ARUS keluar-masuk orang internasional di Batam cukup tinggi. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mencatat 563.197 perlintasan melalui 9 Tempat Pemeriksaan Imigrasi selama Agustus 2026.
Angka itu diiringi lonjakan pelayanan dokumen, mulai dari penerbitan paspor hingga puluhan ribu izin tinggal bagi warga negara asing.
Dari total perlintasan, 283.845 orang tercatat masuk ke Batam dan 279.352 orang keluar. Dengan rincian, arus kedatangan terdiri dari 107.539 WNI dan 176.306 WNA. Sementara keberangkatan terdiri dari 105.509 WNI dan 173.843 WNA.
Batam Centre Masih Jadi Pintu Tersibuk
Ferry Terminal Batam Centre kembali memimpin sebagai TPI tersibuk dengan 309.980 perlintasan. Posisi kedua ditempati Pelabuhan Citra Tri Tunas dengan 151.415 orang, disusul Pelabuhan Sekupang sebanyak 35.291 orang.
Enam TPI lainnya juga mencatat pergerakan, yakni Pelabuhan Bengkong, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Nongsa Batam, Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Kabil, dan Pelabuhan Teluk Senimba Marina.
Penerbitan Paspor Tembus 3.953, Semua E-Paspor
Di sisi pelayanan WNI, Imigrasi Batam menerbitkan 3.953 paspor sepanjang Agustus. Seluruhnya merupakan paspor elektronik 48 halaman. Rinciannya, 1.626 paspor merupakan permohonan baru dan 2.327 paspor penggantian.
Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra, peningkatan kualitas pelayanan paspor terus menjadi perhatian, baik melalui layanan reguler maupun berbagai inovasi yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.
“Peningkatan kualitas layanan paspor terus kami kejar, baik lewat layanan reguler maupun inovasi yang memudahkan akses masyarakat. Kemudahan harus jalan beriringan dengan kepastian prosedur dan kualitas pemeriksaan,” ujar Wahyu Eka Putra.
39 Ribu Layanan Izin Tinggal untuk WNA
Untuk WNA, Imigrasi Batam mencatat 39.267 penerbitan izin. Cakupannya mulai dari Bebas Visa Kunjungan, Visa on Arrival, Izin Tinggal Kunjungan, ITK Peralihan, ITAS, hingga ITKT.
Selain itu ada 670 layanan perpanjangan izin tinggal. Tingginya mobilitas ini juga dibarengi fungsi pengawasan. Sepanjang Agustus, petugas melakukan 955 kali penundaan keberangkatan di berbagai TPI.
Penundaan dilakukan setelah pemeriksaan untuk memastikan setiap keberangkatan sesuai ketentuan.
Komitmen: Cepat, Mudah, Aman
Sebagai kota perbatasan sekaligus pusat perdagangan, pariwisata, dan investasi, Batam dituntut punya layanan keimigrasian yang lincah tapi tetap ketat.
Imigrasi Batam menyebut akan terus memperkuat SDM, mengoptimalkan teknologi, dan membangun sinergi dengan instansi terkait.
Sejalan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko, layanan di Batam diarahkan semakin cepat, mudah, dan aman. Tujuannya jelas: memberi manfaat langsung ke masyarakat sekaligus mendukung konektivitas internasional Batam.
(*)


