SEBUAH Tugboat bernama (TB) Persada 7 yang menarik tongkang KSD 10 tanpa muatan, tenggelam di Perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Selasa (21/07/2026).
Seluruh kru kapal yang berjumlah tujuh berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Bedasarkan informasi yang beredar, insiden bermula saat tugboat yang berlayar dari Singkawang menuju Batam dihantam gelombang tinggi di tengah perjalanan.
Kondisi tersebut menyebabkan air laut masuk ke tangki bahan bakar hingga mesin kapal mati.
Peristiwa tenggelamnya kapal sempat terekam video warga dan beredar di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat bagian buritan kapal lebih dulu tenggelam sebelum diikuti bagian haluan hingga akhirnya seluruh badan kapal masuk ke dasar laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga Eryk Subariyanto mengatakan, TB Persada 7 bertolak dari Singkawang sekitar pukul 06.45 WIB dengan membawa tujuh orang kru.
Di tengah pelayaran, kapal mengalami gangguan setelah diterjang gelombang tinggi.
“Air laut masuk ke tangki bahan bakar dan menyebabkan mesin mati,” kata Eryk.
Setelah menerima laporan, Basarnas berkoordinasi dengan KSOP Kelas IV Sintete, KSOP Pontianak, dan Posal Pulau Tambelan untuk melakukan penanganan.
KSOP Tambelan kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.40 WIB dengan membawa teknisi guna melakukan pemeriksaan dan upaya perbaikan kapal.
“Saat itu petugas juga membawa teknisi untuk mengecek dan melakukan perbaikan tugboat. Jika tidak dapat ditangani, akan didatangkan tugboat bantuan dari Pontianak,” ujarnya.
Tim penyelamat tiba di lokasi sekitar pukul 12.50 WIB. Namun, kondisi kapal terus memburuk akibat kebocoran yang tidak dapat diatasi.
Sekitar pukul 13.30 WIB, sebagian badan kapal mulai tenggelam hingga akhirnya TB Persada 7 tidak dapat diselamatkan.
“Tugboatnya tenggelam, tapi seluruh kru berhasil diselamatkan dan dibawa ke Tambelan,” kata Eryk.
(*)


