BADAN Pengusahaan (BP) Batam resmi menetapkan pagu anggaran untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp2,44 triliun. Angka ini relatif stabil dan berimbang jika dibandingkan dengan pagu anggaran tahun 2026 yang berada di kisaran Rp2,447 triliun—hanya terdapat penyesuaian efisiensi yang sangat tipis sekitar Rp7,9 miliar.
Meski secara kasat mata total nominal yang dikucurkan selama dua tahun berturut-turut tersebut tampak kembar, strategi pengelolaan fiskal di dalamnya menyimpan perbedaan signifikan.
Perbandingan Komparatif: 2026 vs 2027
PERBANDINGAN kekuatan fiskal dan fokus pembangunan BP Batam dalam dua tahun anggaran dapat dirinci sebagai berikut:
| Indikator | Pagu Anggaran 2026 | Pagu Anggaran 2027 |
| Total Anggaran | Rp2,447 Triliun (Rp2.447.948.530.000) | Rp2,440 Triliun |
| Status Anggaran | Pagu Definitif | Pagu Anggaran (Sesuai Pagu Indikatif) |
| Fokus Utama | Pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, & ekonomi kawasan | Percepatan investasi kawasan inklusif & infrastruktur modern |
| Strategi Khusus | Penguatan basis layanan pasca-pandemi | Rekomposisi Anggaran Rp131,26 Miliar |
| Target PNBP | ~Rp2,4 Triliun | Rp2,44 Triliun (Balanced Budget) |
Pagu Anggaran 2027: Dikuasai Dua Program Utama
UNTUK tahun anggaran 2027, Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengonfirmasi bahwa seluruh dana Rp2,44 triliun dialokasikan ke dalam dua pilar program utama. Berdasarkan peta rencana kerja dan komposisi porsi anggaran kelembagaan, berikut adalah proporsi pembagian sektor anggaran BP Batam tahun 2027:
1. Program Pengembangan Kawasan Strategis (55% – 60%)
PORSI terbesar anggaran dialokasikan langsung untuk belanja modal dan eksekusi kawasan. Sektor ini menjadi “mesin utama” pembangunan fisik dan fasilitas penunjang investasi di KPBPB Batam, yang mencakup:
- Pengembangan Infrastruktur Modern: Pembangunan jalan, pelabuhan, serta fasilitas konektivitas logistik.
- Pengelolaan Air Minum & Limbah: Optimalisasi operasional Badan Usaha SPAM dan sanitasi kawasan.
- Pengelolaan Pertanahan & Kepelabuhanan: Penataan tata ruang industri serta modernisasi pelabuhan guna menaikkan daya saing ekspor-impor.
Di dalam porsi program strategis ini pula, terdapat rekomposisi dana sebesar Rp131,26 miliar yang digeser khusus untuk menyuntik kegiatan-kegiatan baru penunjang investasi yang sebelumnya telah disetujui Komisi VI DPR RI.
2. Program Dukungan Manajemen (40% – 45%)
PORSI ini disiapkan untuk menjaga keberlanjutan operasional organisasi dan tata kelola kelembagaan BP Batam, meliputi:
- Operasional unit kerja internal dan sumber daya manusia (SDM).
- Layanan perizinan terpadu (PTSP) dan digitalisasi sistem investasi.
- Pemeliharaan aset negara dan tata kelola administrasi kelembagaan.
Pilar Penopang Mandiri: Target PNBP 100%
Hal menarik dari struktur anggaran 2027 adalah kemandirian fiskal BP Batam. Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditetapkan senilai Rp2,44 triliun, yang artinya seluruh belanja anggaran dibiayai penuh oleh pendapatan internal institusi (balanced budget).
Kontribusi pendapatan terbesar 2027 ditopang oleh tiga direktorat utama:
- Direktorat Pengelolaan Pertanahan (Alokasi pemanfaatan lahan industri dan komersial).
- Badan Usaha SPAM & Pengelolaan Limbah (Retribusi dan layanan air bersih/limbah).
- Direktorat Pengelolaan & Pengusahaan Kepelabuhanan (Jasa kepelabuhanan dan lalu lintas barang).
(dha/ham)


