SANGAT memprihatinkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, tidak melakukan operasinal lagi alias tutup.
Tersiar khabar, Kopdes Merah Putih pertama di Kota Batam yang diresmikan pada September 2025 oleh Walikota Batam tersebut, tutup karena terkendala modal.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Batam mengungkap penyebab berhentinya operasional Koperasi tersebut.
Dalam keteranganya Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan sejak awal pemerintah telah memfasilitasi koperasi tersebut untuk menjalin kemitraan dalam penyediaan kebutuhan pokok hingga distribusi gas. Padahal saat itu gerai fisiknya belum dibangun.
“Awalnya walaupun gerainya belum jadi, mereka sudah mulai beroperasi. Waktu mulai itu kita fasilitasi kemitraan untuk penyediaan sembako maupun gas,” kata Salim, Rabu (22/07/2026).
Menurut Salim, saat koperasi mulai beroperasi belum ada bantuan permodalan dari pemerintah maupun skema pembiayaan lainnya.
Operasional koperasi masih mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota.
“Belum ada bantuan dana. Mereka waktu itu hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih dalam proses. Sementara pembangunan gerai Koperasi Merah Putih saat ini dilaksanakan oleh Agrinas.
“Yang dari Himbara itu sekarang masih dalam proses. Pembangunan gerainya juga sedang dilaksanakan oleh Agrinas,” katanya.
Salim menilai kondisi modal yang terbatas membuat koperasi kesulitan menjalankan usaha. Selain itu, kemampuan pengurus dalam mengelola koperasi juga menjadi salah satu tantangan.
“Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri. Kami dari dinas sifatnya memfasilitasi, baik pendampingan kelembagaan maupun pembinaan,” jelasnya.
Terkait perkembangan program Koperasi Merah Putih di Batam, Salim mengatakan seluruh 64 kelurahan telah memiliki koperasi yang terbentuk.
“Jumlahnya 64 koperasi, sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Batam,” ujarnya.
Namun, pembangunan gerai koperasi belum seluruhnya rampung karena masih terkendala ketersediaan lahan.
“Dari yang sudah memiliki lahan, sekitar 45 lokasi. Sebanyak 43 gerai sudah dibangun dan dua lainnya belum. Sisanya masih dalam proses pengajuan atau pencarian lahan,” ujarnya
Ia menambahkan, progres pembangunan terus berjalan dan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kodim dan Agrinas, untuk mempercepat pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kota Batam.
“Kita terus berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.
Pemerintah Kota Batam menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan koperasi agar kejadian serupa tidak terulang pada Koperasi Merah Putih lainnya di Kota Batam.
Sebelumnya, koperasi Merah Putih pertama di Kota Batam yang berada di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, kini tidak lagi beroperasi. Bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat usaha koperasi tersebut tampak kosong setelah kegiatan operasional dihentikan sejak sekitar Juni 2026.
Koperasi yang diresmikan pada September 2025 itu hanya beroperasi sekitar lima bulan. Penutupan diduga dipicu berakhirnya masa sewa lokasi serta kendala operasional.
(*)


