DI Singapura, usia koran edisi cetak diperpanjang oleh kegemaran membaca para lansia. Mereka, meski rata-rata memiliki hp pintar, hingga kini tetap setia membeli dan membaca koran cetak. Di taman, di kedai kopi, di mal-mal, bahkan di angkutan umum seperti foto yang saya jepret Jumat (14/8) sore lalu, kita gampang melihat para lansia membaca koran edisi cetak.
Oleh: Sultan Yohana
GENERASI muda? Bahkan di generasi saya, 40an, saya tidak melihat lagi mereka membaca koran cetak. Kegemaran membaca koran masyarakat Singapura, dialihkan dengan melanggani media online
Istri saya, yang sebelumnya melanggani The Straits Times edisi cetak, sudah hampir 5 tahun terakhir ganti melanggani media online -nya. Saya sendiri masih setia melanggani Majalah Tempo online, setelah kesulitan menemukan edisi majalah cetaknya di sini.
Dulu, Tempo bersama Tabloid Nyata, adalah dua media asal Indonesia yang edisi cetaknya mudah didapat di agen-agen koran di Singapura. Kini, bahkan mencari keberadaan agen koran pun, saya kesulitan.
Memang, online tak bisa dilawan!
(*)
Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id


