ANCAMAN asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini membayang-bayangi Kepulauan Riau (Kepri) dan sejumlah negara tetangga. Terbawa dorongan angin, asap karhutla dari pulau Sumatra dan Kalimantan dilaporkan meluas hingga menyeberang ke Johor, Sarawak (Malaysia), serta Singapura.
Fenomena transboundary haze atau kabut asap lintas batas ini teronfirmasi melalui pantauan citra satelit Himawari-9 milik BMKG pada Jumat (4/9) pukul 14.00 WIB. Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Debora, menyebut bahwa titik sebaran asap terdeteksi membentang di banyak wilayah, mulai dari Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepri, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, hingga Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara.
“Pola angin secara umum di Indonesia pada saat pemantauan bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara,” sebut Debora, Jumat (4/9/2026) kemarin.
Pergerakan massa asap ini bervariasi bergantung pada dinamika arah angin daerah masing-masing:
- Arah Barat Laut: Terjadi pada asap di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatra Selatan.
- Arah Barat Laut hingga Utara: Terjadi pada pergerakan asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
- Arah Utara hingga Timur Laut: Terjadi pada wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Kondisi atmosfer serta pola angin ini menempatkan Kepri, khususnya Batam, berada tepat di lintasan sebaran. Jika konsentrasi asap terus meningkat, wilayah ini berpotensi mengalami gangguan jarak pandang hingga penurunan kualitas udara.
Menanggapi ancaman tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang kerap beraktivitas di luar ruangan.
“Warga yang beraktivitas di luar ruangan kami imbau untuk selalu menggunakan masker,” imbau Debora.
Masyarakat juga diminta untuk aktif mencegah pemburukan kondisi dengan tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan, serta tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar kesehatan tetap terjaga.
(dha)


