Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Ribuan Warga Terdampak Perubahan Desil Ajukan Perubahan Data
    23 jam lalu
    Asap Karhutla Sumatra Sampai ke Kepri hingga Singapura & Malaysia
    23 jam lalu
    Rp3,77 Miliar Bantuan Alat Tangkap untuk 210 Nelayan di Batam
    1 hari lalu
    Layanan Air Bersih di Batam Memburuk, Ombudsman Kepri Turun ke Lapangan
    1 hari lalu
    Juli 2026: Turis Asing ke Batam Turun 10,78 Persen
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    3 hari lalu
    Pembaca Lansia
    3 hari lalu
    Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
    5 hari lalu
    Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
    5 hari lalu
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 2)
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tanjung Lamun, Batam
    17 jam lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    22 jam lalu
    Gedung Beringin, Batam
    2 minggu lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    3 minggu lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

Rengkam, Tumpuan Nelayan Saat Cuaca Buruk

Pecong; Pucung Penanda Pulau (2)

Editor Admin 1 tahun lalu 1k disimak
Suasana pemukiman warga pulau Pecong di pinggir laut, © bintorosuryo.com. Disediakan oleh GoWest.ID

GOOGLE menandainya dengan nama Pecom. Sementara nama yang dikenal orang di Kepulauan Riau adalah Pecong atau Pecung. Letaknya berhampiran pulau Bulan yang dijadikan lokasi industri peternakan babi.

Oleh : Bintoro Suryo


PULAU kecil ini jarang terpublikasi, walau dihuni sekitar 400 lebih kepala keluarga. Sudah ada fasilitas pendidikan yang memadai di sini. Mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Masing-masing satu unit, tapi cukup untuk membuat generasi muda di pulau ini tidak ketinggalan ilmu pengetahuan.

“Assalamualaikum pak”, sapa Sania pada seorang pria paruh baya di pulau Pecong. Rumahnya berada di atas laut, ditopang pelantar yang terbuat dari kayu-kayu.

“Walaikumsalam, mari, mari. Singgah”, kata sang pria ramah. Kemudian, kami mengenalnya sebagai pak Bakar. Ia mempersilahkan kami duduk di serambi rumahnya yang langsung berhadapan dengan laut.

Sania dan pak Bakar di serambi rumahnya, © bintorosuryo com

Pak Bakar, warga asli pulau Pecong. Hampir seluruh usianya dihabiskan di pulau kecil ini. Usianya sekarang 64 tahun.

“Isteri saya orang Sunda”, katanya.

“Ketemu dimana?” tanya saya heran.

“Ya di sini”, katanya terkekeh.

Pak Bakar yang ramah bercerita, isterinya merantau hingga akhirnya sampai di pulau kecil ini. Jodoh memang sulit ditebak, mereka berkeluarga dan sama-sama tinggal di pulau ini.

Baginya, Pecong adalah tumpah darah. Ia tidak punya niat meninggalkan pulau ini. Sehari-hari, pak Bakar mewarisi aktifitas turun temurun dari orangtuanya, bergumul dengan lautan sebagai nelayan.

“Ke lautnya kapan?”, tanya Sania polos.

“Tak tentu lah, tergantung air pasang surut. Kalau pasangnya malam, malam lah kita melaut. Kalau angin sedang kuat, istirahat sajalah di rumah. Paling mencari Rengkam (sejenis rumput laut, pen), banyak di sini”, katanya terkekeh lagi.

Sejak warga pulau Pecong tau nilai ekonomis rengkam, saat ini menurutnya, hampir 30 persen warga di sini juga beraktifitas sebagai pencari Rengkam di laut. Proses pengambilan rengkam terbilang tidak sulit. Warga seperti pak Bakar tinggal mendayung sampan di pesisir pulau. Kemudian, satu per satu rumput rengkam yang ditemui, diambil dan dinaikan ke atas perahu mereka. Rengkam-rengkam yang didapat, kemudian dijemur di tiang-tiang yang sudah disiapkan di sepanjang rumah-rumah warga atau pesisir pantai. Selanjutnya, warga tinggal menjualnya ke pengumpul untuk mendapatkan pendapatan mereka.

Sania sedang membaui Rengkam yang baru saja diambil dari laut di pulau Pecong. © bintorosuryo.com

Rumput laut yang diambil warga di sini, biasa ditemukan tumbuh di batu-batu karang di sepanjang pesisir pulau. Banyak juga yang hanyut dari tengah laut hingga ke pinggir-pinggir pantai. Warga tinggal mengambilnya.

“Kalau dulu, Rengkam tu bikin susah nelayan seperti kami ni. Jaring sering dibuatnya sangkut, perahu-perahu kami terutama yang bermotor juga sering dibuatnya susah. Tapi, sekarang Rengkam jadi berkah buat kami, apalagi saat cuaca di laut sedang buruk”, kata pak Bakar.

Aktifitas memanen rengkam di laut, tidak hanya dilakukan oleh kaum pria saja di sini. Kelompok ibu-ibu juga terlibat membantu.

“Kalau lagi banyak pernah sampai 800 kilo satu minggu,” katanya.

Sebelum dikenal memiliki nilai ekonomis, Rengkam atau sargasum, dianggap sampah laut oleh masyarakat pesisir. Setelah dipanen, proses pengeringannya juga terbilang tidak rumit. Asal terjemur sempurna di bawah sinar matahari langsung, Rengkam yang dipanen warga, sudah bisa dibawa ke pengumpul, untuk selanjutnya diolah menjadi berbagai bahan.

Rengkam yang sedang dijemur di pulau pesisir Batam. © bintorosuryo.com

Harga rengkam kering per kilogramnya, bisa dijual dengan harga Rp 1.700 hingga Rp. 1.800. Pendapatan yang bisa diraih warga dari usaha mengumpulkan rengkam-rengkam di laut, bisa mencapai Rp. 2 juta hingga Rp. 4 juta per bulan, tergantung banyaknya hasil yang dipanen dan dijual ke pengumpul.

Selain mendapatkan uang, aktifitas mengumpulkan Rengkam di laut juga membantu aktifitas nelayan dan kapal-kapal yang melintas karena jala atau pukat yang ditebar atau kipas motor tidak lagi terganggu dengan rengkam.

(*)

Bersambung, Selanjutnya : Pucung yang bikin Mabuk Kepayang – Pecong; Pucung Penanda Pulau (3)
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com

Kaitan batam, Catatan, Humaniora, kepri, Kepulauan, pesisir, Pucung, pulau pecong, Rengkam, riau
Admin 23 Maret 2025 23 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 733 Orang Masuk DCT Pemilu DPRD Batam 2024
Artikel Selanjutnya 16 Lokasi Diselidiki 50 Personil Polisi Terkait Judi, Hasilnya Nihil

APA YANG BARU?

Tanjung Lamun, Batam
Wilayah 17 jam lalu 79 disimak
Gunung Kijang, Bintan
Wilayah 22 jam lalu 97 disimak
Ribuan Warga Terdampak Perubahan Desil Ajukan Perubahan Data
Artikel 23 jam lalu 142 disimak
Asap Karhutla Sumatra Sampai ke Kepri hingga Singapura & Malaysia
Artikel 23 jam lalu 165 disimak
Rp3,77 Miliar Bantuan Alat Tangkap untuk 210 Nelayan di Batam
Artikel 1 hari lalu 132 disimak

POPULER PEKAN INI

Diduga Dampak Karhutla, Langit Batam Mulai Diselimuti Kabut Asap
Artikel 5 hari lalu 401 disimak
BMKG Batam: “Cuaca Kota Batam Awal Bulan September Cerah Berawan”
Artikel 4 hari lalu 308 disimak
Pasokan Anggur Lokal di Bintan Jadi Peluang Petani
Lingkungan 5 hari lalu 295 disimak
Lomba Jong di Pantai Wan Seri Beni Bintan
Budaya 5 hari lalu 288 disimak
Krisis Air di Batam, Warga Konsumsi Air dari Pipa Pinggir Jalan
Artikel 5 hari lalu 283 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?