Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Cuaca Kota Batam Hari ini Panas Berawan, Suhu Mencapai 33 Derajat
    5 jam lalu
    19 Penerbangan Batam–Jakarta Batal Akibat Abu Krakatau, Penumpang Beralih ke Rute Transit
    8 jam lalu
    Akses Udara Terganggu, Agenda MICE dan Wisata Batam Ikut Terdampak
    9 jam lalu
    Penyusutan DAM Nongsa Mulai Ancam Suplai ke Kawasan Data Centre
    9 jam lalu
    Lahan Tiga Hektar Di Lagoi Hangus Dilalap Si Jago Merah
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    6 jam lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    8 jam lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    1 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    5 hari lalu
    Pembaca Lansia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    1 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    3 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    3 hari lalu
    Gedung Beringin, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Curhat Penyandang Keterbelakangan Mental

dan tetangga kampung saya yang selalu dibully

Editor Admin 2 bulan lalu 388 disimak
Catatan foto ilustrasi: otak manusia itu memang unik. Seekor ayam misalnya, yang tiap hari keberadaanya tidak kita pedulikan, ketika muncul di perkotaan besar seperti Singapura, tiba-tiba kemudian menjadi seolah luar biasa. Kita memotretnya, terheran-heran dibuatnya. Padahal sama ayamnya dengan di kampung Kita.

DALAM “tugas” hariannya sebagai sukarelawan untuk penyandang disabilitas, saban hari, istri saya harus menelepon seorang penyandang keterbelakangan mental. Untuk mengajaknya ngobrol. Tanya makan apa ini hari? Apa saja yang dikerjakan seharian? Nonton film apa? Atau sejumlah obrolan ringan harian lainnya. Biasanya, istri saya yang aktif bertanya ini-itu. Ngomong ini-itu. Tapi, Selasa (21/7) sore itu, saya lihat ia lebih banyak mendengar. Sesekali merespon “yes…”, “good…”

Oleh: Sultan Yohana


Saya, yang duduk di depannya, masih sibuk mengais-ngais sisa daging ikan yang tertinggal di antara tulang-belulang dan bagian kepala ikan kukus bekas makan malam istri. Sore itu, memang kami makan malam terlalu dini. Kami bertemu di Vivo City, setelah saya menyelesaikan beberapa transaksi jualan, dan lokasinya dekat dengan tempat istri ikut pelatihan guru di kementrian pendidikan. Kebetulan ia juga baru selesai.

Sementara istri memilih makan ikan kukus, saya mengudap nasi dengan lauk sambal-goreng ati, oseng-oseng kacang panjang, dan sebutir telur rebus. Beli dari kedai Hj. Maimunah cabang Vivo yang terkenal uenak itu.

Begitu selesai ngobrol di telepon, istri kemudian menceritakan isi pembicaraannya. Orang yang ditelepon, seorang penyandang down syndrome berusia 30an tahun, CURHAT tentang masalah di keluarganya. Bercerita tentang ibunya yang selalu bertengkar dengan saudaranya. Bercerita tentang kurangnya perhatian keluarganya pada dirinya. Bercerita kenapa orang-orang tidak menghargainya. Dls.

Saya sedikit terkejut. “Apakah mereka bisa curhat? Bisa bisa sesensitif itu? Bisa berpikir serumit itu?” tanya saya. Sebelumnya saya menduga, mereka yang menderita down syndrome tidak sesensitif sebagaimana yang istri jelaskan. Seorang tetangga kami di Singapura misalnya, anak pemilik bengkel sepeda pancal. Digoda dan diomongin dengan bagaimanapun bahasa kasar, tetep enjoy-enjoy saja dia. Sambil mulutnya yang selalu senyum, tak pernah lepas dari rokok yang selalu menyala. Saya tak tahu, berapa banyak rokok yang ia habiskan dalam sehari. Setahu saya, begitu habis, ia segera menyulut lagi. Begitu seterusnya.

“Yang ini gejalanya ringan,” jelas istri saya tentang penyandang down syndrome yang tiap sore harus diteleponnya. “Perasaan yang dia miliki seperti kita juga,” istri menambahkan. Selain menelepon si A, saban hari Minggu, istri juga kebagian tugas volunteering membawa seorang penyandang down syndrome lainnya jalan kaki keliling taman. Satu atau dua jam. Sebagai bentuk olahraga si penyandang.

Mendengar penjelasan “perasaan serupa” penyandang keterbelakangan mental dengan kita, saya langsung teringat seorang tetangga saya yang lain di Singosari, Malang. Usianya empat tahun lebih tua dari saya. Saat kanak-kanak dan remaja, is selalu terlihat gembira. Dulu saya sering mengajaknya main ke rumah. Mengajarinya membaca-menulis. Saat itu saya selalu jengkel, kenapa dia tak kunjung bisa membaca dan menulis? Kenapa bocah sebesar tak bisa baca-tulis?

Tentu saja, saat itu, saya belum tahu kalau dia seorang berkebutuhan khusus. Rupa dan penampakannya biasa saja. Karena keluarganya cukup berada, ia bahkan terlihat berpenampilan lebih baik dari kabanyakan kami anak-anak kampung.

Menginjak remaja, kawan-kawan banyak yang mengolok-olok dia. Membully. Atau sekedar memintanya memijit ketika kami nongkrong bersama. Saya sendiri tak pernah tega memperlakukan demikian.

Tapi dia gembira-gembira saja. Sampai kemudian, neneknya, orang yang menjaganya, meninggal. Ia terpaksa kembali tinggal bersama kedua orangtuanya. Sejak itu, ia sering terlihat murung. Jalan ke sana-sini dengan wajah tertekuk.

Terakhir, tahun lalu, saya melihat ia berjalan dengan lunglai pulang ke rumah orangtuanya. Badannya kegemukan, wajahnya kasar, kopyah yang dikenakan awut-awutan. Saat itu, entah kenapa, melihatnya seperti itu, saya merasa begitu bersedih.

Ia mungkin merindukan nenek, yang semasa hidup, begitu mencintainya. Ia mungkin ingin dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya. Ia mungkin ingin dihargai. Ia mungkin ingin diperlakukan seperti orang biasa. Tapi tak tahu bagaimana kudu mengatakannya.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 

Kaitan batam, Catatan, singapura
Admin 23 Juli 2026 23 Juli 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Nilai Investasi Singapura Masih yang Tertinggi di Batam
Artikel Selanjutnya PTSP Kota Batam Berikan Layanan Jemput Bola Melalui Program BETUAH

APA YANG BARU?

Cuaca Kota Batam Hari ini Panas Berawan, Suhu Mencapai 33 Derajat
Artikel 5 jam lalu 74 disimak
Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
Histori 6 jam lalu 106 disimak
“Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
Catatan Netizen 8 jam lalu 115 disimak
19 Penerbangan Batam–Jakarta Batal Akibat Abu Krakatau, Penumpang Beralih ke Rute Transit
Artikel 8 jam lalu 162 disimak
Akses Udara Terganggu, Agenda MICE dan Wisata Batam Ikut Terdampak
Artikel 9 jam lalu 123 disimak

POPULER PEKAN INI

BMKG Batam: “Cuaca Kota Batam Awal Bulan September Cerah Berawan”
Artikel 6 hari lalu 371 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 2 hari lalu 350 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 2 hari lalu 322 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 2 hari lalu 307 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 1 hari lalu 294 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?