Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
    15 jam lalu
    Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
    17 jam lalu
    Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
    18 jam lalu
    Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
    19 jam lalu
    Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    1 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    2 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    4 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    4 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Limbah Ban dan Abu Sekam Jadi Penguat Beton

Editor Redaksi 9 tahun lalu 2.1k disimak

TIGA mahasiswa tengah asyik di sebuah laboratorium teknik di Fakultas Teknik, Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah pada Jumat (24/11) lalu.

Mereka meramu berbagai macam bahan untuk dijadikan beton. Bahan utamanya memang ada pasir, batu, dan semen. Tetapi, ada bahan lainnya sebagai campuran dan justru menjadi penguat. Bahannya berasal dari ban bekas serta limbah dari abu sekam.

Mengapa kedua limbah itu dipilih?

Salah seorang mahasiswa inovator yang tergabung dalam Newbie Bravery, Fajar Yusuf mengungkapkan alasannya.

“Berdasarkan referensi yang ada, ban bekas di Indonesia itu cukup besar. Data tahun 2006 saja menyebutkan kalau limbah dari ban bekas mencapai 11 juta ton. Tentu saja jumlah yang sangat besar.

Jika di Purwokerto, limbah ban telah dimanfaatkan sebagian warga menjadi sandal, kursi, meja dan berbagai macam kerajinan. Nah, kami memanfaatkan limbah ban itu sebagai penguat beton,” kata Yusuf yang didampingi dua mahasiswa lainnya Irfauzi Firman dan Fernanda Wisnu Hanggara.

Ditambahkan oleh Yusuf, selain limbah ban, mereka juga memanfaatkan limbah abu sekam dalam pembuatan beton tersebut.

“Kami sengaja memanfaatkan abu sekam, karena di Banyumas dan sekitarnya, tidak sedikit ada industri batu bata. Industri kecil produsen batu bata tersebut menggunakan sekam sebagai bahan bakarnya. Ketika jadi abu, masih sedikit yang menggunakan untuk sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. Nah, kami menggunakan limbah dari abu sekam tersebut sebagai tambahan bahan pembuatan beton,” ujarnya.

Mereka kemudian mencoba mempraktikan dalam skala laboratorium untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan beton-beton tersebut. Prosesnya sama persis dengan pembuatan beton biasa. Ada proses peramuan dengan mesin, kemudian dicetak.

Hanya saja, untuk ban dibakar terlebih dahulu kemudian disaring menjadi partikel-partikel kecil seperti pasir. Kalau untuk abu sekam, sudah lembut dengan sendirinya.

“Jadi, tidak ada yang berbeda dengan proses pembuatan beton pada umumnya. Melakukan pencampuran, kemudian dicetak. Namun, kalau dilihat secara detail, hasilnya agak berbeda terutama dalam warna cetakan beton. Warnanya lebih hitam karena ada campuran ban bekas,” jelas Yusuf.

Lalu apa keuntungannya dengan adanya komposisi ini? Anggota tim Newbie Braverylainnya, Irfauzi Firman menambahkan kalau ada sejumlah keuntungan dengan memanfaatkan limbah untuk campuran penguat beton seperti ini.

“Salah satu keuntungan adalah pemanfaatan limbah ban dan abu sekam untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Itu paling prinsip, karena ban bekas yang tidak dimanfaatkan, misalnya, membuat pencemaran lingkungan, bahkan ban bekas berpotensi sebagai sarang nyamuk. Jika dibiarkan maka mengakibatkan lingkungan tidak sehat. Inilah mengapa, ban bekas harus dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat,” kata Irfauzi.

Dijelaskan oleh Irfauzi, setelah dilakukan riset, ternyata campuran mampu menurunkan konsumsi semen.

“Jadi, dari riset yang kami lakukan, konsumsi semen untuk pembuatan beton bisa berkurang hingga 15%. Prosentase 15% tersebut berasal dari 5% dari bahan limbah ban dan 10% dari abu sekam. Selain itu, ada penghematan biaya cukup lumayan, sekitar 7,1%. Untuk pembuatan satu beton dengan ukuran 1 meter kubik (m3), misalnya, jika sebelumnya kebutuhan dana Rp1,05 juta, maka kini bisa dihemat menjadi Rp979 ribu,”ujar Irfauzi.

Di sisi lain, lanjut Irfauzi, kekuatannya juga telah diuji, meski bahan semen dikurangi. “Jadi, meski bahan semen telah berkurang hingga 15%, namun kekuatannya tetap kokoh. Sebab, dalam pengujian yang telah dilakukan selama 28 hari, kekuatannya mencapai 460 kg per cm2. Kekuatan itu kokoh, karena untuk bangunan perumahan hanya membutuhkan kekatan 250 kg per cm2. Sehingga beton inovatif ini akan dapat dimanfaatkan di bangunan-bangunan yang lebih berat seperti jembatan,” katanya.

Dosen pembimbing dari Fakultas Teknik UMP Sulfah Anjarwati mengatakan bahwa ide awal riset tersebut adalah bagaimana memanfaatkan limbah yang ada.

“Riset ini sesungguhnya berawal dari kompetisi antaruniversitas mengenai teknologi teknik sipil dengan memanfaatkan limbah. Nah, kemudian ada ide memanfatkaan limbah ban dan abu sekam. Ternyata beton jenis Self Compacting Concrete (SCC) memiliki mutu tinggi. Kekuatannya hampir mencapai 500 kg per cm2. Itu berarti dengan komposisi beton yang hemat semen tersebut, akan mampu dibuat balok-balok untuk jembatan,” ujar Sulfah.

Ia meminta kepada mahasiswa untuk meneruskan risetnya, guna mengetahui secara detail komposisi paling bagus untuk beton dari bahan limbahnya.

“Kami belum tahu kualitas yang paling bagus abu sekamnya seperti apa, kemudian analisa kimianya. Ke depan, riset ini memang harus terus dikembangkan, apalagi salah satu nilai tambahnya adalah memanfaatkan limbah. Sehingga kalau sudah sempurna, dapat dijadikan sebuah produk yang lebih ramah lingkungan karena menjawab permasalahan limbah,” katanya.

Ia mengapresiasi, sebab produk beton ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah tersebut menjadi salah satu pemenang dalam Innovation Concrete Competition (ICC)  Diploma Civil Scientific Competition (Disco)  program Diploma Teknik Sipil Universitas Negeri Diponegoro (Undip) Semarang beberapa waktu lalu. Ketiga mahasiswa mampu menyabet juara II. Keunggulan dari inovasinya adalah kuat, biaya efisien serta ramah lingkungan.

Keberhasilan tersebut membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk melakukan trial and error, hingga dapat menghasilkan beton inovatif itu. Diharapkan produk tersebut akan mampu menjawab tantangan pengelolaan limbah, sekaligus mengurangi konsumsi semen.

Sumber : Mongabay Indonesia

 

Kaitan beton, Limbah ban, penguat
Redaksi 4 Desember 2017 4 Desember 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tentang Kuburan Yang Berada di Tengah Jalan
Artikel Selanjutnya Membungkam Celotehan Anggota Grup WhatsApp dengan Restricted Group

APA YANG BARU?

Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
Artikel 15 jam lalu 130 disimak
Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
Artikel 17 jam lalu 211 disimak
Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Artikel 18 jam lalu 267 disimak
Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
Artikel 19 jam lalu 197 disimak
Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
Artikel 19 jam lalu 243 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 2 hari lalu 685 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 4 hari lalu 567 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 3 hari lalu 515 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 2 hari lalu 512 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 5 hari lalu 500 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?