KELOMPOK Tani (Poktan) Barokah di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, kini menjadi salah satu pilar utama Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani lokal melalui optimalisasi lahan dan teknologi pertanian.
Dalam kegiatan penanaman cabai merah dan padi gogo di lahan milik Poktan Barokah, Selasa, Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika menegaskan pentingnya sinergi dan pemanfaatan potensi lokal untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian.
“Ketahanan pangan harus kita bangun bersama dengan memanfaatkan potensi yang ada. Kami berharap kelompok tani terus meningkatkan produktivitas, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Ronny.
Saat ini, Poktan Barokah mengelola beberapa komoditas unggulan secara produktif:
- Padi Gogo: Ditanam di lahan seluas 0,5 hektare dengan target produksi mencapai 5 ton pada panen akhir Januari 2027.
- Jagung Pipil: Menggunakan varietas Pendekar Sakti dari Syngenta di atas lahan seluas 0,5 hektare, dengan proyeksi panen pada awal Februari 2027.
- Cabai Merah (Screen House): Dibudidayakan di dalam screen house berukuran 10 x 50 meter dengan populasi sekitar 1.000 batang. Target panen diperkirakan mencapai 1 ton pada akhir Februari 2027.
- Cabai Varietas Akar & Lokal Medan: Dari total populasi 2.500 batang, komoditas ini telah menghasilkan 200 kilogram dari dua kali panen awal, dengan harga jual cabai hijau menyentuh Rp55.000 per kilogram.
Keberhasilan produktivitas Poktan Barokah tidak terlepas dari intervensi bantuan sarana dan prasarana yang disalurkan secara bertahap sepanjang periode 2023 hingga 2026. Bantuan berupa cultivator, sarana produksi sayuran, benih padi, pupuk, hingga hand tractor bersumber dari kolaborasi APBD Kabupaten Bintan, APBD Provinsi Kepri, serta APBN. Selain itu, Bank Indonesia (BI) turut berkontribusi dengan menyalurkan satu paket screen house khusus untuk budidaya cabai.
Ronny mengimbau agar seluruh bantuan serta fasilitas tepat guna yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal demi menjamin keberlanjutan usaha tani di Bintan.
“Dengan semangat petani, pemanfaatan teknologi, dan dukungan berbagai pihak, kita berharap sektor pertanian semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat Bintan,” pungkasnya.
(nes)


