: Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air turut melakukan penyesuaian jadwal terbang.
Selain Bandara Soekarno-Hatta, penutupan sementara juga sempat terjadi di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung, pada pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengonfirmasi bahwa proses penanganan calon penumpang—baik untuk refund (pembatalan) maupun reschedule (penjadwalan ulang)—sepenuhnya ditangani oleh maskapai masing-masing. PT BIB juga memperketat koordinasi di area terminal guna mengantisipasi risiko penumpukan massa.
Meski jalur menuju Jakarta melumpuh, operasional penerbangan domestik ke destinasi lain serta rute internasional di Bandara Hang Nadim dipastikan tetap berjalan normal tanpa kendala.
(ham)
Imbauan bagi Calon Penumpang:
Pihak pengelola bandara meminta calon penumpang rute Batam untuk tidak hanya mengacu pada jadwal di tiket. Penumpang diimbau aktif mengonfirmasi status penerbangan terbaru kepada maskapai terkait sebelum berangkat ke bandara.


