Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
    40 menit lalu
    Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
    47 menit lalu
    Buruh PT GLI Duduki Gedung DPRD Batam, Tuntut Hak Upah dan Kepastian Kerja
    3 jam lalu
    Praperkiraan Cuaca, Batam Berpotensi Berawan Tebal dan Hujan Ringan di Pagi Hari
    5 jam lalu
    DPW Perempuan Bangsa Kepri Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
    17 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
    11 menit lalu
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    4 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    4 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    5 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    5 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    5 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    7 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Meriam Kuno Jaman Belanda | Koleksi Terbaru Museum Batam Raja Ali Haji

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1.4k disimak

PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam terus melengkapi koleksi Museum Batam Raja Ali Haji. Yang terbaru berupa meriam yang didatangkan dari Kecamatan Belakang Padang.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Belakang Padang telah menghibahkan meriam bukti perjuangan pahlawan dahulu melawan penjajah.

Menurut Ardi, Meriam tersebut langsung diletakkan di tata pamer tepatnya di Khazanah Masa Belanda.

“Kita terus berupaya mengisi Museum Batam Raja Ali Haji, kita bersyukur hari ketujuh setelah diresmikan kita mendapat meriam dari Belakang Padang,” katanya, di Museum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/12).

Selain menjadi destinasi wisata budaya, Museum Batam Raja Ali sebagai tempat edukasi bagi pelajar di Kota Batam khususnya dan umumnya Kepri. Setelah diresmikan bertepatan Hari Jadi Batam (HJB) Ke-191 Tahun Jumat (18/12) lalu, pengunjung terus berdatangan, mulai remaja, dan orang tua.

Ardi menuturkan, Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Isi dari museum ini, menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

Camat Belakang Padang, Yudi Admaji mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah dan pahlawan. Meriam ini adalah saksi bisu perjuangan melawan penjajah.

Menurut sejarah meriam ini di bawa dari Pulau Buluh ke Belakang Padang sebagai Ibukota Kecamatan Batam pada dekade 80an pada masa Camat Mustafa Saleh dan diletakan di Kantor Camat lama. Pada tahun 1992 Kantor Camat Belakang Padang dibangun.

“Baru dan pindah ke Sekanak Raya saat kepemimpinan Camat Bapak Said Hasyim meriam ini dipindahkan ke Pulau Sekanak. Sejak itu saat itu meriam bersejarah ini kokoh mengapit tiang Bendera Merah Putih Kantor Kecamatan Belakang Padang,” katanya.

Sempena Hari jadi Batam ke 191 tepat tanggal 18 Desember 2020 Museum Batam Raja Ali Haji diresmikan. Diketahuinya museum tersebut mengambarkan sejarah perkembangan Kota Batam dari masa ke masa, pengujung akhir tahun 2020 masyarakat Belakang Padang menyerahkan meriam sebagai koleksi dari Museum Batam Raja Ali Haji.

“Ini menjadi catatan sejarah bahwa Belakang Padang mempunyai peran penting dalam sejarah pembangunan kota Batam,” katanya.

Sebelum diserahkan, Yudi mengajak masyarakat Belakang Padang mengelar doa selamat memohon kelancaran selama perjalanan menuju Museum Batam Raja Ali Haji.

“Pukul 10.00 dari Pelabuhan Belakang tiba di Pelabuhan Sekupang pukul 11.00, dan langsung disambut oleh Kepala Disbudpar Kota Batam, Pak Ardiwinata, dan langsung di bawa menuju Museum Batam Raja Ali Haji, di Dataran Engku Putri,” terangnya.

Selama 40 tahun berada di Belakang Padang meriam tetap terjaga dengan baik. Adanya Museum membuatnya termotivasi mencari benda sejarah lainnya di Belakang Padang. Sehingga makin banyak masyarakat Kota Batam mengetahui tentang sejarah Belakang Padang.

“Memotivasi kami mengalih dari orang tua kami disini, seperti kantor camat pertama dulu kami akan telusuri,” ucapnya.

Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yudistira mengatakan meriam ini salah satu aset sejarah di Kota Batam dan Indonesia. Diletakkan di museum salah satu langkah menjaga aset tersebut.

“Musuem pusat pemajuan kebudayaan dan hadiah tersebesar Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), saya berharap mesuem mengkaji sejarah komprehensif sehingga bisa diceritakan ke anak cucu,” pintanya. (*)

Kaitan Disbudpar Batam, kota, Meriam Belanda, Meriam Kuno, Museum batam, top
Redaksi 26 Desember 2020 26 Desember 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Bercirikan Tanjak Melayu | Masjid Bandara Hang Nadim Batam Jadi Ikon Terbaru Kota Batam
Artikel Selanjutnya Penumpang Semakin Meningkat | Pelayanan Rapid Test Antigen Terus Berjalan

APA YANG BARU?

Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
Lingkungan 11 menit lalu 76 disimak
Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
Artikel 40 menit lalu 54 disimak
Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
Artikel 47 menit lalu 64 disimak
Buruh PT GLI Duduki Gedung DPRD Batam, Tuntut Hak Upah dan Kepastian Kerja
Artikel 3 jam lalu 74 disimak
Praperkiraan Cuaca, Batam Berpotensi Berawan Tebal dan Hujan Ringan di Pagi Hari
Artikel 5 jam lalu 89 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 2 hari lalu 698 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 5 hari lalu 448 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 5 hari lalu 400 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 5 hari lalu 385 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 5 hari lalu 348 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?