SETELAH tujuh hari dilakukan upaya pencarian belum menemukan hasil, operasi pencarian terhadap penumpang KMP Bahtera Nusantara 03, Christina Lindasari (43), yang diduga jatuh di perairan antara Lobam dan Numbing, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), resmi ditutup oleh Tim SAR.
Dalam keteranganya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli mengatakan, keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah tim gabungan bersama keluarga korban melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari.
“Kemarin sore pihak ASDP Batam, ASDP Tanjung Uban, keluarga korban, dan tim SAR berkumpul di kantor. Kami menjelaskan seluruh proses pencarian yang telah dilakukan selama tujuh hari, termasuk koordinasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat,” kata Fazzli, Selasa (29/07/2026).
Fazzli menjelaskan selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian.
Di antaranya berkoordinasi dan menyampaikan informasi kepada unsur potensi SAR serta kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran Tanjung Uban-Lobam-Terkulai-Pangkil-Mantang-Pulau Telan hingga Numbing.
Selain itu, tim juga melakukan e-broadcast, berkoordinasi dengan PLP Tanjung Uban, Lanal Bintan, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta menyiagakan KN SAR 209 dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk proses evakuasi apabila ada informasi mengenai keberadaan korban.
“Namun sampai hari ketujuh pencarian, korban atas nama Christina Lindasari masih belum ditemukan. Selama proses pencarian juga tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama, operasi SAR kemudian dinyatakan ditutup. Meski demikian, Fazzli memastikan Tim SAR tetap bersiaga apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau keberadaan korban.
“Operasi SAR dinyatakan ditutup. Namun apabila suatu saat nanti ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau ada informasi baru, operasi SAR dapat dibuka kembali. Kami juga sudah menyiapkan alut untuk pelaksanaan evakuasi apabila diperlukan,” ungkapnya.
Awalmula Kejadian
Sebagaimana diketahui, Christina Lindasari dilaporkan hilang saat menumpangi KMP Bahtera Nusantara 03 yang berlayar dari Tanjung Uban menuju Tambelan.
Peristiwa itu bermula pada Selasa (21/07/2026) sekitar pukul 23.00 WIB saat kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Uban.
Keesokan harinya, Rabu (22/07/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban menyadari ibunya sudah tidak berada di atas kapal ketika kapal berada di koordinat 0°38’47.15″ LU – 104°48’42.60″ BT.
Korban diduga terjatuh ke laut, namun lokasi pasti kejadian tidak diketahui.
Selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sejumlah perairan sekitar lokasi dugaan korban jatuh. Namun hingga operasi memasuki hari ketujuh, pencarian belum membuahkan hasil.
(*)


