Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
    7 jam lalu
    Polresta Barelang Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkotika, 15 Orang Jadi Tersangka
    8 jam lalu
    Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Laka Beruntun Batu Tujuh
    21 jam lalu
    Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun Enam Kendaraan di Tanjungpinang
    21 jam lalu
    Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
    11 jam lalu
    Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
    2 hari lalu
    Suasana tahun 1998 & Informasi yg Menyaru?
    2 hari lalu
    Kabut Asap di Batam Bisa Bertahan Hingga Oktober 2026
    2 hari lalu
    Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    6
    Rumah Belah Bubung
    9 jam lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Limbah Ban dan Abu Sekam Jadi Penguat Beton

Editor Redaksi 9 tahun lalu 2.1k disimak

TIGA mahasiswa tengah asyik di sebuah laboratorium teknik di Fakultas Teknik, Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah pada Jumat (24/11) lalu.

Mereka meramu berbagai macam bahan untuk dijadikan beton. Bahan utamanya memang ada pasir, batu, dan semen. Tetapi, ada bahan lainnya sebagai campuran dan justru menjadi penguat. Bahannya berasal dari ban bekas serta limbah dari abu sekam.

Mengapa kedua limbah itu dipilih?

Salah seorang mahasiswa inovator yang tergabung dalam Newbie Bravery, Fajar Yusuf mengungkapkan alasannya.

“Berdasarkan referensi yang ada, ban bekas di Indonesia itu cukup besar. Data tahun 2006 saja menyebutkan kalau limbah dari ban bekas mencapai 11 juta ton. Tentu saja jumlah yang sangat besar.

Jika di Purwokerto, limbah ban telah dimanfaatkan sebagian warga menjadi sandal, kursi, meja dan berbagai macam kerajinan. Nah, kami memanfaatkan limbah ban itu sebagai penguat beton,” kata Yusuf yang didampingi dua mahasiswa lainnya Irfauzi Firman dan Fernanda Wisnu Hanggara.

Ditambahkan oleh Yusuf, selain limbah ban, mereka juga memanfaatkan limbah abu sekam dalam pembuatan beton tersebut.

“Kami sengaja memanfaatkan abu sekam, karena di Banyumas dan sekitarnya, tidak sedikit ada industri batu bata. Industri kecil produsen batu bata tersebut menggunakan sekam sebagai bahan bakarnya. Ketika jadi abu, masih sedikit yang menggunakan untuk sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. Nah, kami menggunakan limbah dari abu sekam tersebut sebagai tambahan bahan pembuatan beton,” ujarnya.

Mereka kemudian mencoba mempraktikan dalam skala laboratorium untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan beton-beton tersebut. Prosesnya sama persis dengan pembuatan beton biasa. Ada proses peramuan dengan mesin, kemudian dicetak.

Hanya saja, untuk ban dibakar terlebih dahulu kemudian disaring menjadi partikel-partikel kecil seperti pasir. Kalau untuk abu sekam, sudah lembut dengan sendirinya.

“Jadi, tidak ada yang berbeda dengan proses pembuatan beton pada umumnya. Melakukan pencampuran, kemudian dicetak. Namun, kalau dilihat secara detail, hasilnya agak berbeda terutama dalam warna cetakan beton. Warnanya lebih hitam karena ada campuran ban bekas,” jelas Yusuf.

Lalu apa keuntungannya dengan adanya komposisi ini? Anggota tim Newbie Braverylainnya, Irfauzi Firman menambahkan kalau ada sejumlah keuntungan dengan memanfaatkan limbah untuk campuran penguat beton seperti ini.

“Salah satu keuntungan adalah pemanfaatan limbah ban dan abu sekam untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Itu paling prinsip, karena ban bekas yang tidak dimanfaatkan, misalnya, membuat pencemaran lingkungan, bahkan ban bekas berpotensi sebagai sarang nyamuk. Jika dibiarkan maka mengakibatkan lingkungan tidak sehat. Inilah mengapa, ban bekas harus dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat,” kata Irfauzi.

Dijelaskan oleh Irfauzi, setelah dilakukan riset, ternyata campuran mampu menurunkan konsumsi semen.

“Jadi, dari riset yang kami lakukan, konsumsi semen untuk pembuatan beton bisa berkurang hingga 15%. Prosentase 15% tersebut berasal dari 5% dari bahan limbah ban dan 10% dari abu sekam. Selain itu, ada penghematan biaya cukup lumayan, sekitar 7,1%. Untuk pembuatan satu beton dengan ukuran 1 meter kubik (m3), misalnya, jika sebelumnya kebutuhan dana Rp1,05 juta, maka kini bisa dihemat menjadi Rp979 ribu,”ujar Irfauzi.

Di sisi lain, lanjut Irfauzi, kekuatannya juga telah diuji, meski bahan semen dikurangi. “Jadi, meski bahan semen telah berkurang hingga 15%, namun kekuatannya tetap kokoh. Sebab, dalam pengujian yang telah dilakukan selama 28 hari, kekuatannya mencapai 460 kg per cm2. Kekuatan itu kokoh, karena untuk bangunan perumahan hanya membutuhkan kekatan 250 kg per cm2. Sehingga beton inovatif ini akan dapat dimanfaatkan di bangunan-bangunan yang lebih berat seperti jembatan,” katanya.

Dosen pembimbing dari Fakultas Teknik UMP Sulfah Anjarwati mengatakan bahwa ide awal riset tersebut adalah bagaimana memanfaatkan limbah yang ada.

“Riset ini sesungguhnya berawal dari kompetisi antaruniversitas mengenai teknologi teknik sipil dengan memanfaatkan limbah. Nah, kemudian ada ide memanfatkaan limbah ban dan abu sekam. Ternyata beton jenis Self Compacting Concrete (SCC) memiliki mutu tinggi. Kekuatannya hampir mencapai 500 kg per cm2. Itu berarti dengan komposisi beton yang hemat semen tersebut, akan mampu dibuat balok-balok untuk jembatan,” ujar Sulfah.

Ia meminta kepada mahasiswa untuk meneruskan risetnya, guna mengetahui secara detail komposisi paling bagus untuk beton dari bahan limbahnya.

“Kami belum tahu kualitas yang paling bagus abu sekamnya seperti apa, kemudian analisa kimianya. Ke depan, riset ini memang harus terus dikembangkan, apalagi salah satu nilai tambahnya adalah memanfaatkan limbah. Sehingga kalau sudah sempurna, dapat dijadikan sebuah produk yang lebih ramah lingkungan karena menjawab permasalahan limbah,” katanya.

Ia mengapresiasi, sebab produk beton ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah tersebut menjadi salah satu pemenang dalam Innovation Concrete Competition (ICC)  Diploma Civil Scientific Competition (Disco)  program Diploma Teknik Sipil Universitas Negeri Diponegoro (Undip) Semarang beberapa waktu lalu. Ketiga mahasiswa mampu menyabet juara II. Keunggulan dari inovasinya adalah kuat, biaya efisien serta ramah lingkungan.

Keberhasilan tersebut membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk melakukan trial and error, hingga dapat menghasilkan beton inovatif itu. Diharapkan produk tersebut akan mampu menjawab tantangan pengelolaan limbah, sekaligus mengurangi konsumsi semen.

Sumber : Mongabay Indonesia

 

Kaitan beton, Limbah ban, penguat
Redaksi 4 Desember 2017 4 Desember 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tentang Kuburan Yang Berada di Tengah Jalan
Artikel Selanjutnya Membungkam Celotehan Anggota Grup WhatsApp dengan Restricted Group

APA YANG BARU?

Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 7 jam lalu 82 disimak
Polresta Barelang Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkotika, 15 Orang Jadi Tersangka
Artikel 8 jam lalu 130 disimak
Rumah Belah Bubung
Seni 9 jam lalu 107 disimak
Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan 11 jam lalu 111 disimak
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Laka Beruntun Batu Tujuh
Artikel 21 jam lalu 162 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 3 hari lalu 377 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 4 hari lalu 360 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 4 hari lalu 320 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 4 hari lalu 308 disimak
Hujan Ringan Diprakirakan Basahi Batam Siang Hingga Sore
Artikel 4 hari lalu 301 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?