ANCAMAN kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menghantui wilayah kerja UPTD Damkar Tanjunguban. Insiden terbaru melanda kawasan Jalan Tanjung Arang dan Jalan Sei Tekah, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, pada Sabtu (5/9/2026) kemarin.
Kepala UPTD Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini menambah panjang deretan kasus karhutla di wilayahnya. Kejaditan tersebut menjadi musibah keempat sepanjang periode September 2026, dengan total luas area yang hangus terbakar mencapai tiga hektar.
Proses pemadaman di lokasi berlangsung sengit dan membutuhkan waktu sekitar lima jam. Laporan karhutla pertama kali diterima petugas sekitar pukul 14.39 WIB, dan amukan si jago merah baru benar-benar berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 WIB.
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, personel Damkar Tanjunguban bahu-membahu menundukkan api bersama perangkat Desa Kuala Sempang dan jajaran PLN Rayon Tanjunguban. Hingga kini, penyebab pasti maraknya karhutla sejak Agustus hingga awal September belum diketahui secara pasti. Petugas kerap menerima laporan warga saat kondisi api sudah membesar dan sulit dikendalikan.
Dari lebih dari 20 titik karhutla yang ditangani di wilayah kerja UPTD Damkar Tanjunguban, seluruh kejadian dipastikan tidak memakan korban jiwa maupun merusak rumah warga. Kejadian kerusakan bangunan sebelumnya hanya tercatat pada kebakaran gerai Alfamart yang terjadi pada Agustus lalu.
Mengingat cuaca panas yang disertai angin kencang masih melanda, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh. Warga diminta tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar serta menghindari aktivitas membakar sampah secara sembarangan. Kesadaran dan kepedulian bersama terhadap lingkungan menjadi kunci utama agar musibah kebakaran serupa tidak kembali terulang.
(nes)


