RATUSAN buruh PT. Ghim Li Indonesia Batam, mengepung area teras hingga halaman Kantor Wali Kota Batam pada Rabu (16/9) pagi. Mereka menuntut intervensi langsung dari Wali Kota Amsakar Achmad atas gaji mereka yang tertahan di manajemen perusahaan.
Penunggakan hak dasar ini bukan sekadar urusan angka di atas kertas, melainkan menyangkut piring nasi keluarga mereka sehari-hari. Salah seorang pekerja berinisial US, yang telah mengabdi di perusahaan tersebut sejak 2009, menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah bentuk keputusasaan untuk meminta keadilan.
“Meminta bantuanlah. Bagaimana nasib kami ini? Sementara gaji kami tidak dibayar,” ujar US di tengah kerumunan massa.
Para pekerja mendesak Pemko Batam tidak sekadar menjadi penonton, melainkan memberi penegasan dan tindakan nyata kepada manajemen perusahaan. Mereka berharap pemerintah segera memediasi konflik industrial ini agar tidak makin berlarut-larut.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi sambil menantikan kepastian pencairan hak ribuan buruh tersebut.
(dha)


