Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Gubernur BI Mendadak Mundur, Prabowo Siapkan Kepres Pemberhentian
    4 jam lalu
    Aniaya Seorang Warga Hingga Meninggal, Seorang Anggota Denpom jadi Tersangka
    16 jam lalu
    Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Ringkus Pria Pemeras 10 Anak di Mantang
    1 hari lalu
    Penuh Tawa dan Nostalgia, Mantan Pegawai Pemko Batam Sambut HUT RI ke-81 di Taman Kolam
    1 hari lalu
    KKP dan BP Batam Bangun Kerjasama Permudah Layananan Sertifikasi Mutu Hasil Laut
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
    19 jam lalu
    Bungkam China 22-9, Belanda Juara FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026
    2 hari lalu
    Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental
    4 hari lalu
    31 Tim Basket 3×3 Internasional Mulai Berlaga di Batam Hari ini
    4 hari lalu
    KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    6 hari lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    3 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    3 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Pemerintahan Batin di Perairan Batam Pada Masa Silam

Editor Admin 3 tahun lalu 1.2k disimak

PEMERINTAHAN oleh Batin di wilayah Batam pada masa sebelum kolonial Belanda adalah suatu sistem pemerintahan tradisional Melayu yang disebut dengan “adat”. Adat ini mencakup banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk pemerintahan, agama, kebudayaan, dan adat istiadat.

Batin merupakan figur penting yang memiliki peran dalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat di sekitar perairan Batam pada masa lalu. Mereka umumnya dikenal sebagai pemimpin atau tokoh adat yang dipilih dari kalangan masyarakat setempat untuk memimpin dan mengatur urusan adat dan kehidupan masyarakat di wilayah masing-masing.

Seorang Batin adalah seorang pemimpin lokal yang dipilih oleh masyarakat setempat dan diberi kepercayaan untuk memimpin wilayahnya. Tugas utama seorang Batin adalah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, mengatur pembagian tanah, menyelesaikan sengketa, serta menyelesaikan masalah-masalah sosial dan budaya di wilayah mereka.

Selain itu, seorang Batin juga bertanggung jawab atas pemerintahan di wilayahnya, termasuk memungut pajak dan menyediakan kebutuhan dasar seperti air, pangan, dan pakaian bagi penduduk. Batin juga berperan sebagai pemimpin adat dan agama, serta menjaga kesatuan dan keharmonisan masyarakat di wilayahnya.

Sistem pemerintahan oleh Batin ini, banyak diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia pada masa silam. Khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki sejarah dan budaya Melayu yang kuat.

Sejarah Pulau Batam sebelum masa kolonial Belanda, tidak tercatat secara rinci. Informasi lebih banyak disampaikan secara turun temurun secara lisan. Namun, beberapa sumber seperti buku “Sejarah Kepulauan Riau” karya R. Ali Wardhana dan beberapa buku sejarah lainnya yang membahas tentang Kesultanan Johor-Riau dan wilayah-wilayah kekuasaannya termasuk Batam menyebut, pada masa Kesultanan Johor-Riau, Pulau Batam sudah dibagi menjadi beberapa wilayah kecil yang dipimpin oleh seorang Batin.

Beberapa Batin yang pernah memimpin di wilayah Batam pada masa lalu di antaranya adalah Batin Abdul Karim, Batin Amir, dan Batin Kecik.

Pada tahun 1824, ketika Belanda dan Inggris menandatangani perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian London yang mengatur pembagian wilayah kekuasaan di Asia Tenggara, wilayah Kesultanan Johor-Riau, termasuk Pulau Batam, dikuasai oleh Belanda.

Kondisi itu berpengaruh pada sistem tata pemerintahan masyarakatnya. wilayah perairan dan pulau sekitar Batam saat itu diatur oleh wedana atau kepala daerah yang ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda. Wedana bertanggung jawab atas administrasi dan keamanan wilayah mereka.

Sementara pemerintahan adat Batin tetap diakui dan memegang peranan penting dalam pemerintahan di masyarakat. Mereka berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah kolonial dalam mengatur dan menjaga keamanan di wilayahnya. Beberapa Batin terkenal yang memimpin di Batam pada masa kolonial Belanda antara lain Batin Sulaiman, Batin Miskin, dan Batin Harun.

Pemerintahan adat ini bahkan terus hidup dan diakui pada masa awal penjajahan Belanda. Sebelum diberlakukannya IGOB (Inlandsche Gemente Ordonantie Buitengewesten), yaitu peraturan pemerintahan desa di luar Jawa dan Madura, memang sudah dikenal pemerintahan setingkat desa dengan nama Marga atau Batin.

Hal itu diatur menurut Ordonansi Desa 1906.

Di wilayah yang maju berdasarkan ordonansi itu, ditetapkan marga dan batin diberi hak otonomi yang meliputi bidang pemerintahan umum, pengadilan, kepolisian, dan sumber keuangan. Pemerintahan adatnya juga dibantu oleh juru tulis dan Kepala Pesuruh Marga atau Batin.

Di sekitar wilayah pulau Rempang dan Galang, seorang Batin yang cukup dikenal oleh masyarakat bernama Batin Bidin. Salah satu keturunannya sempat menjabat di posisi birokrat pemerintahan kota Batam sampai beberapa tahun lalu, Muslim Bidin.

Rahman, seorang Ketua RW di Tanjung Gundap, Batam yang sempat ditemui tim GoWest Indonesia beberapa waktu lalu juga mengakui adanya model pemerintahan adat seperti itu pada masa silam.

Walaupun tidak sama persis karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, secara umum pemerintahan oleh para Batin dikenal oleh masyarakat Kepulauan Riau, bahkan hingga ke Riau dan Jambi.

“Batin terakhir yang saya ingat di sekitar sini, namanya Batin Bidin”, kata Rahman.

Pada perkembangan selanjutnya setelah kemerdekaan Indonesia, secara umum, pemerintahan oleh para Batin ini mulai diubah menjadi pemerintahan Desa.

Walau begitu menurut Rahman, model dan tata cara pengelolaannya, masih banyak yang mengadopsi pemerintahan batin. Misalnya tentang penetapan para pemimpinnya yang tetap didasarkan pada orang yang memiliki keilmuan/ batin lebih tinggi dan keturunannya untuk memerintah dan dijalankan dengan landasan adat Melayu-Islam.

”Seperti itu masih ada di sini sampai pemerintahan zaman orde baru, pak Soeharto. Setelah pak Soeharto itu, tak ada lagi, diganti menjadi lurah. Pemimpinnya dikirim (ditunjuk, pen) oleh pemerintah,” terang Rahman.

(ham)

Kaitan batam, batin, pemerintahan, Tradisional
Admin 16 Februari 2023 16 Februari 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 4 Fakta Tentang Perekonomian kota Batam
Artikel Selanjutnya Aturan Publisher Rights Terbit Maret, Dorong Platform Kerjasama dengan Penerbit

APA YANG BARU?

Gubernur BI Mendadak Mundur, Prabowo Siapkan Kepres Pemberhentian
Artikel 4 jam lalu 81 disimak
Aniaya Seorang Warga Hingga Meninggal, Seorang Anggota Denpom jadi Tersangka
Artikel 16 jam lalu 78 disimak
Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
Sports 19 jam lalu 174 disimak
Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Ringkus Pria Pemeras 10 Anak di Mantang
Artikel 1 hari lalu 145 disimak
Penuh Tawa dan Nostalgia, Mantan Pegawai Pemko Batam Sambut HUT RI ke-81 di Taman Kolam
Artikel 1 hari lalu 145 disimak

POPULER PEKAN INI

ABH Lakukan Penyambungan Pipa Air, Berikut Wilayah yang Akan Terdampak
Artikel 6 hari lalu 835 disimak
KKP Lebur 11 Politeknik Menjadi Satu Bernama Institut Kelautan Indonesia
Pendidikan 5 hari lalu 346 disimak
BP Batam Rekonstruksi Total Jalan Gajah Mada Mulai 25 Juli, Arus Dialihkan
Artikel 2 hari lalu 313 disimak
Kemenkeu Berikan Insentif Pajak 0% Selama 50 Tahun Untuk Investor di PFII
Artikel 3 hari lalu 297 disimak
Diduga Puting Beliung Sapu Kawasan PT VME Batu Ampar, Sejumlah Bangunan Rusak
Artikel 5 hari lalu 297 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?