Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • đź”´ Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pengangguran di Kepri Capai 6,8%
    6 jam lalu
    8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
    15 jam lalu
    Disdukcapil Batam Sederhanakan Layanan, Perubahan Data Bisa di Kecamatan
    16 jam lalu
    Polisi Terus Telusuri Jejak Komunikasi dan Aliran Uang Transaksi Judi Online
    17 jam lalu
    Trio Mantan Pimpinan BGN Resmi Jadi Tahanan Kejagung
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    6 jam lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    6 jam lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    1 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    3 hari lalu
    Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    5 jam lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    4 hari lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    4 hari lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    4 hari lalu
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    5 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • đź”´ Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Limbah Ban dan Abu Sekam Jadi Penguat Beton

Editor Redaksi 9 tahun lalu 2k disimak

TIGA mahasiswa tengah asyik di sebuah laboratorium teknik di Fakultas Teknik, Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah pada Jumat (24/11) lalu.

Mereka meramu berbagai macam bahan untuk dijadikan beton. Bahan utamanya memang ada pasir, batu, dan semen. Tetapi, ada bahan lainnya sebagai campuran dan justru menjadi penguat. Bahannya berasal dari ban bekas serta limbah dari abu sekam.

Mengapa kedua limbah itu dipilih?

Salah seorang mahasiswa inovator yang tergabung dalam Newbie Bravery, Fajar Yusuf mengungkapkan alasannya.

“Berdasarkan referensi yang ada, ban bekas di Indonesia itu cukup besar. Data tahun 2006 saja menyebutkan kalau limbah dari ban bekas mencapai 11 juta ton. Tentu saja jumlah yang sangat besar.

Jika di Purwokerto, limbah ban telah dimanfaatkan sebagian warga menjadi sandal, kursi, meja dan berbagai macam kerajinan. Nah, kami memanfaatkan limbah ban itu sebagai penguat beton,” kata Yusuf yang didampingi dua mahasiswa lainnya Irfauzi Firman dan Fernanda Wisnu Hanggara.

Ditambahkan oleh Yusuf, selain limbah ban, mereka juga memanfaatkan limbah abu sekam dalam pembuatan beton tersebut.

“Kami sengaja memanfaatkan abu sekam, karena di Banyumas dan sekitarnya, tidak sedikit ada industri batu bata. Industri kecil produsen batu bata tersebut menggunakan sekam sebagai bahan bakarnya. Ketika jadi abu, masih sedikit yang menggunakan untuk sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. Nah, kami menggunakan limbah dari abu sekam tersebut sebagai tambahan bahan pembuatan beton,” ujarnya.

Mereka kemudian mencoba mempraktikan dalam skala laboratorium untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan beton-beton tersebut. Prosesnya sama persis dengan pembuatan beton biasa. Ada proses peramuan dengan mesin, kemudian dicetak.

Hanya saja, untuk ban dibakar terlebih dahulu kemudian disaring menjadi partikel-partikel kecil seperti pasir. Kalau untuk abu sekam, sudah lembut dengan sendirinya.

“Jadi, tidak ada yang berbeda dengan proses pembuatan beton pada umumnya. Melakukan pencampuran, kemudian dicetak. Namun, kalau dilihat secara detail, hasilnya agak berbeda terutama dalam warna cetakan beton. Warnanya lebih hitam karena ada campuran ban bekas,” jelas Yusuf.

Lalu apa keuntungannya dengan adanya komposisi ini? Anggota tim Newbie Braverylainnya, Irfauzi Firman menambahkan kalau ada sejumlah keuntungan dengan memanfaatkan limbah untuk campuran penguat beton seperti ini.

“Salah satu keuntungan adalah pemanfaatan limbah ban dan abu sekam untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Itu paling prinsip, karena ban bekas yang tidak dimanfaatkan, misalnya, membuat pencemaran lingkungan, bahkan ban bekas berpotensi sebagai sarang nyamuk. Jika dibiarkan maka mengakibatkan lingkungan tidak sehat. Inilah mengapa, ban bekas harus dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat,” kata Irfauzi.

Dijelaskan oleh Irfauzi, setelah dilakukan riset, ternyata campuran mampu menurunkan konsumsi semen.

“Jadi, dari riset yang kami lakukan, konsumsi semen untuk pembuatan beton bisa berkurang hingga 15%. Prosentase 15% tersebut berasal dari 5% dari bahan limbah ban dan 10% dari abu sekam. Selain itu, ada penghematan biaya cukup lumayan, sekitar 7,1%. Untuk pembuatan satu beton dengan ukuran 1 meter kubik (m3), misalnya, jika sebelumnya kebutuhan dana Rp1,05 juta, maka kini bisa dihemat menjadi Rp979 ribu,”ujar Irfauzi.

Di sisi lain, lanjut Irfauzi, kekuatannya juga telah diuji, meski bahan semen dikurangi. “Jadi, meski bahan semen telah berkurang hingga 15%, namun kekuatannya tetap kokoh. Sebab, dalam pengujian yang telah dilakukan selama 28 hari, kekuatannya mencapai 460 kg per cm2. Kekuatan itu kokoh, karena untuk bangunan perumahan hanya membutuhkan kekatan 250 kg per cm2. Sehingga beton inovatif ini akan dapat dimanfaatkan di bangunan-bangunan yang lebih berat seperti jembatan,” katanya.

Dosen pembimbing dari Fakultas Teknik UMP Sulfah Anjarwati mengatakan bahwa ide awal riset tersebut adalah bagaimana memanfaatkan limbah yang ada.

“Riset ini sesungguhnya berawal dari kompetisi antaruniversitas mengenai teknologi teknik sipil dengan memanfaatkan limbah. Nah, kemudian ada ide memanfatkaan limbah ban dan abu sekam. Ternyata beton jenis Self Compacting Concrete (SCC) memiliki mutu tinggi. Kekuatannya hampir mencapai 500 kg per cm2. Itu berarti dengan komposisi beton yang hemat semen tersebut, akan mampu dibuat balok-balok untuk jembatan,” ujar Sulfah.

Ia meminta kepada mahasiswa untuk meneruskan risetnya, guna mengetahui secara detail komposisi paling bagus untuk beton dari bahan limbahnya.

“Kami belum tahu kualitas yang paling bagus abu sekamnya seperti apa, kemudian analisa kimianya. Ke depan, riset ini memang harus terus dikembangkan, apalagi salah satu nilai tambahnya adalah memanfaatkan limbah. Sehingga kalau sudah sempurna, dapat dijadikan sebuah produk yang lebih ramah lingkungan karena menjawab permasalahan limbah,” katanya.

Ia mengapresiasi, sebab produk beton ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah tersebut menjadi salah satu pemenang dalam Innovation Concrete Competition (ICC)  Diploma Civil Scientific Competition (Disco)  program Diploma Teknik Sipil Universitas Negeri Diponegoro (Undip) Semarang beberapa waktu lalu. Ketiga mahasiswa mampu menyabet juara II. Keunggulan dari inovasinya adalah kuat, biaya efisien serta ramah lingkungan.

Keberhasilan tersebut membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk melakukan trial and error, hingga dapat menghasilkan beton inovatif itu. Diharapkan produk tersebut akan mampu menjawab tantangan pengelolaan limbah, sekaligus mengurangi konsumsi semen.

Sumber : Mongabay Indonesia

 

Kaitan beton, Limbah ban, penguat
Redaksi 4 Desember 2017 4 Desember 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tentang Kuburan Yang Berada di Tengah Jalan
Artikel Selanjutnya Membungkam Celotehan Anggota Grup WhatsApp dengan Restricted Group

APA YANG BARU?

Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
Statistik 5 jam lalu 122 disimak
Pengangguran di Kepri Capai 6,8%
Artikel 6 jam lalu 110 disimak
Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
Pendidikan 6 jam lalu 110 disimak
Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
Pendidikan 6 jam lalu 149 disimak
8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 15 jam lalu 423 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat (29/5/2026): Berawan hingga Hujan Ringan, Waspadai Petir
Artikel 7 hari lalu 864 disimak
Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
Statistik 7 hari lalu 795 disimak
SPMB Kota Batam 2026/2027 Dibuka Lebih Awal: Jalur Afirmasi Mulai 8 Juni 2026
Pendidikan 7 hari lalu 769 disimak
“Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
Histori 5 hari lalu 664 disimak
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Melejit Sabtu Ini
Artikel 5 hari lalu 624 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?