BERADA di rentang usia senja tidak menyurutkan langkah Sariman dan puluhan kakek-nenek lainnya di Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Batam. Di usia yang telah menyentuh 77 tahun, langkah kakinya masih mantap menapaki Balai Adat Pulau Buluh pada Kamis (30/7) pagi. Hari itu, ia tidak datang sekadar untuk mengobrol santai, melainkan untuk kembali menjadi seorang murid.
SARIMAN adalah satu dari 30 lansia yang resmi terdaftar sebagai angkatan pertama di Sekolah Lansia Atok Dalang dan Opah. Dengan senyum mengembang, ia membagikan alasannya memilih kembali “sekolah” di usia yang tak lagi muda.
“Saya nih masih kuat, dan ingin tetap sehat. Saya suka masuk sekolah lansia agar selalu tetap aktif,” ucap Sariman jujur, menyiratkan semangat muda yang menolak padam.
Peresmian sekolah non-formal ini ditandai secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Camat Bulang, Borhan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BKKBN melalui program Bangga Kencana untuk menjangkau setiap kecamatan di Kota Batam. Sekolah ini didirikan bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah perlindungan dan pemberdayaan agar para lansia bisa tetap Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART) di tengah tantangan fisik maupun sosial-ekonomi yang kerap membayangi usia tua.
Di hari pertama masuk kelas, ruang belajar dipenuhi kehangatan dan ketenangan. Para peserta mendapatkan materi perdana tentang dimensi spiritual—sebuah fondasi untuk memperdalam keimanan, memupuk ketakwaan, serta merawat ketenangan batin agar sisa usia dapat dijalani dengan bahagia dan penuh makna.
Dukungan hangat pun mengalir dari para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat yang turut hadir. Mereka menaruh harapan besar agar gerak langkah sekolah ini dapat terus berlanjut, membawa manfaat dan kebahagiaan yang merata bagi seluruh lansia di wilayah Pulau Buluh.
Meski pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Batam berhalangan hadir pada peresmian tersebut, riuh semangat dan tawa para lansia di Balai Adat Pulau Buluh membuktikan satu hal: belajar dan menjaga asa tak pernah mengenal batas usia.
(ham)


