PEREMPUAN Bangsa (PB) Provinsi Kepulauan Riau menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Sekretariat PB Kepri, Batam, Jumat (11/09/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Wilayah DPW PKB Kepri, Aman S.Pd. MM, Ketua DPC PB Kota Batam, Muslimat NU, Fatayat NU, Pergunu Kepri, PMII Kota Batam, IPPNU, dan KH Ahmad Junaidi sebagai penceramah.
Dalam sambutanya Ketua DPW PB Kepri, Hj. Helmiaty Basri, S.Sos., MAP mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
“Perempuan harus beriman, berilmu, mandiri dan berdaya. Kita tidak ingin perempuan hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut bergerak, berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Helmiaty.
Ia menambahkan, PB Kepri memperkuat kegiatan keumatan melalui Majelis Taklim PB, pengajian rutin, arisan bulanan, serta kelompok Hadrah/Rebana Perempuan Bangsa Kepri. Kelompok tersebut untuk pertama kalinya tampil dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini.
“Kami ingin membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan. Bergerak bersama, berdaya bersama, sehingga kehadiran Perempuan Bangsa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan DPW PKB Kepri yang memberi ruang kepada PB untuk berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu dalam ceramahnya, KH Ahmad Junaidi menekankan pentingnya peran istri di era sekarang dengan berpedoman pada keteladanan istri Rasulullah SAW, Siti Khadijah dan Siti Aisyah.
“Di era sekarang, peran seorang istri harus tetap berpedoman kepada sifat dan keteladanan istri Rasulullah SAW, yaitu Siti Khadijah dan Siti Aisyah,” pesan KH Ahmad Junaidi.
Ia menjelaskan, Siti Khadijah menjadi teladan dalam kesetiaan, dukungan, keteguhan dan pengorbanan. Sementara Siti Aisyah dikenal cerdas, berilmu dan berperan besar dalam meriwayatkan ajaran Rasulullah SAW.
(*)


