KEMARAU panjang di depan mata. BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 jatuh pada Agustus ini. 72,8% wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau sejak Dasarian II Juli 2026.
BP Batam tidak mau kecolongan. Badan Usaha SPAM bersama PT Air Batam Hilir langsung tancap gas mengamankan ketersediaan air bersih. Soalnya, waduk adalah nadi utama sumber air baku Batam.
“Air itu kebutuhan dasar. Tidak bisa ditawar. Makanya pemantauan dan pengelolaan kita optimalkan sejak sekarang, biar pelayanan ke masyarakat tetap aman saat kemarau puncak,” kata Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, Selasa (11/08/2026).
4 Langkah Antisipasi BP Batam
Untuk menjaga ketahanan air, BP Batam menyiapkan strategi berlapis:
- Pantau 24 Jam, Real-time. Kondisi dan level air di waduk-waduk dipantau terus. Data ini jadi acuan buat mengatur produksi dan distribusi, supaya seimbang antara stok air baku dengan kebutuhan warga.
- Optimalkan Jaringan Interkoneksi Antar Waduk. Kalau ada wilayah yang debit airnya turun, distribusi bisa disokong dari waduk lain lewat sistem interkoneksi. Tujuannya biar tidak ada daerah yang kehausan.
- Jaga Hutan & Daerah Tangkapan Air. BP Batam gencarkan reboisasi, penghijauan, dan pelindungan kawasan resapan. Sekaligus mencegah aktivitas yang bisa merusak fungsi DTA.
“Menjaga air tidak cukup bangun pipa dan pompa. Kita juga harus jaga alam di sekitar sumber airnya,” tegas Denny.
4. Siapkan Infrastruktur Jangka Panjang. Selain optimalisasi yang ada, BP Batam juga mengkaji opsi baru. Salah satunya teknologi Sea Water Reverse Osmosis / SWRO. Intinya mengolah air laut jadi air bersih sebagai cadangan ketahanan air Batam ke depan.
Peran Masyarakat: Kunci Hemat Air
BP Batam juga mengajak warga ikut turun tangan. Upaya sebesar apa pun tidak akan maksimal tanpa kesadaran hemat air dari rumah.
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Pakai air seperlunya dan tutup keran rapat saat tidak dipakai
- Cek instalasi rumah rutin biar tidak ada pipa bocor
- Kurangi air untuk kebutuhan sekunder seperti cuci kendaraan saat kemarau
- Jaga kawasan DTA dan jangan buang puntung rokok sembarangan yang bisa picu karhutla
“Kita tidak perlu langkah besar-besar. Mulai dari mematikan keran, cek kebocoran, pakai air secukupnya. Kalau dilakukan bareng-bareng, dampaknya luar biasa untuk ketahanan air Batam,” pungkas Denny.
Dengan kondisi 509 Zona Musim di Indonesia sudah kemarau dan potensi karhutla meningkat, BP Batam berharap kolaborasi pemerintah, pengelola, dan masyarakat bisa membuat Batam tetap aman air meski kemarau El Nino melanda.
(*)


