DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat lonjakan signifikan pada volume sampah harian. Jumlah sampah yang diangkut naik hingga 35 persen, dari yang sebelumnya rata-rata 700 ton per hari kini menyentuh angka 950 ton per hari.
Menanggapi lonjakan tersebut, Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak cepat dengan merencanakan penambahan armada pengangkut melalui anggaran perubahan tahun ini.
“Peningkatan tonase sampah sudah mencapai 35 persen. Dari 700 ton, sekarang menjadi sekitar 950 ton yang diangkut,” sebut Dohar pada Senin (27/7/2026).
Penambahan armada pengangkut akan diprioritaskan untuk tiga kecamatan dengan volume sampah tertinggi, yaitu Sagulung, Batuaji, dan Sekupang.
Selain menambah armada milik pemerintah, DLH juga menggandeng pihak ketiga untuk mempercepat proses pengangkutan. Meski ada penambahan fasilitas dan pelibatan swasta, Dohar menegaskan tidak ada kenaikan retribusi sampah bagi masyarakat.
Sementara itu, guna mencegah penumpukan yang terlalu lama di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), DLH menargetkan alur pengangkutan dilakukan maksimal setiap 48 jam sekali.
Mengenai keluhan tumpukan sampah di Sagulung dan Batuaji, Dohar mengonfirmasi bahwa seluruh titik tersebut telah dibersihkan. Ia menjelaskan bahwa lokasi-lokasi yang sempat mengular di badan jalan tersebut merupakan TPS liar yang dibentuk oleh oknum masyarakat, bukan TPS resmi.
Untuk meningkatkan efisiensi, DLH Batam tengah mengkaji perubahan sistem operasional pengangkutan. Pola door-to-door (dari rumah ke rumah) yang selama ini berjalan dinilai kurang efektif dan menjadi salah satu pemicu kurang maksimalnya pelayanan.
Ke depannya, pola pengangkutan akan diubah menjadi terfokus dari TPS langsung menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) agar jadwal lebih teratur dan penumpukan dapat diminimalkan.
“Nanti teknisnya akan diubah. Namun saat ini masih kami kaji lebih mendalam sebelum diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat Batam,” tutup Dohar.
(dha)


