Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
    10 jam lalu
    7 Titik Jalan Dilebarkan di Batam Sepanjang 2026
    19 jam lalu
    3.558 WNI Dipulangkan Lewat Program M Malaysia, 307 Orang Tiba di Batam Sekaligus
    19 jam lalu
    Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
    19 jam lalu
    Bareskrim Sita 14 Mobil Mewah, 2 Kapal dan Puluhan Properti Milik DPO Kasus Narkoba THM Batam
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    12 jam lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    1 hari lalu
    Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
    2 hari lalu
    14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
    2 hari lalu
    Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    18 jam lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    4 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Isu Babi Ngepet Depok | Warga Kota Percaya Mitos?

Editor Redaksi 5 tahun lalu 1.5k disimak

SEPEKAN terakhir ini publik tanah air digehgerkan dengan beredar isu penemuan babi ngepet di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat beberapa hari lalu. Babi itu ditangkap oleh warga yang sedang dalam keadaan telanjang, sebagaimana diperintahkan ustaz setempat.

Belakangan diketahui ternyata isu yang menghebohkan tersebut hanyalah rekayasa belaka, yang dilakukan oleh sekelompok (delapan) orang (warga) Bedahan, Depok. Polisi dari jajaran Polres Depok saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut.

Mengutip Tirto.id, terkait dengan kejadian diatas, Dosen sosiologi perkotaan dari Universitas Indonesia Daisy Indira Yasmine mengatakan, bahwa kasus ini menunjukkan bagaimana sebaran informasi yang sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tetap bisa mudah dipercaya bahkan oleh masyarakat perkotaan.

Informasi itu gampang diyakini ketika didapat dari jejaring sosial yang solid dan tak berupaya memverifikasi terlebih dahulu.

“Karena hal tersebut yang ngomong tetangga sebelah, lebih mudah dipercaya, kenal satu sama lain, [warga] ikut meramaikan isu tanpa peduli benar atau enggak [informasinya],” kata perempuan yang akrab disapa Debby tersebut kepada Tirto.id, Kamis (29/4) sore.

Isu itu bahkan lebih mudah dipercaya ketika yang menyebarkan informasi tersebut adalah tokoh agama yang memiliki posisi tinggi di dalam struktur sosial baik masyarakat perkotaan atau pedesaan.

“Apalagi ustaz, dengan posisi tertentu lebih kuat lagi. Tokoh yang menyebarkan itu tingkat kepercayaan orang lebih tinggi dibanding warga biasa. Dia panutan. Apa yang diomongi pasti akan manut,” kata dia.

Dalam konteks babi ngepet Depok, ustaz yang saat ini jadi tersangka itulah sumber informasinya.

“Benar atau tidaknya, itu nomor dua. Yang penting mengikuti. Itu yang membangkitkan kesadaran bersama. Dia bilang ya atau tidak, semua jadi percaya. Kekuatan jaringan sosial di masyarakat. Verifikasi kebenaran itu jadi nomor dua. Yang pertama dari mana sources informasi itu berasal,” kata dia.

Debby mengatakan beragam urban legend seperti babi ngepet atau tuyul kerap kali muncul dalam masyarakat perkotaan untuk dua tujuan: sebagai hiburan dan pengalihan isu tertentu.

“Sering kali terjadi isu babi ngepet dan tuyul itu muncul karena untuk mengalihkan isu pencurian, tindak kejahatan, misalnya. Isu itu jadi membikin pelaku bisa lolos. Disebarkanlah urban legend ini. Isunya teralihkan. Mengejar babi lebih ramai ketimbang mengejar pencuri,” katanya.

Babi Kecil jadi Korban

Babi kecil berwarna hitam itu akhirnya ditangkap dan dibunuh. Sebelumnya, sang ustaz sempat membuat pengumuman untuk keluarga si babi ngepet agar datang menjemput. Nyawa si babi berakhir di tangan ustaz dan kelompoknya.

Tak hanya itu, seorang ibu juga sempat mengeluarkan tudingan kepada tetangga rumahnya yang terlihat tak pernah keluar rumah bekerja namun memiliki uang banyak. Ia menuding ada andil babi ngepet dan pesugihan yang dilakukan tetangganya.

Belakangan, tetangganya klarifikasi dan si ibu meminta maaf. Polisi akhirnya campur tangan dan membuat kasus ini menjadi terang setelah mereka meminta keterangan tujuh warga, Adi Firmanto (46), Heri Sunarya (61), Iwan Kurniawan (44), Nurhamid (54), Adam Ibrahim (44), Hamdani (66), dan Suhanda (61).

Berdasarkan pemeriksaan, Adam, ustaz setempat, menjadi tersangka. Ia diduga menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dan sengaja menerbitkan keonaran. Tak ada babi ngepet, yang ada adalah babi yang dituding babi ngepet.

“Berdasarkan pengakuan AI, babi tersebut dibeli secara daring melalui komunitas kucing Depok sebesar Rp900 ribu, dengan ongkos kirim Rp200 ribu,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Depok Kompol Supriyadi ketika dikonfirmasi reporter Tirto, Kamis.

Pembeli babi adalah Adam dan uang didapat dari Adi. Adam nekat berbohong dan menipu dengan bermaksud menjadi terkenal serta pengikut majelis taklimnya bertambah. Tak ada saksi mata yang mengetahui apalagi melihat manusia berubah menjadi babi.

“Hanya berdasarkan cerita dari AI,” ucap Supriyadi. Beberapa orang hanya melihat seekor babi berada di sekitar kandang sebelah rumah Adam. Mereka menunggu di belakang rumah itu dan boleh menangkap babi berdasarkan aba-aba Adam via pesan WhatsApp. Babi tersebut akhirnya ditangkap pada 27 April sekira pukul 00.00.

Adam resmi menjadi tersangka berdasarkan dengan Pasal 14 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Dia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sementara enam orang lainnya berstatus sebagai saksi dan masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Menyiksa Binatang

Praktik penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap babi hitam itu pun disorot aktivis perlindungan hewan.

“Tindakan main hakim sendiri tidak sesuai dengan hukum indonesia,” kata aktivis Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Adhy Hane lewat keterangan tertulis yang diterima wartawan Tirto, Kamis (28/4) siang.

Terkait kepercayaan sebagian warga sendiri terkait babi ngepet, dia menceritakan sebuah pengalaman: suatu ketika organisasinya pernah mengamankan seekor anjing di Bekasi yang juga disangka babi ngepet (ya, anjing yang disangka babi).

“Sampai sekarang baik-baik saja di JAAN,” katanya. Menurutnya perlu ada edukasi agar mitos dan takhayul seperti babi ngepet tak lagi mendapatkan tempat di kepala masyarakat. Apalagi, isu itu muncul akibat ulah dari segelintir provokator. (*)

Sumber : Tirto.id

Kaitan Babi Ngepet, Cerita Mitos, Kota Depok, top, Urban Legend
Redaksi 1 Mei 2021 1 Mei 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Santuni Anak Yatim dan Duafa | Bakti Sosial BP Batam di Bulan Suci Ramadhan
Artikel Selanjutnya KSAL Pimpin Upacara Tabur Bunga di Laut Bali

APA YANG BARU?

Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
Artikel 10 jam lalu 71 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 12 jam lalu 171 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 18 jam lalu 169 disimak
7 Titik Jalan Dilebarkan di Batam Sepanjang 2026
Artikel 19 jam lalu 147 disimak
3.558 WNI Dipulangkan Lewat Program M Malaysia, 307 Orang Tiba di Batam Sekaligus
Artikel 19 jam lalu 146 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 2 hari lalu 502 disimak
Barelang Jadi Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Transmigrasi Patriot
Artikel 5 hari lalu 363 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 4 hari lalu 343 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 4 hari lalu 322 disimak
Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
Artikel 4 hari lalu 293 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?