Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Diduga Mengangkut Barang Tanpa Dokumen Resmi, KM Cahaya Al Khair Diamankan BC Batam
    7 jam lalu
    Perceraian di Batam Meningkat 18,6% dalam 5 Tahun, Amsakar Dorong Ketahanan Keluarga
    8 jam lalu
    “Kapasitas Produksi Air Bersih di Batam vs Realitas Frekuensi Mati Air Bulanan”
    8 jam lalu
    Tembus 563 Ribu! Ini Data Lengkap Perlintasan di Batam Agustus 2026
    1 hari lalu
    Cuaca Kota Batam Hari ini Panas Berawan, Suhu Mencapai 33 Derajat
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    1 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    1 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    2 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    6 hari lalu
    Pembaca Lansia
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    38 menit lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    4 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    4 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Konsep Pengembangan ‘Matching Fund Ecolodge” di Bintan

Editor Admin 5 tahun lalu 1.3k disimak

IDE Matching Fund Ecolodge sebagai konsep penginapan ramah lingkungan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan potensi alam dan budaya. Dengan adanya keberagaman potensi alam dan budaya yang dimiliki Indonesia, pariwisata menjadi salah satu sektor yang penting untuk perekonomian Indonesia.

Dengan dikembangkannya pariwisata Indonesia, dapat menarik wisatawan karena Indonesia memiliki potensi alam dan budaya yang unik yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

Dalam perjalanan mengembangkan pariwisata Indonesia, Universitas Brawijaya turut serta melalui program matching fund yang diadakan di Desa Wisata Ekang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Program matching fund ini diketuai oleh Prof. Luchman Hakim, S.Si.,M.Agr.Sc.,Ph.D selaku dosen Biologi Universitas Brawijaya. Selain itu terdapat empat dosen lainnya yaitu Dr. Panji Deoranto, STP, MP; Dr. Eng. Turniningtyas Ayu R., ST., MT; Edriana Pangestuti, SE., M.Si., DBA; dan Deasy Chrisnia Natalia, SE., MM serta beranggotakan 25 mahasiswa lintas jurusan Universitas Brawijaya.

Prof. Luchman Hakim, S.Si.,M.Agr.Sc.,Ph.D selaku dosen Biologi Universitas Brawijaya mengatakan, Program ini menjadi sarana pengembangan konektivitas pengembangan ilmu dan teknologi di kawasan terluar Republik Indonesia, Melalui kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan.

“Program matching fund ini disusun sebagai bentuk keterlibatan Universitas Brawijaya, Dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dibentuk oleh Kemendikbudristek,” ucapnya.

Progam matching fund ini disusun bedasarkan 4 tujuan utama yaitu yang pertama adalah untuk meningkatkan daya saing wisata berbasis masyarakat (CBT) melalui pengembangan ecolodge yang berkelanjutan di Ekang Mangrove Park sebagai perwujudan ekowisata ramah lingkungan.

Memperluas dan meningkatkan dampak positif kegiatan Universitas Brawijaya bersama Desa Wisata Ekang dan Pemerintah Daerah melalui penciptaan ecolodges sebagai akomodasi wisata inovatif implementasi hasil penelitian perguruan tinggi.

Mengembangkan pusat studi pariwisata Universitas Brawijaya melalui Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bintan dan Desa Wisata Ekang, Khususnya untuk riset dan kajian penelitian ekowisata di wilayah terluar Republik Indonesia.

Dan membantu Desa Wisata Ekang untuk mengembangkan Ekang Mangrove Park pada tahapan prototyping, melalui pendampingan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Program ini berfokus kepada pembangunan ecolodge berkelanjutan. Ecolodge sendiri merupakan konsep penginapan yang memperhatikan konsep ramah lingkungan mulai dari pembuatan hingga saat digunakan oleh wisatawan,” tambahnya.

Konsep ini dirancangkan guna memberikan respon kepada isu-isu lingkungan yang semakin buruk akibat pembangunan, khususnya pembangunan pariwisata yang kurang memperhatikan dampak lingkunga, Sehingga memberikan dampak-dampak negatif kepada bumi. Maka dari itu diperlukan solusi-solusi sebagai jalan tengah sehingga pariwisata dapat tetap berjalan, namun di sisi lain isu lingkungan juga tetap diperhatikan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa lintas jurusan mengaplikasikan keilmuannya dalam pembuatan ecolodge. Di antaranya terdapat mahasiswa dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Kegiatan yang ada dalam program ini meliputi pengadaan workshop untuk sumber daya manusia di Desa Wisata Ekang, pelaksanaan studi banding mangrove di Banyuwangi, pembuatan modul untuk Desa Wisata Ekang, membantu meningkatkan promosi Desa Wisata Ekang, pembuatan DED (Detail Engineering Design), dan pembuatan studi kelayakan dengan salah satu luarannya adalah prototipe ecolodges berbasis penginapan apung pertama di Kepulauan Riau.

“Dengan dibangunnya ecolodge di Desa Wisata Ekang, diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata dengan konsep berkelanjutan dan dapat menarik wisatawan mancanegara,” tutupnya.

(*/gas)

Kaitan bintan, Matching Fund, pariwisata
Admin 11 Desember 2021 11 Desember 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya KSM 2021 Sukses Digelar
Artikel Selanjutnya Kecelakaan di Jalan Lintas Tanjungpinang – Bintan, Seorang Pengendara Motor Tewas

APA YANG BARU?

Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
Tokoh 38 menit lalu 51 disimak
Diduga Mengangkut Barang Tanpa Dokumen Resmi, KM Cahaya Al Khair Diamankan BC Batam
Artikel 7 jam lalu 91 disimak
Perceraian di Batam Meningkat 18,6% dalam 5 Tahun, Amsakar Dorong Ketahanan Keluarga
Artikel 8 jam lalu 122 disimak
“Kapasitas Produksi Air Bersih di Batam vs Realitas Frekuensi Mati Air Bulanan”
In Depth 8 jam lalu 160 disimak
Tembus 563 Ribu! Ini Data Lengkap Perlintasan di Batam Agustus 2026
Artikel 1 hari lalu 152 disimak

POPULER PEKAN INI

Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 3 hari lalu 396 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 3 hari lalu 352 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 2 hari lalu 351 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 3 hari lalu 328 disimak
Asap Karhutla Sumatra Sampai ke Kepri hingga Singapura & Malaysia
Artikel 4 hari lalu 304 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?