Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
    4 jam lalu
    Batam Dominan Berawan, BMKG Imbau Waspada Asap Karhutla
    8 jam lalu
    Tim Gabungan Batam Tertibkan Delapan Bangunan Ilegal di Sagulung
    8 jam lalu
    Kualitas Udara Batam Membaik, Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Turun Drastis 50 Persen
    8 jam lalu
    BP Batam Alokasikan Rp665,11 Miliar untuk Infrastruktur dari Pagu Rp2,44 Triliun di 2027
    8 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    4 jam lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    4 jam lalu
    Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
    8 jam lalu
    Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
    2 hari lalu
    Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Puan Tolak Demo Buruh, Buruh Tetap Demo Tolak RUU Ciptaker

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1.5k disimak

“Puan menyarankan para buruh tak demo lagi menentang RUU Ciptaker. Para buruh merasa saran tersebut tak perlu diikuti”

KETUA DPR RI Puan Maharani meminta serikat buruh tak lagi berdemonstrasi untuk menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker). Sebab demonstrasi, katanya, “berpotensi menimbulkan kemacetan, mengganggu kenyamanan masyarakat lain, dan jadi klaster penyebaran COVID-19.

“Sebagai gantinya, Puan, politikus dari PDIP, meminta para buruh menyampaikan pendapat “secara legal dan formal” lewat dialog langsung ke DPR, yang menurutnya “merupakan rumah rakyat” dan selalu “membuka pintu bagi kelompok buruh untuk menyampaikan aspirasi dengan mendata berbagai persoalan terkait RUU Cipta Kerja.” demikian katanya dalam rilis, Selasa (25/8/2020).

Dikutip dari tirto.id, Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBPL) Jumisih mempertanyakan mengapa serikat buruh dianjurkan tak turun ke jalan untuk protes.

Di alam demokrasi, kata Jumisih, kebebasan berekspresi tak bisa dihambat. Ia lantas mengkritik balik Puan yang beralasan demonstrasi mengganggu ketertiban.

“Kalau buruh menyampaikan aspirasi terus dianggap mengganggu ketertiban masyarakat,” kata Jumisih saat dihubungi wartawan Tirto, Rabu (26/8/2020) siang, “lalu DPR yang membuat UU yang melanggar HAM dan hajat hidup rakyat Indonesia disebut apa?”

Puan juga lupa bahwa demonstrasi adalah cara menyampaikan pendapat secara legal dan formal. Ia dilindungi konstitusi, kata Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos.

Pasal 28E ayat (3) UUD 194 tegas menyatakan “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Sementara Pasal 24 ayat (1) UU HAM menyebut: “Setiap orang berhak untuk berkumpul, berapat, dan berserikat untuk maksud-maksud damai.”

Nining mengatakan penolakan terhadap RUU Ciptaker tetap kudu digencarkan dan “perjuangan di jalanan akan terus dilakukan”, alih-alih mengikuti saran Puan untuk dialog saja, selama “pemerintah da DPR RI hanya sekadar bermanis-manis.

“Yang dimaksud Nining dengan “sekadar bermanis-manis” adalah saat pemerintah dan DPR mengelabui buruh dan kelompok masyarakat sipil lain.

Misalnya dalam pertemuan di Kementerian Ketenagakerjaan pada 29 Januari lalu. Di sana hadir puluhan perwakilan serikat buruh. Alih-alih membahas peraturan ini bersama, pemerintah sekadar memberikan sosialisasi.

Seorang ketua serikat mengatakan dalam pertemuan yang hanya berlangsung satu jam itu “kebanyakan mereka (pemerintah) yang presentasi.”

Merasa tak dihargai, beberapa orang walk out.

Nining menilai sosialisasi tanpa ada dengar pendapat dan pembahasan bersama seperti itu hanya akan jadi alat legitimasi pemerintah: seolah-olah RUU Ciptaker dibahas bersama dan disetujui kaum buruh.

“Pencatutan nama pun terjadi, padahal sejak awal sampai drafnya diserahkan ke DPR, kami tidak tahu. Diundang sosialisasi dan ajakan pembahasan setelah sudah diserahkan ke DPR,” katanya saat dihubungi wartawan Tirto, Rabu (26/8/2020) pagi.

“Serikat diundang itu setelah ada demo, kalaupun diundang sangat mendadak, sekadar formalitas saja dan undangan sudah mendekati rampungnya draf RUU.” “Bagaimana mungkin itu bisa sesuai kehendak rakyat [kalau] sejak dari awal saja sudah tidak ada partisipasi dari berbagai sektor,” tambahnya.

Hal serupa terulang pada 16 Juli lalu, kata Nining. Saat itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas menerima perwakilan buruh dan koalisi masyarakat sipil serta mahasiswa di Senayan.

Di sana Dasco berjanji tak akan ada pembahasan RUU Ciptaker saat masa reses. Namun, janji tinggal janji. Pembahasan RUU Cilaka tetap dilaksanakan saat masa reses, ketika anggota dewan seharusnya turun ke dapil masing-masing.

“16 Juli sudah jelas-jelas pimpinan DPR dan Baleg (Badan Legislasi DPR) bilang tidak ada sidang, rapat-rapat di masa reses, faktanya sangat intensif pembahasannya,” katanya.

Nining lalu menegaskan RUU Ciptaker, yang disusun dengan metode Omnibus Law, tetap harus ditolak karena tak hanya menyangkut masalah ketenagakerjaan yang paling dekat dengan kehidupan para buruh, tetapi sektor lain. Salah duanya masalah lingkungan dan pendidikan.

RUU Ciptaker dikritik banyak pegiat di berbagai sektor persis karena itu. Di ranah lingkungan, selain karena akan memperparah kerusakan ekologis, produk sapu jagat itu akan semakin meminggirkan perempuan.

Di sektor pendidikan juga demikian. RUU Ciptaker mengubah banyak pasal penting dalam UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), terutama terkait pemalsu ijazah dan gelar yang dianggap bukan lagi tindakan pidana.

“Omnibus law bukan hanya menyangkut kaum buruh semata, tapi menyangkut hak dasar rakyat mayoritas. Omnibus law banyak mengatur sektor-sektor lain, jadi tidak boleh juga menghilangkan hak-hak dasar rakyat lain,” kata Nining, menegaskan bahwa yang KASBI tolak adalah RUU Ciptaker secara keseluruhan, bukan klaster ketenagakerjaan saja.

Pun dengan FBLP. Jumisih mengatakan klaster-klaster di dalam RUU Ciptaker tak bisa dipisahkan satu sama lain, sebagaimana “dinamika kehidupan buruh bersinggungan juga dengan manusia lain serta alam dan lingkungan.”

“Kalau kondisi buruh baik, misalnya, tapi kondisi alam rusak, bagaimana kelangsungan hidup buruh dan keluarga dalam semesta ini?”

*(Zhr/GoWestId)

Sumber : tirto.id

Kaitan buruh, DPRRI, Puan Maharani, RUU Omnibus Law, top
Redaksi 27 Agustus 2020 27 Agustus 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya BPJAMSOSTEK Serahkan Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah
Artikel Selanjutnya Polisi Singapura Tembak 2 Kali Seorang Pria Di Fullerton – Esplanade Road

APA YANG BARU?

Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
Artikel 4 jam lalu 93 disimak
143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
Pendidikan 4 jam lalu 88 disimak
Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
Ragam 4 jam lalu 79 disimak
Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
Catatan Netizen 8 jam lalu 118 disimak
Batam Dominan Berawan, BMKG Imbau Waspada Asap Karhutla
Artikel 8 jam lalu 117 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 4 hari lalu 428 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 5 hari lalu 392 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 5 hari lalu 343 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 5 hari lalu 328 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 3 hari lalu 324 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?