Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
    3 jam lalu
    BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
    3 jam lalu
    Kejari Batam Usut Dugaan Korupsi Dana BOS di SMA Swasta Batam
    4 jam lalu
    SPPG Senggarang Tanjungpinang Ditutup Sementara
    21 jam lalu
    Produktivitas Padi di Bintan Tembus 10 Ton per Hektare
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
    21 jam lalu
    Suasana tahun 1998 & Informasi yg Menyaru?
    1 hari lalu
    Kabut Asap di Batam Bisa Bertahan Hingga Oktober 2026
    1 hari lalu
    Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
    2 hari lalu
    Kualitas Udara Batam Memburuk, Jarak Pandang Menyusut
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Isu Babi Ngepet Depok | Warga Kota Percaya Mitos?

Editor Redaksi 5 tahun lalu 1.5k disimak

SEPEKAN terakhir ini publik tanah air digehgerkan dengan beredar isu penemuan babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat beberapa hari lalu. Babi itu ditangkap oleh warga yang sedang dalam keadaan telanjang, sebagaimana diperintahkan ustaz setempat.

Belakangan diketahui ternyata isu yang menghebohkan tersebut hanyalah rekayasa belaka, yang dilakukan oleh sekelompok (delapan) orang (warga) Bedahan, Depok. Polisi dari jajaran Polres Depok saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut.

Mengutip Tirto.id, terkait dengan kejadian diatas, Dosen sosiologi perkotaan dari Universitas Indonesia Daisy Indira Yasmine mengatakan, bahwa kasus ini menunjukkan bagaimana sebaran informasi yang sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tetap bisa mudah dipercaya bahkan oleh masyarakat perkotaan.

Informasi itu gampang diyakini ketika didapat dari jejaring sosial yang solid dan tak berupaya memverifikasi terlebih dahulu.

“Karena hal tersebut yang ngomong tetangga sebelah, lebih mudah dipercaya, kenal satu sama lain, [warga] ikut meramaikan isu tanpa peduli benar atau enggak [informasinya],” kata perempuan yang akrab disapa Debby tersebut kepada Tirto.id, Kamis (29/4) sore.

Isu itu bahkan lebih mudah dipercaya ketika yang menyebarkan informasi tersebut adalah tokoh agama yang memiliki posisi tinggi di dalam struktur sosial baik masyarakat perkotaan atau pedesaan.

“Apalagi ustaz, dengan posisi tertentu lebih kuat lagi. Tokoh yang menyebarkan itu tingkat kepercayaan orang lebih tinggi dibanding warga biasa. Dia panutan. Apa yang diomongi pasti akan manut,” kata dia.

Dalam konteks babi ngepet Depok, ustaz yang saat ini jadi tersangka itulah sumber informasinya.

“Benar atau tidaknya, itu nomor dua. Yang penting mengikuti. Itu yang membangkitkan kesadaran bersama. Dia bilang ya atau tidak, semua jadi percaya. Kekuatan jaringan sosial di masyarakat. Verifikasi kebenaran itu jadi nomor dua. Yang pertama dari mana sources informasi itu berasal,” kata dia.

Debby mengatakan beragam urban legend seperti babi ngepet atau tuyul kerap kali muncul dalam masyarakat perkotaan untuk dua tujuan: sebagai hiburan dan pengalihan isu tertentu.

“Sering kali terjadi isu babi ngepet dan tuyul itu muncul karena untuk mengalihkan isu pencurian, tindak kejahatan, misalnya. Isu itu jadi membikin pelaku bisa lolos. Disebarkanlah urban legend ini. Isunya teralihkan. Mengejar babi lebih ramai ketimbang mengejar pencuri,” katanya.

Babi Kecil jadi Korban

Babi kecil berwarna hitam itu akhirnya ditangkap dan dibunuh. Sebelumnya, sang ustaz sempat membuat pengumuman untuk keluarga si babi ngepet agar datang menjemput. Nyawa si babi berakhir di tangan ustaz dan kelompoknya.

Tak hanya itu, seorang ibu juga sempat mengeluarkan tudingan kepada tetangga rumahnya yang terlihat tak pernah keluar rumah bekerja namun memiliki uang banyak. Ia menuding ada andil babi ngepet dan pesugihan yang dilakukan tetangganya.

Belakangan, tetangganya klarifikasi dan si ibu meminta maaf. Polisi akhirnya campur tangan dan membuat kasus ini menjadi terang setelah mereka meminta keterangan tujuh warga, Adi Firmanto (46), Heri Sunarya (61), Iwan Kurniawan (44), Nurhamid (54), Adam Ibrahim (44), Hamdani (66), dan Suhanda (61).

Berdasarkan pemeriksaan, Adam, ustaz setempat, menjadi tersangka. Ia diduga menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dan sengaja menerbitkan keonaran. Tak ada babi ngepet, yang ada adalah babi yang dituding babi ngepet.

“Berdasarkan pengakuan AI, babi tersebut dibeli secara daring melalui komunitas kucing Depok sebesar Rp900 ribu, dengan ongkos kirim Rp200 ribu,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Depok Kompol Supriyadi ketika dikonfirmasi reporter Tirto, Kamis.

Pembeli babi adalah Adam dan uang didapat dari Adi. Adam nekat berbohong dan menipu dengan bermaksud menjadi terkenal serta pengikut majelis taklimnya bertambah. Tak ada saksi mata yang mengetahui apalagi melihat manusia berubah menjadi babi.

“Hanya berdasarkan cerita dari AI,” ucap Supriyadi. Beberapa orang hanya melihat seekor babi berada di sekitar kandang sebelah rumah Adam. Mereka menunggu di belakang rumah itu dan boleh menangkap babi berdasarkan aba-aba Adam via pesan WhatsApp. Babi tersebut akhirnya ditangkap pada 27 April sekira pukul 00.00.

Adam resmi menjadi tersangka berdasarkan dengan Pasal 14 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Dia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sementara enam orang lainnya berstatus sebagai saksi dan masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Menyiksa Binatang

Praktik penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap babi hitam itu pun disorot aktivis perlindungan hewan.

“Tindakan main hakim sendiri tidak sesuai dengan hukum indonesia,” kata aktivis Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Adhy Hane lewat keterangan tertulis yang diterima wartawan Tirto, Kamis (28/4) siang.

Terkait kepercayaan sebagian warga sendiri terkait babi ngepet, dia menceritakan sebuah pengalaman: suatu ketika organisasinya pernah mengamankan seekor anjing di Bekasi yang juga disangka babi ngepet (ya, anjing yang disangka babi).

“Sampai sekarang baik-baik saja di JAAN,” katanya. Menurutnya perlu ada edukasi agar mitos dan takhayul seperti babi ngepet tak lagi mendapatkan tempat di kepala masyarakat. Apalagi, isu itu muncul akibat ulah dari segelintir provokator. (*)

Sumber : Tirto.id

Kaitan Babi Ngepet, Cerita Mitos, Kota Depok, top, Urban Legend
Redaksi 1 Mei 2021 1 Mei 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Santuni Anak Yatim dan Duafa | Bakti Sosial BP Batam di Bulan Suci Ramadhan
Artikel Selanjutnya KSAL Pimpin Upacara Tabur Bunga di Laut Bali

APA YANG BARU?

Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 3 jam lalu 77 disimak
BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
Artikel 3 jam lalu 86 disimak
Kejari Batam Usut Dugaan Korupsi Dana BOS di SMA Swasta Batam
Artikel 4 jam lalu 105 disimak
SPPG Senggarang Tanjungpinang Ditutup Sementara
Artikel 21 jam lalu 147 disimak
Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
Sports 21 jam lalu 147 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 2 hari lalu 336 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 3 hari lalu 320 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 3 hari lalu 295 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 3 hari lalu 290 disimak
Hujan Ringan Diprakirakan Basahi Batam Siang Hingga Sore
Artikel 3 hari lalu 289 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?