Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polisi Periksa Kadishub Batam
    3 jam lalu
    Hingga 3 Hari Ke Depan, Tanjungpinang Diperkirakan Diguyur Hujan
    5 jam lalu
    Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang
    6 jam lalu
    Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Melejit Sabtu Ini
    7 jam lalu
    Pria Mengaku Dibegal, Ternyata Rekayasa Usai Menyayat Tangan Sendiri
    7 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
    5 jam lalu
    Libatkan RT/RW, Pengelolaan Sampah dengan TPS Komunal di Batam
    7 jam lalu
    SPMB Kota Batam 2026/2027 Dibuka Lebih Awal: Jalur Afirmasi Mulai 8 Juni 2026
    2 hari lalu
    “Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
    3 hari lalu
    27 Atlet Pelajar Kota Batam Ikuti Seleksi O2SN Cabor Panjat Tebing
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    5 jam lalu
    Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
    2 hari lalu
    Sultan Abdul Rahman I Muazzamshah (Sultan Riau Lingga Pertama)
    6 hari lalu
    Pulau Kasu, Batam
    2 minggu lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

Pucung yang Bikin Mabuk Kepayang

Pecong; Pucung Penanda Pulau (3)

Editor Admin 1 tahun lalu 1.6k disimak
Ilustrasi, kapal di dermaga rakyat pulau Pecong. © F. bintorosuryo.com

PULAU Pecong, dinamai dari pohon yang disebut masyarakat setempat sebagai pohon pucung. Pohon yang sangat tidak diinginkan karena mulai dari daun, buah hingga batangnya, disebut memiliki rasa yang pahit, bahkan memabukkan. Dahulunya, pohon itu banyak ditemui di sekitar pulau ini.

Oleh : Bintoro Suryo


DI beberapa daerah lain, pohon Pucung yang memiliki nama binomial : pangium edule, sebenarnya dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Kelompok masyarakat lain ada yang menyebutnya sebagai pohon kepayang atau kluwek jika di daerah Jawa.

Bijinya bisa dipakai sebagai bumbu dapur masakan  yang memberi warna coklat kehitaman. Misalnya pada masakan rawon atau  brongkos di Jawa serta sup konro di Sulawesi.

“Ya, itu cerita orang-orang tua sejak dulu tentang nama pulau ni. Diambil dari nama pokok (pohon, pen) yang memiliki buah yang pahit”, kata pak Bakar saat Sania menanyakan asal mula nama pulau yang dianggapnya aneh. Berkali-kali Sania gagal melafazkan nama: Pecong secara benar. “Pecong” yang dikenal warga, biasa dilafazkan dengan menggunakan ‘e lemah’, seperti mengucapkan kata : ‘berdikari’, misalnya. Tapi Sania mengucapkan dengan lafaz menggunakan ‘e’ biasa.

Rumah-rumah warga di pulau Pecong yang berdiri di atas laut. © bintorosuryo.com

“Pecong tu dari Pucung. Karena pengucapan masyarakat setempat, pokok Pucung tu diucapkan jadi Pecong. Dulu, pohon Pucung, banyak dijumpai di sekitar pulau ni. Mulai dari daun, batang,buah hingga bijinya pahit. Orang sini tak suka pokok tu”, kata pak Bakar.

Dari literasi ilmiah yang saya peroleh, Pohon Pucung yang disebut pak Bakar itu di kalangan masyarakat Melayu juga dikenal dengan nama pohon kepayang. Secara ilmiah, tanaman itu mengandung komponen glikosida sianogenik, yang dapat dengan cepat terhidrolisis menjadi gula, aldehida serta asam sianida. Glikosida sianogenik-nya dapat ditemukan pada daun, kulit batang, serta biji tanaman. Itu yang disebut pahit dan beracun oleh pak Bakar dan warga di pulau ini.

Literasi lain menyebut, pada zaman dulu, racun pada biji kepayang atau Pucung, dapat digunakan sebagai racun mata panah. Jika buahnya dimakan secara langsung, dapat menyebabkan orang yang mengkonsumsinya mabuk.

Oleh karena itu, muncul ungkapan “mabuk kepayang” dalam bahasa Melayu yang kemudian diadopsi ke bahasa Indonesia untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sedang jatuh cinta, sehingga tidak mampu berpikir secara logis. Seakan-akan habis memakan buah kepayang.

Namun, biji pohon tersebut sebenarnya aman untuk diolah bila telah direbus dan direndam. Untuk memunculkan warna hitam pada masakan, misalnya.

“Ada satu yang tersisa dekat lapangan bola tu, sebenarnya. Tapi sekarang dah ditebang karena dianggap tak bermanfaat”, ujar pak Bakar.

(*)

Bersambung, Selanjutnya : Komplek Sekolah dari Lahan Hibah Warga – Pecong; Pucung Penanda Pulau (4) 
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com

Kaitan batam, Catatan, History, Humaniora, kepri, Kepulauan, Pucung, pulau pecong, riau, sejarah
Admin 23 Maret 2025 23 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Hakim PN Batam Ditemukan Meninggal di Hotel Lovina Inn
Artikel Selanjutnya Razia Pajak Ranmor, 45 Kendaraan Terjaring

APA YANG BARU?

Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polisi Periksa Kadishub Batam
Artikel 3 jam lalu 117 disimak
“Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
Histori 5 jam lalu 140 disimak
Data Kependudukan Kota Batam 2026
Statistik 5 jam lalu 116 disimak
Hingga 3 Hari Ke Depan, Tanjungpinang Diperkirakan Diguyur Hujan
Artikel 5 jam lalu 136 disimak
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang
Artikel 6 jam lalu 136 disimak

POPULER PEKAN INI

Como 1907 Lolos Liga Champions Eropa, Klub Emil Audero Degradasi ke Serie B
Sports 6 hari lalu 684 disimak
27 Atlet Pelajar Kota Batam Ikuti Seleksi O2SN Cabor Panjat Tebing
Sports 6 hari lalu 626 disimak
“Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
Histori 3 hari lalu 577 disimak
BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
Artikel 3 hari lalu 568 disimak
Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
Artikel 3 hari lalu 524 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?