Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Lahan Tiga Hektar Di Lagoi Hangus Dilalap Si Jago Merah
    21 menit lalu
    4 Penerbangan RHF Tanjungpinang Batal dan 469 Penumpang Terdampak
    10 jam lalu
    Respon Aduan Warga, Polda Kepri Amankan 108 Pengguna Narkoba di Batam
    10 jam lalu
    Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
    11 jam lalu
    Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
    11 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    4 jam lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    4 hari lalu
    Pembaca Lansia
    4 hari lalu
    Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
    6 hari lalu
    Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    10 jam lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    2 hari lalu
    Gedung Beringin, Batam
    2 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Situs Sejarah

Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)

Editor Admin 2 jam lalu 108 disimak
Daftar Gambar 1/8
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.20.33
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.22.11
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.17.26
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.14.38
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.12.06
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.09.45
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.00.45
Tanpa judul – 07 September 2026 pukul 09.04.55
  • Nama: Masjid Raja Haji Abdullah
  • Nama lain: Masjid Al Mubaraq
  • Lokasi: Meral Karimun
  • Tahun dibangun: 1301 Hijriah (1883 M.)
  • Bangunan: 242 meter2
  • Lahan: 3600 m2

MASJID Al Mubaraq Karimun, dikenal juga sebagai masjid Raja. Merupakan masjid pertama yang dibangun di wilayah Karimun sekitar tahun 1301 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1883 Masehi. Berada di wilayah Meral. Lokasinya saat ini berada dekat dermaga dan kantor Bea dan Cukai Karimun.

Bentuk bangunan masjid ini sekarang, masih mempertahankan arsitektur tradisional khas Melayu saat awal mula dibangun. Dengan atap empat bumbung pisang sesikat yang menirus di bagian puncaknya. Material asli bangunan masjid ini menggunakan batu bata merah yang didatangkan khusus dari Pulau Buru.

Bentuk bangunan masjid Raja Haji Abdullah/ masjid Al Mubaraq Karimun. © F. Ham – ylgi.org

Dua bukti tertulis tentang tarikh bersejarah itu masih terdapat di Masjid Al-Mubaraq. Bukti tertulis yang pertama berada di dalam Masjid, yakni angka tahun yang dicantum pada kaligrafi haddis dalam lingkaran bermahkota yang menghiasi corak gunungan di atas ‘pintu gerbang’ mimbar tua berukir yang ada di mihrab Masjid Raya Al-Mubaraq.

Kaligrafi haddis dalam lingkaran bermahkota yang menghiasi corak gunungan di atas ‘pintu gerbang’ mimbar tua berukir yang ada di mihrab Masjid Raya Al-Mubaraq. © F. Ham – ylgi.org

Lafas hadis tersebut menurut hasil pembacaan :

“apabila khatib telah naik minbar hendaknya tidak ada seorang pun yang berbicara ; barangsiapa berbicara, sia sialah ibadahnya dan barang siapa yang sia-sia ibadahnya, tak ada ibadah jumat baginya”. Sanah 1301

Makna angka sanah 1301 yang tertulis di mimbar masjid diperkirakan menunjuk pada tarikh pembangunan masjid bila disandingkan dengan angka sanah 1301 pada kaligrafi kedua yang terdapat di atas pintu masuk teras masjid bagian selatan.

Secara garis besar, isi kaligrafi yang ditulis pada papan panjang ini terbagi dua bagian Pertama (kaligrafi utamanya) adalah sebuah hadis tentang keutamaan shalat  dan  kedua (kaligrafi pendukung) adalah tentang nama masjid, nama yang membangun dan tarikh pembangunannya.

Adapun bagian yang kedua, yang tertulis pada kotak paling kiri, tertulis informasi dalam bahasa arab sebagai berikut: 

“hadza al-masjid al-Mubaraq Engku Raja Haji Abdullah, sanah 1301.”

Artinya : Ini al Masjid al Mubaraq Engku Raja Haji Abdullah, dibangun tahun 1301 bersamaan dengan tahun 1883.

Dibangun pada Masa Wakil Kerajaan/ Amir Ketiga

MASJID ini dibangun pada masa pengelolaan wilayah Kepulauan Karimun berada di bawah kendali seorang wakil kerajaan/ Amir ketiga memerintah wilayah Karimun dan bermastautin di Meral.

Masjid Raja Haji Abdullah/ Masjid Al Mubaraq Karimun. © F. Ham – ylgi.org

Dalam catatan dokumen P. Wink (Mededeelingen Van Deafdeeling Bestuurs Zaken Der Buitengewesten Van Het Departemen Van Binnenlandsch Bestuur, Series B No. 3, 1929), masa itu berada pada era kepemimpinan Raja Haji Mohammad bin Raja Haji Abdullah. Dikenali juga sebagai Raja Sulaiman.

Raja Haji Mohammad/ Raja Sulaiman merupakan salah satu anak dari wakil kerajaan pertama di Karimun, Raja Haji Abdullah bin Raja Ahmad. Ia menggantikan wakil kerajaan sebelumnya, Raja Ishak bin Raja Haji Abdullah yang merupakan saudara tuanya dan menginisiasi pembangunan Masjid Raja Haji Abdullah; kini dikenal sebagai masjid Al Mubaraq.

Raja Sulaiman lahir pada tahun 1864 dan meninggal dunia pada 22 Juni 1957.

Makam Raja Mohammad/Raja Sulaiman. Wakil kerajaan III di Karimun yang membangun masjid Raja Haji Abdullah (Masjid Al Mubaraq). © F. Ham – ylgi.org


WAKIL kerajaan pada masa itu merupakan perpanjangan pemerintah pribumi kesultanan Riau Lingga. Pemimpinnya juga biasa dikenali masyarakat sebagai seorang Amir.

Raja Mohammad bin Raja Haji Abdullah merupakan putera wakil kerajaan sebelumnya, Raja Haji Abdullah bin Raja Ahmad. Seorang wakil kerajaan pertama yang memperoleh mandat kekuasaan mengelola wilayah Kepulauan Karimun dari kesultanan Riau Lingga mulai tahun 1857.

Secara formil, wilayah Karimun mulai mengenal wakil kerajaan/ Amir sebagai perpanjangan kesultanan, berdasarkan staatsblad dan kontrak kerjasama antara pemerintah kolonial Belanda dan kesultanan Riau Lingga pada 1 Desember 1857.

Pengaturan tentang sistem pemerintahan pribumi menurut seorang pejabat administrasi kolonial Belanda di Tanjungpinang, P. Wink, resmi diberlakukan setelah pembaharuan kesepakatan kedua pihak pada 1 Desember 1857. Dengan pengaturan itu, posisi penguasa wilayah pribumi, khususnya untuk kelompok Riouw (Bintan, Tandjoengpinang, Batam dan Karimun) mulai ditetapkan.

Perjanjian tersebut ditanda-tangani oleh sultan Suleiman Badrul Alam Syah dengan Residen Belanda di Riouw.

Beberapa isinya adalah tentang penetapan wilayah kekuasaan Sultan dengan kekuasaan Belanda dalam wilayah negeri Riouw Lingga dan daerah taklukan serta pengaturan tata pemerintahannya. (Arsip Nasonal RI; Surat-surat Perjanjian antara Kesultanan Riau dengan Pemerintahan VOC dan Hindia Belanda 1784-1909, Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta, 1970, hal. 90-91)

“Pada masa organisasi pemerintahan pusat ini, hierarki mencapai puncaknya. Perintah penguasa mencapai rakyat biasa melalui pejabat yang berurutan; keluhan atau permintaan disampaikan melalui jalur yang sama kepada Sultan, penguasa bawahan, atau penguasa kerajaan (“berdjindjang naik, bertangga toeroen”). Melewati kepala kampung atau Orang-kaya dianggap sebagai tindakan yang patut disebut (angkara).” (Lihat P. Wink – Mededeelingen Van Deafdeeling Bestuurs Zaken Der Buitengewesten Van Het Departemen Van Binnenlandsch Bestuur, Series B No. 3, 1929)


MASJID Al Mubaraq Karimun ini, pada awalnya lebih dikenal dengan nama Masjid Raja Haji Abdullah. Namanya disematkan oleh wakil kerajaan di Karimun saat itu, Raja Haji Mohammad yang menginisiasi pembangunannya, sebagai penghormatan terhadap Raja Haji Abdullah; wakil kerajaan pertama untuk wilayah Karimun sekaligus ayahnya.

Di sekitar halaman masjid ini, juga terdapat makam-makam tua dari pemimpin Karimun masa lalu;

Makam Raja Ishak bin Raja Haji Abdullah: merupakan anak dari Raja Abdullah (anak dari wakil kerajaan/ amir I di wilayah Karimun), wakil kerajaan kedua untuk wilayah Karimun setelah era kepemimpinan ayahnya. Makamnya terletak di bagian bawah atau sisi samping komplek masjid. Di dekat area makam ini juga dulunya berdiri tapak rumah tempat tinggal Raja Ishak.

Makam Raja Ishak bin Raja Haji Abdullah di komplek masjid Al Mubaraq/ masjid Raja Haji Abdullah Karimun. © F. Ham – ylgi.org

Makam Raja Usman bin Raja Ishak: merupakan wakil kerajaan keempat, setelah era kepemimpinan Raja Haji Mohammad bin Raja Haji Abdullah.

Makam zuriat Raja Haji Abdullah di komplek masjid Al Mubaraq/ masjid Raja Haji Abdullah Karimun. © F. Ham – ylgi.org

Makam Keturunan Keluarga Kerajaan: Selain makam-makam utama di atas; terdapat beberapa makam berukuran lebih kecil di sisi lain komplek, yang merupakan makam dari keturunan serta kerabat dekat keluarga besar Kesultanan Riau-Lingga yang dulu bermastautin di wilayah Meral.

(ham)

Kaitan Amir Karimun, batam, Cagar budaya, karimun, Masjid Al Mubarak, Masjid raja haji Abdullah, sejarah
Admin 7 September 2026 7 September 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Artikel Selanjutnya Lahan Tiga Hektar Di Lagoi Hangus Dilalap Si Jago Merah

APA YANG BARU?

Lahan Tiga Hektar Di Lagoi Hangus Dilalap Si Jago Merah
Artikel 21 menit lalu 52 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 4 jam lalu 161 disimak
Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
Statistik 10 jam lalu 102 disimak
4 Penerbangan RHF Tanjungpinang Batal dan 469 Penumpang Terdampak
Artikel 10 jam lalu 144 disimak
Respon Aduan Warga, Polda Kepri Amankan 108 Pengguna Narkoba di Batam
Artikel 10 jam lalu 129 disimak

POPULER PEKAN INI

Diduga Dampak Karhutla, Langit Batam Mulai Diselimuti Kabut Asap
Artikel 6 hari lalu 435 disimak
BMKG Batam: “Cuaca Kota Batam Awal Bulan September Cerah Berawan”
Artikel 5 hari lalu 335 disimak
Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
Lingkungan 6 hari lalu 307 disimak
Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
Budaya 6 hari lalu 294 disimak
Krisis Air di Batam, Warga Konsumsi Air dari Pipa Pinggir Jalan
Artikel 6 hari lalu 290 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?