DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus membenahi infrastruktur pendukung seiring meluasnya jangkauan layanan bus Trans Batam. Tak hanya fokus menambah armada, mereka menargetkan pembangunan sedikitnya 15 halte baru hingga 2027 mendatang, sembari membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam, Bambang Sucipto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini pihaknya mengalokasikan pembangunan lima halte baru serta merehabilitasi lima halte lama yang mengalami kerusakan.
“Untuk tahun ini ada lima halte baru dan lima halte yang direhabilitasi. Sementara tahun depan kami sudah mengusulkan penambahan 10 halte lagi,” kata Bambang, Senin (20/7/2026).
Pembangunan lima halte baru tahun ini telah memasuki tahap lelang. Jika sesuai jadwal, pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Agustus 2026. Sejumlah titik strategis yang menyasar fasilitas baru ini antara lain jalur Bundaran Basecamp Batuaji menuju Batam Centre, Pasar Melayu Batuaji, dan area Masjid Agung Batam.
Guna meringankan beban APBD, Dishub Batam merangkul pihak swasta melalui penawaran kerja sama pembangunan fasilitas publik. Proposal partisipasi telah dikirimkan ke beberapa perusahaan dan kini tinggal menunggu respons tindak lanjut.
Dengan perkiraan estimasi biaya pembangunan sekitar Rp90 juta per unit halte, kehadiran pihak swasta diharapkan mampu mempercepat pemenuhan fasilitas yang layak bagi warga. Langkah ini berlanjut hingga 2027, di mana pengusulan 10 halte tambahan telah masuk dalam pembahasan anggaran.
Bambang menegaskan bahwa ketersediaan halte yang nyaman dan representatif menjadi kunci utama mendorong masyarakat Batam beralih ke transportasi umum.
“Target kami, pengembangan Trans Batam harus diikuti dengan penyediaan halte yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya.
(dha)


