Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Amsakar Bareng Li Claudia Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang
    21 jam lalu
    12 Unit Bangunan Rumah Terbakar di Pantai Stres Batu Ampar Batam
    22 jam lalu
    Tiga Pelaku Calo Tiket Roro Telaga Punggur Diringkus Polisi
    23 jam lalu
    Tinjau Arus Mudik di Batu Ampar, Gubernur Kepri Pastikan Kenyamanan Pemudik
    2 hari lalu
    Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemko Batam Gelar Pawai Takbir Keliling
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    2 hari lalu
    Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
    2 hari lalu
    Bassist God Bless, Donny Fattah Gagola Meninggal Dunia
    1 minggu lalu
    Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 16 Tahun
    1 minggu lalu
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    3 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    4 hari lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 minggu lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    1 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Lebih Dekat dengan Vassa Mustikahati, Anak Batam Peraih Beasiswa di Oxford University

Editor Admin 4 tahun lalu 1.8k disimak

MENGENYAM pendidikan di kampus ternama dunia, bisa jadi merupakan mimpi yang ingin digapai generasi muda saat ini. Namun tahukah, salah satu anak kelahiran Batam ternyata ada yang mendapat beasiswa penuh dari pemerintah untuk studi di University of Oxford, kampus bergengsi dunia di Inggris. Siapa dia?

Perkenalkan, dia adalah Vassa Mustikahati, anak asli Melayu, Kota Batam, Kepulauan Riau. Pada bulan Maret 2022, ia diterima pada program Master of Science in Education (Child Development and Education) di University of Oxford, Inggris.

Di bulan Juli 2022, ia diinyatakan lolos seleksi Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diberikan oleh Kementerian Keuangan RI untuk mendukung perkuliahannya selama di Oxford yang akan dimulai bulan Oktober 2022 mendatang.

Sebelumnya, ia mengenyam pendidikan program kelas internasional Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) dan The University of Queensland (UQ), Australia.

“Saya menyelesaikan 2 tahun pertama perkuliahan saya di UI dan 2 tahun terakhir di UQ,” kata mahasiswi kelahiran Bandung, 25 Maret 1999 tersebut.

Selama berkuliah di UI, ia banyak mengikuti kepanitiaan dan organisasi di kampus, salah satunya ikut bergabung pada organisasi paguyuban mahasiswa asal Kepulauan Riau, yaitu Anak Awak UI. Selain di kampus, ia juga banyak mengikuti aktivitas di luar kampus.

“Di tahun kedua perkuliahan, saya sempat mengikuti Asia Youth Cultural Exposure di Bangkok, Thailand dan tim saya mendapatkan penghargaan Best Presentation. Sempat juga menjadi relawan dengan mengajar anak-anak kurang mampu di Jakarta,” terang anak bungsu dari pasangan Hardi S Hood dan Kustrini.

Pengalaman luar biasa tersebut meningkatkan minatnya pada bidang pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Saya menyelesaikan kuliah dengan nilai yang baik dan juga aktif berorganisasi, saya mendapatkan beasiswa penuh dari The University of Queensland selama periode perkuliahan saya di sana,” ucap alumni SMAS Djuwita National Plus Batam ini.

Selama berkuliah di UQ, ia banyak mengisi waktu yang bermanfaat melanjutkan menjadi relawan untuk berbagai acara kampus dan mengikuti internship secara online dari Indonesia.

Ia mendapat apresiasi ‘Excellence in Volunteering’, ‘Employability Award’, dan UQ Future Leader dari pihak kampus atas keaktifannya pada kegiatan nonakademik baik di dalam maupun di luar kampus.

“Saya juga dapat menyelesaikan kegiatan akademik saya dengan baik dan mendapatkan penghargaan ‘Dean’s Commendation for Academic Excellence’ pada semester akhir studi saya di UQ,” ungkap mahasiswi 23 tahun ini.

Berkat ketekunannya, ia lulus dari UQ dengan predikat Distinction, dan lulus dari UI dengan predikat Cum Laude pada bulan September tahun 2021.

Vassa, panggilan akrabnya, mengaku sangat bersemangat menempuh pendidikan di kampus terbaik dunia, baik di dalam maupun luar negeri karena terinsipirasi dari sang ibu. Pasalnya, sang ibu juga menempuh pendidikan S2 saat ia berada di dalam kandungan.

“Ibu saya mengandung anak bungsunya yaitu saya sambil menempuh pendidikan Magister Pendidikan Luar Sekolah di Bandung, yang mungkin tanpa saya sadari ikut memacu semangat saya untuk berpendidikan tinggi,” ucapnya.

Selain menjadi relawan Inspiration Factory Foundation, di kota asalnya ia mengabdikan ilmunya di TK Nabilah Batam selama kurang lebih satu bulan. Pengalaman ini meningkatkan minatnya di bidang PAUD.

“Saat ini, saya sedang bekerja sebagai Early Childhood Specialist di Buumi Playscape, Jakarta. Disini juga saya mendapatkan banyak ilmu tentang pendidikan anak usia dini, banyak membuat kurikulum berbasis bermain untuk anak, dan media pembelajaran lainnya untuk anak usia dini,” sebutnya.

Ia mengaku tidak pernah bermimpi dapat berkuliah di University of Oxford, karena rasanya hal itu tidak akan pernah terjadi. Namun, di dalam hatinya selalu membara keinginan untuk mengenyam pendidikan S2 pada bidang Child Development, karena kecintaanya terhadap PAUD.

“Saya percaya pendidikan anak usia dini sangat penting untuk mendukung kemampuan dan minat belajar pada jenjang pendidikan selanjutnya. Untuk mendukung pendidikan anak usia dini, diperlukan ilmu tentang perkembangan anak yang menyesuaikan dengan tumbuh kembangnya,” terangnya.

Ia percaya, generasi penerus bangsa harus mendapatkan kualitas pendidikan yang terbaik. Untuk itu, juga harus mendapatkan ilmu dari universitas yang terbaik untuk bisa mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Sebelum diterima di Oxford, wanita berhijab ini melakukan riset terkait universitas yang menyediakan program bidang Child Development. Kampus tersebut yakni University of Oxford dan University College London (UCL).

“Saya akhirnya jatuh cinta dengan kurikulum yang mereka tawarkan kepada mahasiswanya. Saya pun memberanikan diri untuk mendaftar pada kedua universitas terbaik dunia ini. Meskipun saat itu rasanya kemungkinan diterimanya sangat kecil, saya bertekad untuk tetap mencoba. Alhamdulillah saya diterima di kedua universitas ini,” ungkapnya.

Di tengah proses aplikasi untuk program S2 ini, ia dihadapkan dengan hal-hal yang terjadi di luar kendalinya. Dari mulai meragukan kemampuan diri sendiri, mengkhawatirkan hal buruk di masa depan yang belum tentu terjadi, hingga terlalu memaksakan diri untuk menjadi sempurna. Ia dihadapkan dengan berbagai rasa keraguan dan ketakutan akan penolakan.

Namun, berkat dukungan penuh dari keluarga dan kerabat dekatnya, akhirnya ia.berhasil mengumpulkan keberanian untuk melawan keraguan dalam dirinya tersebut.

Alasan pertama dan yang paling utama ia memilih University of Oxford adalah bidang ilmu yang ingin ia pelajari lebih dalam, dapat didukung dengan baik di universitas yang masuk peringkat nomor dua terbaik dunia versi QS World University Rankings 2022 tersebut. Kampus di mana artis Maudy Ayunda juga pernah mengenyam pendidikan tersebut, juga memiliki kurikulum yang sangat komprehensif dan aplikatif. Selain itu, jumlah murid yang diterima pada program ini juga sangat sedikit, hanya 16 orang.

Selain itu, University of Oxford juga dikenal sebagai universitas yang memiliki tradisi yang sangat unik. Selain kegiatan akademik yang sangat menarik untuk dipelajari, Oxford juga menunjang kegiatan non-akademik lainnya untuk diikuti oleh peserta didiknya.

“Mahasiswa yang diterima juga sangat beragam dan berasal dari negara yang berbeda-beda, dengan pengalaman mereka masing-masing. Saya berharap dapat bertukar pikiran dengan teman-teman berbagai negara dan juga mahasiswa dari Indonesia lainnya,” terangnya.

Tak lupa, ia memberikan tips kepada anak muda Batam khususnya dan Kepri pada umumnya agar bisa lulus di kampus impian. Menurutnya, hal yang penting untuk dilakukan yakni jangan takut untuk mencoba dan jangan pernah membiarkan orang lain mematahkan mimpi tersebut. Di manapun berada, usahakan untuk memberikan yang terbaik. Hal yang terpenting adalah bagaimana bisa berproses menjadi versi terbaik bagi diri sendiri.

“Dalam prosesnya, jangan lupa untuk selalu mengapresiasi diri sendiri atas semua hal yang sudah kita lewati. Meskipun ada kemungkinan dihadapkan dengan hasil yang tidak sesuai, kita juga harus memiliki keterampilan untuk menghargai segala sesuatu yang telah kita upayakan,” katanya.

Awalnya, ia memilih jurusan Psikologi karena ketertarikannya untuk memiliki pekerjaan yang bisa berinteraksi langsung dengan orang lain. Psikologi adalah jurusan yang berfokus pada studi ilmiah tentang perilaku individu dan kolektif, dasar perilaku fisik dan lingkungan, serta analisis dan penanganan masalah dan gangguan perilaku. Ilmu Psikologi berorientasi pada manusia dan mempelajari lebih dalam tentang pola perilaku manusia dan bagaimana cara pikiran bekerja.

“Keinginan saya untuk mempelajari lebih dalam tentang Psikologi juga berangkat dari mimpi saya untuk bisa memiliki pekerjaan yang bermanfaat untuk masyarakat luas,” ucapnya.

Selama menjalani studi S1 dan pengalaman-pengalaman yang ia jalani, ketertarikannya mengerucut kepada kapasitas psikologi anak usia dini melalui pendekatan pendidikan. Berbagai penelitian menunjukkan usia 0-5 tahun adalah usia emas atau dikenal dengan istilah the golden age, di mana usia yang amat berharga untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki seorang anak. Oleh karena itu, persepsi masyarakat, terutama pemerintah terhadap anak usia dini harus segera dibenahi kalau pemerintah menginginkan generasi bangsa yang unggul.

Sejalan dengan itu, sambung dia, dari berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar, dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas akan sangat berkontribusi terhadap kualitas pendidikan pada jenjang selanjutnya.

“Ibaratnya membangun sebuah gedung, pendidikan anak usia dini adalah landasan yang akan berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan gedung yang dibangun,” pungkasnya (leo).

Kaitan anak batam, beasiswa lpdp, kota, oxford university, vassa mustikahati
Admin 9 Agustus 2022 9 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Baru Pembunuhan Brigadir J
Artikel Selanjutnya Hari Ini (9/8/2022), 13 Warga Kepri Sembuh dari Covid-19

APA YANG BARU?

HONOR Luncurkan HONOR X7d dan HONOR X6c Terbaru, Smartphone Tangguh Berbasis AI
Gadget 21 jam lalu 123 disimak
Amsakar Bareng Li Claudia Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang
Artikel 21 jam lalu 126 disimak
12 Unit Bangunan Rumah Terbakar di Pantai Stres Batu Ampar Batam
Artikel 22 jam lalu 123 disimak
Tiga Pelaku Calo Tiket Roro Telaga Punggur Diringkus Polisi
Artikel 23 jam lalu 135 disimak
Tinjau Arus Mudik di Batu Ampar, Gubernur Kepri Pastikan Kenyamanan Pemudik
Artikel 2 hari lalu 150 disimak

POPULER PEKAN INI

Kebijakan Pembebasan PBB-P2 bagi Veteran dan Pensiunan di Batam
Artikel 4 hari lalu 212 disimak
Wamendag RI Bersama Walikota Batam Tinjau Stok Bahan Pokok Jelang Hari Raya
Artikel 7 hari lalu 192 disimak
Lonjakan Harga Tiket Pesawat Domestik Jelang Lebaran 2026
Artikel 4 hari lalu 191 disimak
Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
Statistik 4 hari lalu 177 disimak
Seorang Anggota TNI AL Tewas Saat Mengikuti Ospek di KRI Kujang-642 Bintan
Artikel 6 hari lalu 168 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?