Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
    18 jam lalu
    Modus Licik Karyawan PT Satnusa Curi 47 Chip Core i5 & i7, Sembunyikan di Casing HP
    19 jam lalu
    Awal Oktober ini Kabut Asap Masih Menyelimuti Wilayah Batam dan Kepri
    20 jam lalu
    58.139 Jiwa Warga Batam Masuk Kategori Miskin pada 2026
    20 jam lalu
    Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    14 jam lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    17 jam lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    24 jam lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    2 hari lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    1 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    3 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    3 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Kandungan Emas Indonesia di Bengkulu

Editor Redaksi 10 tahun lalu 5.7k disimak
Foto : bengkuluekspress.com

BARU-BARU ini ditemukan kandungan emas yang sangat melimpah melebihi kandungan emas yang ada di Freeport, Papua, yakni di Provinsi Bengkulu.

Para ahli geologi yang berasal dari Inggris menyatakan bahwa kandungan emas di daerah itu melebihi satu juta ounces atau lebih dari 28 ton emas. Dan potensi ekonomi tersebut terkubur di kawasan hutan lindung, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Menurut Sekertaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu Oktaviano, mengatakan potensi emas itu belum bisa digali karena kendala izin pinjam pakai lahan yang masih termasuk kawasan hutan lindung dan berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Barisan.

“Sudah ada satu perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri yang mengajukan izin eksplorasi, tetapi belum kami proses sebab sebagian besar lahan ada di kawasan yang dikuasai negara,” kata Oktaviano dikutip dari News.xcoid.com, Rabu 28 September 2016.

Untuk saat ini, sudah ada dua perusahaan yang mengajukan izin eksplorasi ke Dinas ESDM Bengkulu. Dua perusahaan adalah PT Energi Swa Dinamika Muda dan juga PT Prima Persada Utama. Bahkan salah satu di antaranya mengajukan izin untuk mengeksplorasi lintas provinsi.

“Kami bakal sangat berhati hati, karen selain mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi, persoalan izin tambang apalagi tambang emas ini berisiko tinggi dan bisa memicu konflik yang sangat luas,” kata dia menambahkan.

Emas Monas dari Bengkulu

Bengkulu memang dikenal sebagai wilayah penghasil emas pada zaman penjajahan Inggris. Salah satu buktinya adalah emas yang ada di puncak Monumen Nasional. Tak banyak yang tahu bahwa ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monas adalah sumbangan dari seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya di Indonesia, yaitu Teuku Markam.

Teuku Markam mengambilnya dari sebuah desa di kawasan Bengkulu, yakni Desa Lebong Tandai. Dikutip dari Levinos,  jauh sebelum perusahaan emas Freeport berkuasa, daerah ini sudah dijuluki sebagai Batavia Kecil karena posisinya yang amat penting dalam pemerintah kolonial saat itu.

Lebong Tandai adalah salah satu desa di kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu, Indonesia. Desa ini dialiri oleh Sungai Lusang yang cukup jernih dan terdapat Bendungan bernama “Tokorotan” yang dibangun kolonial Belanda.

Dikutip wikipedia, Kebutuhan listrik di Lebong Tandai terpenuhi selama 24 jam oleh sebuah turbin air peninggalan Belanda yang secara swadaya dipelihara perawatannya.

Rata-rata setiap tahun tambang emas Lebong Tandai menghasilkan1 ton emas. Pada 1937, misalnya, produksi emas Lebong Tandai mencapai 1.095.538 gram. Periode 1900-1940 mungkin menjadi masa keemasan tambang ini karena mampu memproduksi 72% dari semua emas Netherlands East Indies yang totalnya mencapai 123 ton.

“Jika tambang emas selama ini beroperasi, potensinya bisa saja melebihi produksi emas yang dihasilkan dari Freeport,” kata Oktaviano. ***

Kaitan bengkulu, cadangan, Emas, freeport
Redaksi 29 September 2016 29 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rupiah Kita Perkasa
Artikel Selanjutnya Suku Koroway, Suku Rumah Pohon di Papua

APA YANG BARU?

FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
Sports 14 jam lalu 108 disimak
Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
Sports 17 jam lalu 158 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 18 jam lalu 358 disimak
Modus Licik Karyawan PT Satnusa Curi 47 Chip Core i5 & i7, Sembunyikan di Casing HP
Artikel 19 jam lalu 360 disimak
Awal Oktober ini Kabut Asap Masih Menyelimuti Wilayah Batam dan Kepri
Artikel 20 jam lalu 233 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 6 hari lalu 655 disimak
Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 1 hari lalu 633 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 6 hari lalu 578 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 3 hari lalu 549 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 4 hari lalu 488 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?